Spasial

Letak Geografis, Astronomis dan Geologis Jepang Beserta Keuntungannya

Letak Geografis Jepang – Jepang merupakan salah satu negara yang cukup maju di kawasan Asia Timur. Hal ini tak lepas dari kemajuan pendidikan serta Ilmu pengetahuan di negara Jepang. Karena terletak pada pertemuan lempengan kerak bumi, mengakibatkan kondisi tanahnya menjadi labil serta sering terjadi gempa yang dapat memicu tsunami. Meskipun kawasannya cukup rawan, namun masyarakat Jepang sudah membiasakan diri dengan keadaan tersebut serta memiliki kesadaran yang sangat tinggi.

Sejarah negara Jepang juga tidak dapat lepas dari Indonesia serta keduanya memiliki hubungan bilateral yang cukup erat. Kebudayaan di negara Jepang juga cukup beragam serta memiliki kekhasan yang cukup unik mulai dari baju sampai pakaian adatnya. Musim sakura yang ada di Jepang juga telah mengundang perhatian banyak wisatawan untuk datang berkunjung kesana (lihat disini Peta Jepang).

Letak Geografis Jepang

Luas wilayah yang dimiliki oleh negara Jepang sekitar 376.520 km2 yang terdiri dari ribuan pulau besar maupun kecil. Beberapa pulau terbesar yang dimiliki Jepang yaitu Hokkaido, Shikoku, Honsu, dan Kyusu. Negara Jepang berbentuk monarki konstitusional yang dipimpin oleh seorang perdana menteri.

Ibukota negara Jepang berlokasi di Tokyo. Kepadatan penduduk di negara ini dapat dikendalikan meskipun untuk beberapa kota besar memiliki jumlah penghuninya yang cukup banyak jika dibanding dengan daerah pedesaan. Apabila dilihat secara geografis, maka letak geografis negara Jepang adalah:

Pinjaman Online
  • Bagian Sebelah barat berbatasan dengan Laut Jepang dan Selat Korea
  • Bagian Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Pasifik
  • Bagian Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Filipina dan Laut Cina Timur
  • Bagian Sebelah utara berbatasan dengan Laut Okhstosk

Letak Astronomis Jepang

Wilayah Jepang dilalui oleh jalur rangkaian gunung api Asia Pasifik yang cukup aktif. Wilayah ini mungkin terlihat berbahaya namun demikian sebenarnya memberikan cukup banyak keuntungan terutama dari sektor pertanian serta perikanan. Jika di lihat dari garis khayal yang membentang di atas negara ini, maka letak astronomis Jepang adalah:

  • Dilihat dari penampang garis lintang yang terbentang dari utara ke selatan adalah 30°LU sampai 47°LU
  • Dilihat dari garis bujur yang melewati wilayah Jepang dari barat ke timur adalah128°BT sampai 146°BT

Negara ini memiliki karakter wilayah yang mirip dengan Indonesia dengan memiliki beberapa pulau besar dan kecil. Batas lautnya juga cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan untuk pertahanan serta mata pencaharian bagi penduduk sekitar.

letak astronomis, geografis, dan geologi jepang

Letak Geologis Jepang

Wilayah dari negara Jepang memiliki karakter yang cukup berbeda-beda, diantaranya adalah berupa pegunungan, dataran tinggi, serta kepulauan. Namun, sebagian besar wilayahnya berupa daratan yang dapat dimanfaatkan sebagai pemukiman serta lahan untuk bercocok tanam.

Daerah pegunungan di Jepang juga memiliki kesuburan tanah yang cukup tinggi meskipun terdapat gunung yang masih aktif. Letak geologis dari negara ini di bagi menjadi sejumlah bagian, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dataran tinggi yang berada di sekitar area gunung fuji serta gunung berapi lainnya yang berlokasi di pulau Honshu
  • Dataran rendah seperti dataran rendah berlokasi di Kwanto, Nobi, dan Kinki
  • Daerah pantai yang lokasi terbesarnya berada di Danau Bima Kyoto

Keuntungan Letak Geografis Jepang

Masyarakat Internasional mengenal Jepang sebagai negara yang menawarkan keindahan bentang alamnya serta keragaman budaya. Ini semua sangat berkaitan erat dengan kondisi geografis negara tersebut yang telah disampaikan diatas. Adapun keuntungan lainnya yang dimiliki oleh negara Jepang adalah:

1. Memiliki Empat musim
Jepang adalah salah satu negara di wilayah Asia yang memiliki 4 musim setiap tahunnya yaitu musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim salju. Setiap wilayah memiliki rentan yang tidak sama, ada yang musim panas lebih lama ataupun sebaliknya.

2. Perekonomian yang maju
Negara Jepang menganut sistem perekonomian bebas yang sangat menunjang bagi produksi beberapa barang elektronik. Selain itu pertambangan serta pertanian di negara ini juga cukup maju. Jumlah ikan yang ada di perairan Jepang juga cukup melimpah sehingga banyak penduduknya yang juga berprofesi sebagai nelayan.

3. Kebudayaan yang beragam
Harajuku, origami, kabuki, budaya minum teh, serta kimono adalah merupakan beberapa budaya yang masih terpelihara sampai saat ini. Wilayah Jepang yang terbagi dalam beberapa perfektur membuat masing-masing daerah memiliki budaya sendiri dengan menunjukkan kekhasannya masing-masing.

