KegiatanLingkungan HidupTata Ruang

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menjadi Pembicara di Acara @america terkait Pertanian Perkotaan (Urban Farming)

20170802_202938

Jakarta, 2 Agustus 2017.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menjadi Pembicara di Acara @america terkait Pertanian Perkotaan (Urban Farming).

Pertemuan dibuka oleh pihak @america dan menghadirkan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup; Michael Cady dan Istifarini (penggiat Start-up Company); dan Pihak Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI) sebagai pembiacara serta dihadiri ketua IAI DKI Jakarta sebagai Moderator.

Pinjaman Online

20170802_203212

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membahas kegiatan pertanian perkotaan (urban farming), kebutuhan para penggiatnya, serta potensi pengembangannya di masa depan (khususnya di DKI Jakarta).

Istifarini membuka acara dengan menjelaskan bahwa Pertanian perkotaan bisa menjadi salah satu hal yang berkembang pesat di DKI Jakarta sehingga bisa menjadi salah satu peluang bagi bisnis start-up company. Seiringan dengan hal tersebut, Michael Cady menguraikan beberapa hal, berupa:

  1. Komunitas merupakan komponen penting dalam pelaksanaan pertanian perkotaan sehingga perlu untuk mengiktsertakan komunitas.
  2. Untuk menggiatkan pertanian perkotaan juga diperlukan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, pihak swasta, serta komunitas. Oleh karena itu, dibutuhkan political will pula dari pemerintah untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan.
  3. Jika hal tersebut bisa berjalan lancar, maka kegiatan pertanian perkotaan akan bisa menjadi suatu gerakn yang besar sehingga bisa membantu kota dalam aspek ketahanan pangan. Seperti yang terjadi di Minneapolis, Amerika Serika pada tahun 2016 yang telah memiliki 295 taman milik komunitas, 35 pasar penggiat pertanian perkotaan, 281 koperasi peternakan ayam, 93 peternak lebah, dan berbagai taman pribadi. Hal ini bisa dicapai oleh Minneapolis hanya dalam 8 (delapan) tahun semenjak dicanangkannya program pertanian perkotaan oleh pemerintah setempat.

20170802_200208

Pada kesempatan ini, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menjelaskan kegiatan pertanian perkotaa di DKI Jakarta berupa:

  1. Kegiatan pertanian perkotaan di DKI Jakarta dilakukan berdasarkan 2 (dua) hal, yaitu: (i) ketahanan pangan untuk besarnya jumlah penduduk DKI Jakarta dan (ii) pemenuhan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang masih sangat minim di DKI Jakarta (9,98% luas lahan DKI Jakarta) berupa pengurangan emisi Gas CO2.
  2. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyadari bahwa pertanian perkotaan bisa menjadi solusi atas kedua masalah tersebut dan sudah melakukan pertanian perkotaan dalam skala kecil (gang perumahan) dan menengah (di pekarangan gedung, Rumah Susun, dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) serta dimasukkan ke dalam rencana pembangunan daerah (RPJPD 2005-2025, dan RPJMD 2013-2017).
  3. DKI Jakarta juga telah memiliki “Komitmen 30:30” untuk mengurangi konsumsi energi dan air dan mengurangi emisi gas CO2 sebesar 30% pada tahun 2030. Dalam hal pengurangan emisi CO2, Pertanian perkotaan bisa membantu DKI Jakarta dalam mewujudkan “Komitmen 30:30”.
  4. Proses pertanian perkotaan ini juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lakukan pada lahan terlantar di DKI Jakarta yang jumlahnya tidak sedikit. Hal ini dilakukan dengan dasar regulasi Keputusan Gubernur.
  5. Kegiatan pertanian perkotaan di DKI Jakarta akan juga difokuskan pada Rumah Susun untuk membantu perekonomian penghuni rusun nantiany.
  6. Untuk menggiatkan kegiatan pertanian perkotaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan memberikan skema insentif dan disinsentif; penyediaan bibit; serta peningkatan kapasitas untuk para penggiat pertanian perkotaan.
  7. Meskipun begitu, tetap dibutuhkan bantuan dari sektor swasta untuk penyediaan bibit dalam skala besar dan peningkatan kapasitas bagi para penggiat pertanian perkotaan sehingga pertanian perkotaan bisa menjadi sebuah “gerakan” yang besar.

Pihak Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI) juga menjelaskan bahwa kegiatan pertanian perkotaan ini akan memerlukan keahlian tersendiri di masa depan, terutama pada bidang desain bangunan yang akan memraktekkan pertanian perkotaan. Oleh karena itu, dibutuhkan sertifikasi bagi para penggiat perkotaan agar hasil dari pertanian perkotaan bisa maksimal.

20170802_203346

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button