Lingkungan Hidup

7 Faktor Penyebab Bumi Menjadi Semakin Panas

Bumi Panas – Apakah kalian merasakan kalau suhu akhir-akhir ini menjadi semakin meningkat? Mungkin beberapa di antara kalian juga pernah mendengar tentang istilah pemanasan global atau global warming. Sudah sejak lama kalau banyak pihak yang mendukung agar dunia melakukan gerakan Go Green untuk dapat mengurangi pemanasan global saat ini.

Pemanasan global bukan terjadi hanya di Indonesia saja. Akan tetapi seluruh bagian di muka bumi pun turut terkena dampak pemanasan global. Hal ini juga turut menjadi bahan penelitian bagi sejumlah para ahli, apakah benar bahwa bumi telah mengalami peningkatan suhu. Serta hasil dari penelitian para ahli tersebut cukup mengejutkan. Pemanasan global ternyata sudah terjadi sejak pada akhir abad ke 18. Penyebab utama dari terus meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi adalah berasal dari sejumlah kegiatan yang di lakukan oleh manusia. Beberapa bukti telah menunjukan bahwa peningkatan suhu telah terjadi dalam kurun periode 60 tahun terakhir ini. Terus bagaimana dapat terjadinya pemanasan global? Nah, berikut adalah beberapa penjelasannya.

Pemanasan global atau Global Warming terjadi akibat adanya efek rumah kaca atau yang biasa dikenal dengan sebutan Green House Effect. Terus apa itu efek rumah kaca? Efek rumah kaca adalah merupakan kondisi dimana panas yang berasal dari matahari kemudian masuk ke dalam atmosfer bumi, akan tetapi tidak dapat keluar kembali keluar angkasa. Kenapa dapat terjadi begitu?

Sebenarnya, hal ini adalah merupakan fenomena alam yang cukup normal. Sinar matahari yang masuk ke dalam bumi berwujud dalam gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang yang cukup pendek. Hal itulah yang telah menyebabkan bumi menjadi hangat. Sedangkan bumi sendiri akan memantulkan kembali gelombang radiasi tersebut kedalam bentuk gelombang infrared serta sinar ulta violet. Sinar-sinar tersebut yang akan menembus atmosfer serta sebagian lagi akan kembali lagi ke arah bumi. Kejadian tersebut akan berlangsung kalau kandungan gas-gas yang terdapat di dalam atmosfer bumi seperti H2O, CH4, CO2, serta gas – gas yang lain berada didalam kondisi yang cukup ideal.

Pinjaman Online

Baca juga: Sumber Energi yang Paling Aman Bagi Lingkungan Adalah Berikut

Bersamaan dengan berkembangnya zaman serta semakin meningkatnya jumlah umat manusia. Sudah banyak terjadi peningkatan polusi udara yang berasal dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Seperti contoh gas metana (CH4) yang berasal dari asap kendaraan bermotor serta industri. Tak hanya metana saja, terdapat juga N2O, CFC, hidrofluorokarbon, serta sulfur hexaflorida. Gas – gas tersebut masuk ke dalam gas rumah kaca. Gas – gas tersebut yang kemudian telah menutupi atmosfer bumi.

Apabila jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer bumi semakin banyak, gelombang infra red serta sinar ultra violet yang dipancarkan oleh bumi akan kembali lagi ke bumi. Karena gas rumah kaca menghalangi sinar – sinar tersebut untuk keluar dari atmosfer. Akibatnya suhu bumi menjadi lebih hangat. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global atau  global warming yang membuat suhu di bumi menjadi meningkat serta semakin panas.

Akibat pemanasan global ini tidaklah main-main. Banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini terutama bagi manusia. Perubahan suhu bumi yang meningkat berpengaruh pada perubahan iklim yang cukup ekstrim di beberapa belahan bumi. Tentunya ini berdampak pada ekosistem – ekosistem lainnya terutama hutan yang bertugas untuk menyerap kebanyakan karbondioksida juga turut terganggu.

Sebagian gunung – gunung es yang berada di kutub utara juga terkena akibat sebagai akibat dari pemanasan global. Para ilmuan memperhitungkan kalau pada tahun 2040, lapisan es yang berada di kedua kutub akan habis menjadi cair. Mencairnya gunung – gunung es mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Permukaan air laut yang lain ternyata memberikan ancaman lain bagi pulau – pulau kecil. Apabila ini terus berlanjut, ada kemungkinan pulau – pulau tersebut akan tenggelam di kemudian hari.

