Kliping

Penanganan Sampah Tidak Kenal Libur Panjang

Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengumpulkan sampah dari saluran air di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Senin (26/6). Setiap kelurahan tetap menugaskan pekerja PPSU bekerja pada hari libur. Penerapan sistem piket ini berbeda di tiap kelurahan(KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA)
Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengumpulkan sampah dari saluran air di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Senin (26/6). Setiap kelurahan tetap menugaskan pekerja PPSU bekerja pada hari libur. Penerapan sistem piket ini berbeda di tiap kelurahan(KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA)

JAKARTA, KOMPAS — Kebersihan Ibu Kota tetap dijaga di tengah libur panjang Idul Fitri. Setiap kelurahan di Provinsi DKI Jakarta tetap menugaskan petugas penanganan prasarana dan sarana umum atauPPSU untuk bekerja di tengah hari libur nasional.

Ada kelurahan yang tidak membedakan sistem kerja hari raya Lebaran dengan hari biasa, tetapi ada juga yang memberi kesempatan pekerjaPPSU yang merayakan Idul Fitri untuk tidak masuk dalam dua hari itu.

“Beginilah suka-duka jadi PPSU. Sudah tanggung jawab,” kata Kepala Regu 5 Penanganan Saluran Penghubung (Phb) M Zein di Pasar Rawa Badak, Jakarta Utara, Senin (26/6).

Ia menggunakan telepon selulernya untuk memotret saluran di seberang pasar sebelum dan sesudah pembersihan sebagai bahan laporan.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Mereka bekerja seperti biasa, mulai pukul 07.00, dan beristirahat pada pukul 11.30-13.00. Lalu pulang pada pukul 15.00. Dari total 11 anggota Regu 5, ada sembilan anggota yang masuk. Dua orang dapat jatah libur setelah piket malam, sedangkan pada Lebaran hari pertama, semua anggota regu masuk.

Staf yang merayakan Idul Fitri diberi kesempatan mengikuti shalat Id dan bersilaturahim. Hari Minggu, mereka baru mulai bekerja pukul 10.00.

Supriyatno, anggota Regu 5, mengatakan, pekerja PPSU harus terus masuk meski hari libur nasional. Sebab, penanganan sampah harus berkelanjutan.

“Ditinggal sehari saja, sampah sudah menumpuk,” ujarnya.

Meski demikian, tetap ada pekerja PPSU yang mengambil cuti, tetapi hanya sebagian kecil. Dari total 98 pekerja PPSU di Kelurahan Rawa Badak Utara, misalnya, ada 20-an yang cuti Lebaran. Mereka adalah yang berasal dari tempat jauh, terutama luar Pulau Jawa.

Baca juga :  Sosialisasi Kurang, Warga Masih Bingung

Di Kelurahan Koja, hanya enam pekerja PPSU yang bertugas kemarin Senin, yakni empat laki-laki dan dua perempuan. Mereka semua non-Muslim. Salah satu pekerja PPSU yang sudah berkarya sejak 2014, Rio Hengki, mengatakan, itu sudah jadi pola kerja tetap di Koja sejak awalPPSU dibentuk di tingkat kelurahan.

“Nanti bulan 12 (saat perayaan Natal) bergantian, kami yang libur 2-4 hari. Saling mengerti- lah,” ucap Rio. Namun, mereka yang cuti Lebaran tidak bisa cuti serentak pada hari yang sama karena harus ada yang bertugas pada hari-hari selain dua hari raya Lebaran, meskipun pegawai negeri sipil mendapat jatah libur bersama 23-30 Juni.

Rekan kerja Rio, Mangasi Pasaribu (37), menambahkan, pada hari biasa, ada 83 pekerja PPSU untuk menjangkau penanganan sarana dan prasarana umum di 13 RW. Rio, misalnya, bertugas untuk menjamin kebersihan di RW 006 hingga gang-gangnya.

Karena hanya ada enam petugas selama dua hari raya Lebaran, beban kerja diubah. Tanggung jawab mereka menjadi satu kelurahan, tetapi hanya membersihkan jalan-jalan protokol.

Di Jakarta Barat, petugas PPSU di Kelurahan Srengseng dan Kelurahan Sukabumi Utara, Senin kemarin, kembali beraktivitas seperti biasa. Meskipun masih dalam suasana Lebaran, mereka sudah harus bekerja.

Senin siang, tiga petugas PPSU menyapu di Jalan Mawar, Srengseng. Ketiganya membersihkan sampah-sampah kecil, seperti daun-daunan dan bungkus plastik, di pinggir jalan.

Tanggung jawab

Menurut Alit, salah satu petugas PPSU Srengseng, mereka diberi libur H-1 dan hari raya Lebaran. “Jadi, saya sudah harus masuk lagi hari ini, liburnya cuma dua hari,” ujarnya.

Alit siap bekerja kapan saja karena jadi tanggung jawabnya. Meski tidak sempat pulang kampung ke Yogyakarta, ia sempat berkumpul keluarga besarnya. “Orangtua saya Lebaran kali ini datang ke Jakarta,” ujarnya.

Baca juga :  10 Rute Integrasi Transjakarta-KWK Ditetapkan Hari Ini

Di Kelurahan Sukabumi Utara beda lagi. Petugas PPSU di sana tidak memperoleh libur saat Lebaran. Petugas hanya diberi kompensasi pemunduran jam kerja.

“Cuma pas hari H, kami masuk pukul 10.00, biasanya pukul 07.00,” kata Ahmad (31), petugas PPSU Sukabumi Utara. Pemunduran jam kerja tersebut untuk petugas yang ingin menunaikan shalat Id.

Penanganan sampah merupakan salah satu penyebab ketiadaan libur, khususnya di sepanjang Jalan Rawa Belong. “Kalau di Rawa Belong, sepanjang jalan ada penjual bunga. Jadi banyak sampahnya kalau enggak dibersihkan langsung,” katanya.

Ahmad yang merupakan warga Kelurahan Sukabumi Utara mengatakan, ia ikhlas menjalankan tugasnya. Tetap ada waktu berkumpul bersama keluarga pada pagi hari setelah shalat dan sore hari setelah bekerja.

Hari Senin, tempat pembuangan sampah sementara di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, juga sudah mulai beroperasi sejak pukul 05.00. Sebelumnya, pengiriman sampah sempat terhenti pada Sabtu malam dan hari Minggu karena petugas libur Lebaran.

Pengangkutan sampah

Tidak ada sampah menggunung di TPS Kemanggisan, Senin siang. Semua sampah rapi diangkut dalam truk sampah yang akan dibawa ke tempat pembuangan akhir Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. “Mulai tadi subuh udah kerja lagi. Kami libur cuma pas malam takbiran dan hari Lebaran,” ujar Anton, penjaga TPS Kemanggisan.

Sampah sisa malam takbiran dan hari Lebaran sempat menumpuk dan menghalangi jalan. Rahmat, warga setempat, mengatakan, sampah cukup tinggi saat kemarin sebelum TPS beroperasi kembali.

Menurut Anton, sampah di TPS tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan menumpuk dan menghalangi jalan. Sampah di TPS itu merupakan penampungan dari 18 RW yang tersebar di Kelurahan Kemanggisan dan Kelurahan Palmerah.

Baca juga :  Denmark dan Norwegia Siap Bantu Atasi Masalah Sampah di Ibukota

Pemerintah daerah tetap mengoperasikan truk-truk sampah. Namun, jumlahnya dikurangi. (JOG/WIN/D06)

Artikel terkait

Leave a Reply

Cek juga
Close
Back to top button