Spasial

Ibu Kota Kamboja Beserta Penjelasan Lengkapnya

Ibu kota Kamboja adalah Phnom Penh, sebuah kota yang terletak di tengah-tengah negara tersebut. Phnom Penh merupakan salah satu kota terbesar di Kamboja dan merupakan pusat pemerintahan, keuangan, dan perdagangan negara tersebut. Kota ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan budaya, serta menyimpan banyak monumen dan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Phnom Penh pertama kali didirikan pada abad ke-14 oleh seorang perempuan bernama Penh, yang memberi nama kepada kota tersebut. Sejak saat itu, Phnom Penh telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan, terutama selama masa kejayaan Kerajaan Khmer di abad ke-9 hingga abad ke-15.

Pada abad ke-20, Phnom Penh menjadi ibu kota Kamboja yang merdeka setelah mengalami masa penjajahan oleh negara-negara lain selama berabad-abad. Kota ini terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu kota terbesar di Kamboja dan merupakan tujuan wisata yang populer bagi para turis yang ingin menjelajahi kekayaan budaya dan sejarah negara tersebut.

Sejarah Phnom Penh

Phnom Penh merupakan kota yang memiliki sejarah panjang dan kaya akan budaya. Kota ini pertama kali didirikan pada abad ke-14 oleh seorang perempuan bernama Penh, yang memberi nama kepada kota tersebut. Menurut legenda, Penh menemukan empat buah batu bersurat yang dianggap suci oleh orang-orang di daerah tersebut, dan memutuskan untuk membangun sebuah kuil di atas batu-batu tersebut untuk menyimpan batu-batu tersebut. Kuil tersebut kemudian diberi nama Phnom Penh, yang berarti “bukit Penh” dalam bahasa Khmer.

Modal Usaha Modal Usaha

Selama abad ke-9 hingga abad ke-15, Phnom Penh merupakan ibu kota Kerajaan Khmer yang kuat dan merdeka. Kota ini tumbuh menjadi salah satu kota terbesar di dunia pada masa tersebut, dengan bangunan-bangunan megah dan monumen-monumen yang indah seperti Angkor Wat yang masih terdapat di sana hingga sekarang.

Setelah jatuhnya Kerajaan Khmer pada abad ke-15, Phnom Penh menjadi ibu kota Kamboja yang merdeka pada tahun 1953 setelah mengalami masa penjajahan oleh negara-negara lain selama berabad-abad. Sejak saat itu, kota ini terus berkembang menjadi salah satu kota terbesar di Kamboja dan merupakan pusat pemerintahan, keuangan, dan perdagangan negara tersebut.

Baca juga: Ibu Kota Baru Indonesia Lengkap

Astronomis Phnom Penh

Phnom Penh terletak pada koordinat 11,55° LU dan 104,92° BT. Kota ini berada di zona waktu Indochina, yang merupakan satu jam lebih cepat dari waktu standar Greenwich (UTC+7).

Phnom Penh terletak pada garis lintang 11° LU, yang berarti bahwa kota ini terletak di khatulistiwa. Garis lintang ini menentukan sudut kemiringan matahari terhadap horison pada saat matahari terbenam atau terbit. Selama musim panas, matahari terbenam di Phnom Penh lebih cepat dibandingkan dengan musim dingin, sedangkan matahari terbit lebih cepat selama musim dingin.

Phnom Penh juga terletak pada garis bujur 104° BT, yang menentukan arah timur atau barat dari Greenwich. Kota ini terletak lebih ke timur dari Greenwich, sehingga matahari terbit lebih cepat di Phnom Penh dibandingkan dengan negara-negara yang terletak lebih ke barat dari Greenwich.

Kondisi Geografis Phnom Penh

Phnom Penh terletak di tepi Sungai Mekong, yang merupakan salah satu sungai terbesar di Asia Tenggara. Sungai Mekong membelah kota Phnom Penh menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan bagian timur. Bagian barat Phnom Penh terdiri dari daerah-daerah perumahan yang lebih baru dan modern, sementara bagian timur Phnom Penh terdiri dari daerah-daerah perumahan yang lebih tua dan klasik.

