KegiatanLingkungan Hidup

Rapat Koordinasi dan sosialisasi Penataan Sungai Citarum

WhatsApp Image 2018-01-16 at 10.14.57

Bandung, 16 Januari 2018 Asisten Deputi Gubernur Bidang Lingkungan Hidup menghadiri undangan  Rapat Koordinasi dan sosialisasi Penataan Sungai Citarum di Aula Barat Gedung Sate. Jalan Diponegoro No.22 Bandung. Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wakil Gubernur Prov. Jawa Barat, Kepala Staf Daerah Militer Siliwangi, Unsur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Kepala Dinas Kabupaten /Kota lingkungan Jawa Barat, Unsur Pengusaha dan sebagainya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman  dalam paparannya menyampaikan beberapa hal antara lain : Peran Sungai Citarum berupa : Luas daerah aliran sungai 132.334 m2 Masyarakat Pemanfaat (Jabar & DKI) 27,5 juta jiwa,  Pembangkit Listrik  Tenaga Air (PLTA) 1880 MW,  Sumber Air Minum Penduduk Jakarta yaitu sebesar  80%, Mengairi lahan pertanian seluas 420.000 Hektar.

Masalah Sungai Citarum berupa :

Pinjaman Online

Kerusakan Hutan Alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan atau persawahan. Peningkatan lahan kritis akibat alih fungsi lahan dan pemanfaatan lahan yang berlebihan di DAS Citarum menyebabkan penurunan kualitas sungai citarum. Akibat Erosi di wilayah hulu menyebabkan sedimentasi dan pendangkalan pada wilayah hilir. Dampak langsung dari erosi dan sedimentasi ini adalah banjir di wilayah cekungan bandung (Kota dan Kab Bandung). Pembuangan Limbah Industri 236 industri tekstil, dimana 90% tidak memiliki IPAL 280 ton limbah kimia per hari serta limbah medis (HIV). Kadar mercuri dalam ikan budidaya (lele dan ikan mas) di sungai citarum jauh melebihi ambang batas aman. Kandungan logam berat (Besi dan mangaan) pada DAS Citarum juga melebihi ambang batas aman Pembuangan Limbah Domestik Sampah padat organic dan non organic diperkirakan mencapai 20.4ribu ton/hari dengan 71% tidak terangkut. Kotoran manusia dan ternak masing-masing mencapai 35 ton dan 56 ton/hari.

Dampak tercemarnya sungai citarum berupa : Jumlah bakteri E.Coli yang melebihi batas aman. Ditemukannya bakteri Pseudomonas Aeruginosa penyebab radang selaput mata, otak dan kemih yang memiliki kekebalan terhadap banyak antibiotik.

CITARUM MENJADI PERHATIAN PRESIDEN “Pertengahan Januari 2018 akan kita mulai dari hulu ke hilir perbaikan, revitalisasi yang ada di Sungai Citarum, karena dari informasi dan data bahwa Citarum sangat kotor”  “ Pembenahan total sampai selesai baik berupa reviltalisasi lahan dan hal-hal berkaitan anak sungai, limbah pabrik kita lihat menyeluruh. Agar Citarum betul-betul bermanfaat bagi pertanian, air baku akan kembali bersih dinikmati untuk kehidupan “

Rangkaian Pertemuan Yang Telah Dilakukan yaitu 11 pertemuan. Execution Plan berupa :

  • Panjang Citarum 297 km dibagi menjadi 22 sektor.
  • Kolonel/Pamen TNI menjadi koordinator masing-masing sektor untuk:
  • Tim sosialisasi terdiri dari TNI, Polri, Ahli Hukum, Pakar Lingkungan, Budayawan, Aktivis, Mahasiswa, Wartawan, dan lain-lain.
  • Tim Aksi dengan melibatkan lintas Kementerianterian untuk kegiatan-kegiatan seperti penghijauan dan penanaman pohon, pembuatan MCK, Pipa Gendong dan WC Komunal, alih profesi perambah hutan dan petani KJA, pengolahan kotoran ternak, pengangkatan sedimentasi, pengembangan dan pembangunan TPS 3R.
  • Tim gabungan Polri, Kementerianterian LHK, dan Kejaksaan untuk penegakan hukum
  • Rencana Aksi Detail Penanganan sampah terpadu Kementerian LHK, Pemda, TNI, Swasta
  • Pembersihan limbah padat dan tanaman gulma Kementerian LHK, PUPR, Pemda, TNI, Polri, Masyarakat
  • Normalisasi badan sungai / Pengerukan Sedimen Kementerian PUPR (BBWSC), Zeni TNI AD, Pemda
  • Bioremediasi Kementeriantan, Kementerian LHK, BUMN, TNI, Swasta
  • Optimasi Penggunaan IPAL Milik Perusahaan Kementerian LHK, Kementerian Perindustrian, Kejaksaan Agung, Polri, Perusahaan
  • Pembangunan IPAL Komunal Kementerian LHK, Kementerian Perindustrian, Pemda, Swasta
  • Edukasi dan Sosialisasi Kementerian Ristek Dikti, Kementerian Dikbud, Penggiat Lingkungan, Swasta, Budayawan, Toga, Tomas dan Negara Sahabat
  • Penegakan Hukum Kementerian LHK (Ditjen Gakkum), Kejagung (Kejati Jabar), Polri (Polda Jabar)

Kesimpulan : Kondisi Ekosistem Sungai Citarum sudah sangat memprihatinkan (sungai terjorok didunia), perlu segera tindakan pemulihan secara terpadu. Roadmap Citarum sd 2040 (Bappenas) dapat digunakan sebagai referensi utama dalam pelaksanaan Penataan Sungai Citarum Perlu payung hukum berupa Peraturan Presiden untuk menyinergikan dan mengoordinasikan K/L, TNI, POLRI, Pemda dan stakeholders lainnya dalam bentuk SATUAN TUGAS. Perlu pencanangan secara resmi terkait Penataan Sungai Citarum oleh Bapak Presiden RI (tanggal 1 Februari 2018).

WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.39.58

 

 

 

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button