Jepang menjadi salah satu negara yang wajib untuk dicontoh karena telah berhasil menembus pasar global serta produk buatannya juga sudah mendunia.

Penduduk Negara Jepang

Jepang adalah merupakan Negara terbesar ketujuh jika dilihat dari jumlah penduduknya setelah Cina, India, Rusia, Amerika Serikat, Indonesia, serta Brasil. Populasi negara Jepang pada tahun 2010 adalah berjumlah 128.057.352 dengan luas wilayah 378,000 km2. Dalam riset Urban Geography kota-kota di Jepang dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelas utama yaitu kota utama, kota tua – besar, kota pusat region, serta ibukota provinsi. Terdapat tiga kota utama di Jepang, yaitu Tokyo, Osaka dan Nagoya, sementara itu yang termasuk ke dalam enam kota – tua besar adalah Tokyo, Nagoya, Osaka, Kyoto, Hiroshima, dan Fukuoka. Yang menjadi kota pusat region dari utara ke selatan adalah Sapporo, Sendai, Hiroshima, dan Fukuoka, sementara ibukota provinsinya adalah Tokyo.

Sebagian besar populasi penduduk negara ini terkonsentrasi pada daerah perkotaan, dimana populasi terbesar berada di Tokyo, diikuti dengan Yokohama, Osaka, Nagoya, serta Sapporo. Sebagian besar penduduk negara Jepang terkonsentrasi pada perkotaan, dengan tingkat kepadatan hingga 91% pada tahun 2010. Namun, tingkat pertumbuhan pendudukan nasional sejak tahun 2000 sampai tahun 2010 hanya berada pada tingkat 0.9%, dengan tingkat pertumbuhan penduduk pada wilayah perkotaan sebesar 4%.

Populasi penduduk Jepang pada tahun 1950 adalah tidak lebih dari 100 juta jiwa dan pada periode 1960 sampai dengan 2000 populasi penduduk didominasi oleh penduduk usia 20 – 64 tahun. Tetapi, sejak tahun 2010 tren populasi penduduk dengan usia muda menurun, sementara populasi penduduk dengan usia tua (>65 tahun) terus meningkat. Dari tahun 1950 hingga tahun 2010, dalam kurun waktu 60 tahun, pertumbuhan penduduk di Jepang hanya sekitar 28 juta jiwa. Rasio populasi penduduk usia >65 tahun terus meningkat dari tahun ke tahun, dan di prediksi bahwa kemungkinan pada tahun 2060, rasio populasi penduduk usia >65 tahun akan mencapai 40% dari seluruh total populasi penduduk yang ada di Jepang.

Tingkat kelahiran penduduk yang terjadi di Jepang juga menunjukkan tren yang terus menurun sejak tahun 1970. Saat ini, tingkat kelahiran penduduk di negara Jepang berada di bawah 1.5, yang menunjukkan bahwa Jepang sedang mengalami permasalahan serius dalam hal pertumbuhan penduduk. Karena untuk dapat mempertahankan keberlangsungan suatu budaya, ekonomi, atau bahkan suatu negara, paling tidak dibutuhkan tingkat kelahiran diatas 2.1.

image

Jepang mengalami dua kali ledakan kelahiran bayi, yaitu pad periode 1947 – 1949 dan periode 1971 – 1974. Pada tahun 1966, dikenal dengan periode Hinoeuma, yaitu merupakan sebuah periode dimana tingkat kelahiran bayi yang terjadi di Jepang sangat rendah apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hinoeuma atau juga dikenal juga dengan tahun Fire Horse, dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai tahun yang buruk, mereka percaya apabila bayi-bayi perempuan yang dilahirkan pada tahun itu ditakdirkan akan membunuh suami-suami mereka di masa depan. Sehingga kemudian sebagian besar pasangan yang menikah pada tahun tersebut menunda kehamilan dengan menggunakan metode kontrasepsi, dalam periode dua hingga enam tahun sejak pernikahan. Menurut Sensus Nasional 2005 yang dilakukan oleh Ministry of Internal Affairs and Communications, tingkat populasi usia 25 – 39 yang tidak menikah terus meningkat. Pria usia 25 – 29 meningkat menjadi 71.4%, usia 30 –34 menjadi 47.1%, dan usia 35 – 39 menjadi 30%. Sementara wanita usia 25 – 29 meningkat menjadi 59%, usia 30 – 34 menjadi 32%, dan usia 35 – 39 menjadi 18.4%. Lebih lanjut, pada tahun 1975 populasi pria yang tidak menikah seumur hidupnya hanya 2.12%, dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 15.96%, sedangkan wanita dari 4,32% pada tahun 1975 meningkat menjadi 7.25% pada tahun 2005.

Sebagian besar penduduk Jepang adalah merupakan bagian dari Ras Asiatic Mongoloid. Ras ini memiliki ciri-ciri kulit kuning, rambut hitam lurus, mata sipit, serta postur tubuhnya sekitar 165 – 170 cm. Penduduk aslinya ialah Bangsa Ainu (Ras Mongoloid) yang memiliki ciri-ciri Kepala lonjong, tubuh berbulu, serta mata tidak sipit. Suku Ainu ini banyak tinggal dipulau Hokaido. Mayoritas dari penduduk Jepang beragama Shinto 50,3 %, Budha 44 %, agama lain 4,7 %, dan Kristen 1 %.

image

Artikel terkait

Back to top button