Kliping

Palyja Tak Maksimal, PDAM Tangerang Akan Jual Air Curah ke Pihak Lain

Direktur Teknik PDAM Tirta Kerta Raharja Tangerang Ida Farida(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA )
Direktur Teknik PDAM Tirta Kerta Raharja Tangerang Ida Farida(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA )

TANGERANG, KOMPAS.com – Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Tirta Kerta Raharja Tangerang memberi batas waktu hingga Desember 2017 kepada Palyja terkait kontrak kerja sama terkait pembelian air curah.

Menurut PDAM Tangerang, Palyja tidak memanfaatkan air curah yang mereka beli sesuai kontrak dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Serpong sebanyak 200 liter per detik.

Dalam kontrak kerja sama tersebut, Palyja membeli air curah dari PDAM Tangerang untuk melayani pelanggan warga DKI Jakarta wilayah barat.

“Kami akan minta kejelasan dan tunggu sampai akhir tahun ini. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan jual ke pihak lain, karena sayang air itu tidak digunakan sementara IPAL kami memproduksi air bersih terus tiap hari,” kata Direktur Teknik PDAM Tirta Kerta Raharja Tangerang Ida Farida pada Selasa (26/9/2017).

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Baca: PDAM Tangerang Sebut Palyja Tak Maksimalkan Pasokan Air untuk Jakarta

Menurut Ida, berdasarkan kontrak kerja sama Palyja mengalirkan air untuk pelanggannya dari IPAL Serpong sebanyak 2.800 liter per detik.

Selain dari IPAL Serpong, Palyja juga menerima air curah dari IPAL Cikokol sebesar 75 liter per detik.

Ida menambahkan, pembangunan IPAL Serpong memang disiapkan khusus untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke wilayah Jakarta, karena Jakarta tidak memiliki sumber air baku.

“Kami sudah sering komunikasi dengan Palyja melalui PAM Jaya, tapi sampai sekarang kami tidak tahu kenapa yang 200 liter per detik itu tidak dimanfaatkan,” tutur Ida.

Baca juga :  Pengembang Tegaskan Rumah DP 0 di Rorotan Bukan Program DKI

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button