Kliping

Bersihkan Halte Kampung Melayu, Transjakarta Libatkan Dinkes dan Damkar

Petugas merapikan bagian dalam halte Transjakarta di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (28/5/2017). Sejumlah perbaikan dilakukan pasca-teror bom yang terjadi di dekat halte tersebut, Rabu (24/5/2017).(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)
Petugas merapikan bagian dalam halte Transjakarta di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (28/5/2017). Sejumlah perbaikan dilakukan pasca-teror bom yang terjadi di dekat halte tersebut, Rabu (24/5/2017).(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengikutsertakan Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta untuk membersihkan halte Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pembersihan dilakukan dalam rangka menetralisir bekas-bekas ledakan bom yang meledak pada Rabu (24/5/2017), di dekat halte tersebut.

“Kami akan cek berulang-ulang dan mengajak petugas dari Dinas Kesehatan, Kebersihan, dan Damkar untuk benar-benar memastikan halte siap dan nyaman digunakan penumpang,” kata Budi, kepada pewarta di halte Kampung Melayu, Minggu (28/5/2017).

 

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap
Petugas mengecat ulang bagian dalam halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (28/5/2017). Sejumlah perbaikan dilakukan pasca-teror bom yang terjadi di dekat halte tersebut, Rabu (24/5/2017).(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

Budi menjelaskan, Dinas Kesehatan berperan memastikan bagian dalam dan sekitar halte bersih dari bakteri dan berbagai macam penyakit. Hal itu dilakukan dengan salah satunya menyemprot cairan disinfektan ke seluruh area dalam halte.

Beberapa bagian halte sejak Rabu lalu sempat dibiarkan terbuka guna kepentingan penyelidikan polisi. Selain itu, beberapa titik juga terdapat percikan darah dan material bom yang terlempar dan merusak bagian halte, seperti kaca.

Adapun Dinas Kebersihan serta Damkar membantu untuk pembersihan lokasi secara keseluruhan. Hingga Minggu siang, pembersihan telah terlihat dengan beberapa perubahan dari kondisi sesaat setelah terdampak ledakan bom, seperti tidak ada puing lagi dan kaca yang sudah dipasang kembali.

Beberapa bagian yang terkena bercak darah, terutama di pintu keluar halte menuju Jalan Otista, juga sudah dibersihkan dan dicat ulang. Semua pekerjaan ini dilakukan untuk mengebut target operasional halte yang direncanakan mulai pada Senin (29/5/2017).

Baca juga :  Kampung Akuarium Aset DKI, Mungkinkah Dibangun Rumah untuk Warga?

Terkait dengan kerugian akibat ledakan bom, Budi memastikan tidak ada yang signifikan. Adapun mengenai biaya perbaikan, termasuk dengan pemasangan kaca dan pengecatan halte, ditaksir antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button