Faktor penyebab Bumi Semakin Panas

Terdapat banyak faktor yang telah menyebabkan bumi menjadi semakin panas. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab Bumi semakin panas:

  1. Berubahnya pusat sudut rotasi bumi

Planet bumi berotasi pada sumbunya. Namun sumbu bumi tidaklah tegak lurus, melainkan membentuk sudut. Bersamaan berjalannya waktu, sudut tersebut telah berubah sekitar 41.000 tahun. Pada awalnya sudut tersebut sebesar 22,1 derajat menjadi 24,5 derajat serta kembali lagi. Saat sudut menjadi 24,5 derajat, musim panas menjadi lebih hangat serta musim dingin menjadi lebih dingin.

  1. Karbondioksida yang terkandung di lautan

Di dalam lautan mengandung karbondioksida yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan kandungan yang terdapat di atmosfer. Lautan juga dapat menyerap karbondioksida yang berasal dari atmosfer. Ketika karbondioksida di lautan tidak lagi dapat menyerap panas seperti halnya yang dilakukan oleh atmosfer. Apabila karbondioksida dari lautan terlepas serta bergerak ke arah atmosfer, hal inilah yang berkontribusi meningkatkan bumi menjadi panas.

Baca juga: Pengertian Lingkungan Hidup dan Jenisnya

  1. Lempeng tektonik serta erupsi gunung berapi

Rupanya pergerakan lempeng tektonik menyebabkan pergeseran benua dari posisi sebelumnya. Seperti, 300 juta tahun yang lalu Inggris berada di dekat garis ekuator di mana wilayah tersebut lebih panas dari pada saat ini. Pergerakan lempeng tektonik juga telah menyebabkan perubahan gunung berapi serta pegunungan yang juga turut berkontribusi terhadap perubahan iklim. Gunung berapi memberikan efek pada perubahan suhu, terutama saat terjadi erupsi yang menghasilkan gas serta debu vulkanik yang terlempar ke atmosfer bumi. Gas serta debu yang menutupi atmosfer bumi dapat membuat bumi menjadi panas atau menjadi dingin, hal itu tergantung dari kandungan gas yang terkandung dari gunung berapi.

  1. Arus laut

Arus laut ternyata juga berpengaruh meningkatkan suhu bumi. Arus laut membawa hawa panas keseluruh bagian bumi. Arah dari arus laut ini dapat berubah – ubah sehingga beberapa tempat dapat lebih hangat serta tempat lain dapat lebih dingin. Lautan dapat menyimpan panas dalam jumlah yang besar. Sehingga perubahan kecil di arus laut dapat memberikan efek terhadap iklim global.

  1. Vegetasi yang menutupi daratan

Dalam skala global, pola dari vegetasi serta iklim mempunyai hubungan yang cukup erat. Vegetasi – vegetasi akan menyerap karbondioksida serta juga dapat sebagai penyangga dari efek yang diberikan oleh pemanasan global.

  1. Dampak meteorid

Meteorid juga berkontribusi terhadap perubahan iklim yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Seperti contoh Kawah Chicxulub yang berada di Yucatan Peninsula di Mexico. Dampak yang besar diberikan oleh kawah meteorid tersebut menyebabkan debu serta gas-gas melambung ke atmosfer serta menghalangi masuknya sinar matahari. Materials – materials ini mengisolasi bumi dari radiasi matahari serta menyebabkan suhu global menjadi turun. Hal ini terjadi selama beberapa tahun.

  1. Dampak dari keseluruhan

Setiap faktor – faktor yang berada di atas memberikan kontribusi terhadap perubahan suhu serta iklim di bumi. Serta dampaknya akan semakin besar jika beberapa faktor tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya serta akan menjadi lebih sulit. Perubahan di salah satunya dapat menjadi pemicu bagi perubahan yang lainnya.

Sebagai contoh, kita tahu kalau lautan dapat menyerap karbondioksida dari atmosfer. Apabila jumlah karbondioksida di atmosfer meningkat, suhu di bumi juga akan naik. Hal ini juga berdampak pada lautan. Lautan yang hangat akan kurang dapat menyerap CO2 daripada lautan yang dingin. Saat suhu lautan meningkat, lautan akan melepas CO2 ke atmosfer. Hal ini dapat menyebabkan suku meningkat kembali. Proses ini dinamakan umpan balik.

Itulah beberapa penyebab bumi semakin panas. Semoga data ini dapat berguna.

Artikel terkait

Back to top button