Kliping

Membran Penyaring dan Tanaman Air, Cara Tangani Pencemaran Air

Kolam olakan (penampingan limbah rumah tangga) di kali Grogol, Jakarta Barat, Selasa (6/6/2016).(Kompas.com/Sherly Puspita)
Kolam olakan (penampingan limbah rumah tangga) di kali Grogol, Jakarta Barat, Selasa (6/6/2016).(Kompas.com/Sherly Puspita)

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, memberikan tips bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam usaha menangani pencemaran air di sungai-sungai. Nirwono mengatakan, ada beberapa langkah untuk menangani bau menyengat yang dihasilkan dari limbah cair.

“Kolam difungsikan sebagai pengolah air limbah dengan menggunakan teknologi membran untuk menyaring polutan atau bahan pencemar,” katanya kepada Kompas.com melalui ketetangan tertulis, Selasa (6/6/2017).

Langkah lain yang menurut dia ampuh yaitu dengan menanam tanaman air  khusus yang berfungsi menyerap polutan dari akar-akarnya.

“Pilih tanaman air yang memiliki perakaran serabut yang banyak berfungsi menyerap polutan seperti tanaman eceng gondok, teratai dan lili air,” kata dia.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Menurut dia, cara itu lebih murah dan ramah lingkungan. Selain itu, kualitas air pun akan layak digunakan kembali baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk dialirkan kembali ke sungai.

“Tapi jangan lupa, pertumbuhan tanaman air juga harus dikendalikan supaya tidak justru menutupi (saluran) kolam penampungan,” kata dia.

Seperti diberitakan, permukaan Kali Grogol yang terletak di Jakarta Barat sempat tertutup busa putih berbau menyengat akibat pemompaan limbah dari kolam penampungan (olakan) sungai pada Senin (5/6/2017) malam. Sebelumnya Staf Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Karyono menjelaskan sulitnya mengendalikan bau tak sedap air limbah yang telah dipompa di kali Grogol.

Baca juga: Ini Penyebab Kali Grogol Sempat Tertutup Busa dan Bau

“Air yang di kolam olakan ini kan limbah rumah tangga, artinya kita mencuci, mandi semua airnya terkumpul di sini. Jadi sulit dikendalikan,” kata dia, Selasa.

Baca juga :  Sandiaga: Saya Enggak Mau Lagi Dengar Komentar Sulit Berkomunikasi dengan Pemprov DKI

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button