Kota Phnom Penh juga terletak di dataran rendah, dengan ketinggian rata-rata sekitar 30 meter di atas permukaan laut. Kota ini dikelilingi oleh dataran yang cukup rata, dengan beberapa bukit kecil yang tersebar di sekitarnya. Phnom Penh juga terdapat di dekat perbatasan dengan Vietnam, yang terletak sekitar 100 km ke arah timur laut dari kota tersebut.

Phnom Penh memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata yang cukup tinggi sepanjang tahun, yang berkisar antara 25°C hingga 35°C. Kota ini juga mengalami musim hujan yang cukup lebat selama bulan-bulan Juni hingga Oktober, dengan curah hujan rata-rata sekitar 2000 mm per tahun. Meskipun demikian, Phnom Penh masih dapat dikunjungi sepanjang tahun karena cuaca yang cenderung cerah dan panas sepanjang hari.

Makanan khas Phnom Penh

Ibu kota Kamboja

Phnom Penh merupakan kota yang kaya akan budaya dan memiliki banyak makanan khas yang menggugah selera. Berikut adalah beberapa makanan khas Phnom Penh yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota tersebut:

  1. Amok: makanan ini terbuat dari ikan atau ayam yang dipanggang dan dibumbui dengan rempah-rempah, kemudian dicelupkan ke dalam santan dan dibungkus dengan daun pisang atau daun kelapa. Amok merupakan makanan khas Kamboja yang sangat lezat dan populer.
  2. Nom banh chok: makanan ini terdiri dari sepotong roti tipis yang disajikan bersama dengan kuah kacang yang disajikan panas. Nom banh chok biasanya disajikan bersama dengan sayuran segar seperti daun bawang, mentimun, atau bawang merah.
  3. Lok lak: makanan ini terdiri dari daging sapi yang dipotong kecil-kecil dan dibakar bersama dengan rempah-rempah, kemudian disajikan bersama dengan sayuran segar seperti mentimun dan bawang merah.
  4. Kuy teav: makanan ini terdiri dari mi yang disajikan dengan kuah yang terbuat dari kaldu daging atau ikan, kemudian ditambahkan dengan bahan-bahan seperti telur, daun bawang, atau irisan daging sapi.
  5. Grilled corn: makanan ini terdiri dari jagung yang dipanggang dan dibumbui dengan rempah-rempah, kemudian disajikan bersama dengan saus keju atau saus mentega. Grilled corn merupakan makanan ringan yang sering dijajakan di jalan-jalan di Phnom Penh.
  6. Fried tarantulas: makanan ini terdiri dari tarantula yang digoreng dan disajikan sebagai makanan ringan. Fried tarantulas merupakan makanan yang cukup unik dan jarang ditemukan di negara-negara lain, namun cukup populer di Phnom Penh.

Budaya Phnom Penh

Phnom Penh merupakan kota yang kaya akan budaya dan memiliki banyak kebiasaan dan tradisi yang unik. Berikut adalah beberapa aspek budaya yang dapat ditemukan di Phnom Penh:

  1. Seni dan budaya: Phnom Penh merupakan kota yang kaya akan seni dan budaya, dengan banyak monumen dan bangunan bersejarah yang terdapat di kota tersebut. Kota ini juga memiliki banyak museum dan galeri seni yang menampilkan karya-karya seni dari Kamboja dan negara-negara lain.
  2. Musik dan tari: Phnom Penh memiliki banyak tradisi musik dan tari yang berasal dari Kamboja. Tari-tari tradisional Kamboja sering dipertunjukkan di acara-acara perayaan atau di taman-taman umum di kota tersebut. Musik tradisional Kamboja juga sering didengarkan di acara-acara perayaan atau di tempat-tempat hiburan di Phnom Penh.
  3. Makanan: Phnom Penh merupakan kota yang kaya akan makanan khas yang menggugah selera. Makanan-makanan khas Kamboja seperti amok, nom banh chok, dan lok lak sering dijajakan di jalan-jalan di kota tersebut dan merupakan makanan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Phnom Penh.
  4. Agama: Phnom Penh merupakan kota yang mayoritas penduduknya beragama Budha, namun juga terdapat beberapa minoritas agama lain seperti Kristen, Islam, dan Hindu. Pemujaan terhadap Dewa Budha merupakan bagian penting dari kebudayaan Kamboja, dan terdapat banyak kuil Budha yang tersebar di seluruh kota Phnom Penh.
  5. Kerajinan tangan: Kerajinan tangan merupakan bagian penting dari kebudayaan Kamboja, dan Phnom Penh merupakan kota yang kaya akan kerajinan tangan yang indah. Kerajinan tangan seperti tikar, tas, dan topi terbuat dari anyaman bambu yang diproduksi oleh para pedagang di pasar-pasar di kota tersebut.

