Kliping

“Jika Infrastruktur Baik, Genangan Akan Cepat Surut”

Pemandangan gedung bertingkat dengan gumpalan awan hitam yang menggelayut diatas langit Kota Jakarta terlihat dari Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk berupa hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sebagian wilayah di Jabodetabek. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Pemandangan gedung bertingkat dengan gumpalan awan hitam yang menggelayut diatas langit Kota Jakarta terlihat dari Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk berupa hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sebagian wilayah di Jabodetabek. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS. com — Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Hary Tirto Djatmiko mengatakan, tahun 2017 musim hujan di Jabodetabek bertipe normal.

“Jadi, sekenario tahun ini adalah sekenario tahun normal. Kalau kita bandingkan dengan tahun 2015, tidak sekering 2015 dan tidak sebasah 2016,” kata Hary kepada Kompas.com, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, meski bertipe normal, potensi genangan air hingga banjir tetap ada jika hujan deras berbarengan dengan pasang air laut.

“Pasang air laut atau rob ini biasanya terjadi pada bulan purnama, bisa dilihat di kalender. Namun, kalau infrastruktur mendukung, seharusnya genangan akan surut dengan cepat, tak seperti pada tipe basah,” ujarnya.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Baca juga: BMKG: Tak Ada Siklus Banjir 5 Tahunan, Setiap Tahun Ada Potensi Banjir

Normalnya, lanjut dia, bulan Desember hingga Januari merupakan puncak hujan. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Yang membedakan 2016 itu tahun basah, jadi sepanjang tahun itu hujan terus. Tahun ini normalnya sampai Februari saja. Kita updatesetiap hari infonya,” ucap Hary.

Baca juga: Mengapa Sejumlah Wilayah di Pesanggrahan Banjir Lagi?

Hary mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan banjir karena pasang atau surutnya air laut pasti terjadi setiap bulannya.

“Jadi, waktu genangan terjadi bisa lebih siap. Karena rob yang ditandai dengan bulan purnama itu setiap bulan terjadi,” ujarnya.

Baca juga: Kompleks BPPT Meruya dari 2007 Bebas Banjir, Kini Tergenang Lagi

Baca juga :  Pengawasan Sarana dan Prasarana Tata Air Diintensifkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button