Kliping

Pemerataan Pembangunan Diyakini Akan Menurunkan Penduduk Jakarta

Kepadatan permukiman penduduk berlatar belakang gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di Jakarta, Senin (12/12/2011).(KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI)
Kepadatan permukiman penduduk berlatar belakang gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di Jakarta, Senin (12/12/2011).(KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Edison Sianturi, Rabu (7/6/2017), mengatakan, peningkatan jumlah penduduk di Jakarta terus terjadi hingga 2016. Namun dalam beberapa tahun terakhir tren peningkatan itu semakin kecil setiap tahunnya.

Tahun 2012 misalnya, jumlah penduduk Jakarta tercatat sebanyak 9,7 juta.  Pada 2013 jumlahnya meningkat menjadi 9,8 juta atau naik 2,32 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan 2,32 persen setara dengan 226.922 penduduk. Tren kenaikan jumlah penduduk juga terjadi pada 2014. Di tahun itu jumlah pendudukJakarta mencapai 10 juta atau naik 0,27 persen dibanding 2013. Kenaikan 0,27 persen itu setara dengan pertambahan jumlah penduduksebesar 27.383.

Edison menilai, Jakarta memang masih menjadi magnet bagi warga daerah untuk datang. Luasnya lapangan kerja menjadi alasan banyak warga berbondong-bondong datang ke Jakarta.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Namun, kecilnya pertambahan jumlah penduduk setiap tahun juga disebabkan berbagai faktor, antara lain hampir meratanya perkembangan kota di luar Jakarta. Edison mencontohkan Kota Bekasi. Kota ini, kata Edison dulunya tidak banyak dilirik warga. Namun, semakin tingginya penanaman modal serta industri di Bekasi membuat sejumlah masyarakat mengalihkan pandangannya ke kota tersebut.

“Bekasi dulu desa sekarang sudah jadi kota metropolitan. Jakarta bukan satu-satunya tempat bermigrasi sekarang,” kata Edison.

Ia yakin, meski ada pertambahan jumlah penduduk, tren pertambahan itu akan turus turun seiring dengan pemerataan pembangunan di daerah.

“Searah dengan otonomi daerah, bergeraknya perekonomian dan industri di daerah dan adanya pertumbuhan kota di daerah di mana perubahan kemajuan daerah di luar DKI Jakarta maka tren akan menurun,” ujar Edison.

Baca juga :  Butuh 13 Hektar untuk Pembangunan Kawasan Terintegrasi di Tanah Abang

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button