Baca juga: WA GB Apk Mod (GB WhatsApp) Premium Versi Terbaru 2022 Download

Tempat Wisata di Phnom Penh

Phnom Penh merupakan kota yang kaya akan sejarah dan budaya, dengan banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Berikut adalah beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Phnom Penh:

  1. Monumen Nasional Phnom Penh: Monumen Nasional Phnom Penh merupakan monumen bersejarah yang terdiri dari beberapa patung perunggu yang menggambarkan kejayaan Kerajaan Khmer di abad ke-9 hingga abad ke-15. Monumen ini terletak di tengah-tengah kota Phnom Penh dan merupakan salah satu tempat wisata terpopuler di kota tersebut.
  2. Sisa-sisa perang di Phnom Penh: Phnom Penh pernah mengalami masa-masa kekerasan dan perang selama tahun-tahun terakhir, yang menyisakan beberapa sisa-sisa perang yang masih terlihat di kota tersebut. Tempat-tempat seperti Tuol Sleng Genocide Museum dan Killing Fields of Choeung Ek merupakan tempat-tempat yang menghidangkan sejarah tragis Phnom Penh dan merupakan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.
  3. Pasar Rusa Phnom Penh: Pasar Rusa Phnom Penh merupakan pasar terbesar di kota tersebut yang menjual berbag

Hotel di Phnom Penh

Phnom Penh merupakan kota yang memiliki banyak pilihan hotel, mulai dari hotel bintang satu hingga bintang lima. Berikut adalah beberapa hotel terbaik di Phnom Penh yang dapat Anda pertimbangkan saat berkunjung ke kota tersebut:

  1. Hotel Raffles Le Royal: Hotel ini merupakan hotel bintang lima yang terletak di tengah-tengah kota Phnom Penh. Hotel ini menawarkan fasilitas-fasilitas mewah seperti kolam renang luar ruangan, pusat kebugaran, dan spa.
  2. Sofitel Phnom Penh Phokeethra: Hotel ini merupakan hotel bintang lima yang terletak di dekat Monumen Nasional Phnom Penh. Hotel ini menawarkan fasilitas-fasilitas seperti kolam renang luar ruangan, pusat kebugaran, dan spa.
  3. The Plantation Urban Resort & Spa: Hotel ini merupakan hotel bintang empat yang terletak di dekat Pasar Rusa Phnom Penh. Hotel ini menawarkan fasilitas-fasilitas seperti kolam renang luar ruangan, pusat kebugaran, dan spa.
  4. The Quay Hotel: Hotel ini merupakan hotel bintang tiga yang terletak di dekat Sungai Mekong. Hotel ini menawarkan fasilitas-fasilitas seperti kolam renang luar ruangan dan pusat kebugaran.
  5. Sorya Hostel: Hostel ini merupakan penginapan bintang dua yang terletak di dekat Pasar Rusa Phnom Penh. Hostel ini menawarkan fasilitas-fasilitas seperti kamar bersama dan kamar pribadi, serta akses ke internet gratis.

Pastikan untuk melakukan pengecekan harga dan membaca ulasan para tamu sebelum memutuskan hotel yang akan Anda pilih. Selain itu, jangan lupa untuk membawa paspor Anda saat check-in di hotel, karena paspor merupakan dokumen yang diwajibkan untuk check-in di hotel di Kamboja.

Artikel terkait

Baca juga: Temukan Tempat Makan dan Tempat Hangout Terbaik di Kota Anda

Back to top button