Kliping

Pergantian Gubernur Tak Pengaruhi Revitalisasi Kawasan Pasar Ikan

Kondisi kawasan eks-penggusuran Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Jumat (12/5/2017).(KOMPAS.com/Dea Andriani)
Kondisi kawasan eks-penggusuran Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Jumat (12/5/2017).(KOMPAS.com/Dea Andriani)

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan, pergantian gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017 tidak akan memengaruhi revitalisasi kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sebab, proyek Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta yang merupakan bagian dari proyek revitalisasi itu sudah melewati tahap lelang dan tanda tangan kontrak kerja dengan pemenang tender.

“Ini kan soal kontrak pekerjaan, sudah kontrak sekarang, nanti finisnya di Desember. Kalau gubernur ada pergantian dari sekarang sampai Desember, itu enggak pengaruh, dia tetap kontraknya berjalan sama SKPD,” kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (18/5/2017).

Saefullah mengatakan, di lokasi itu akan dibuat museum, tempat penjualan ikan hias, hingga kafe. Proyek tersebut menggunakan dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp 24 miliar dan tinggal menunggu pelaksanaan kerja.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Kalau kontrak itu ya pasti pakai APBD, dia (proyek itu) sudah lelang, sudah ada pemenang, kontrak, tinggal kerja,” kata Saefullah.

Proyek ketiga adalah pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang akan dikerjakan Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta. Pembangunan RTH ditargetkan selesai pada akhir 2017.

“Itu perencanaannya, sebagian di ujung utara itu untuk penghijauan. Sheetpile sudah selesai, nanti bisa juga buat ruang publik atau tempat parkir,” kata Saefullah.

Kawasan Pasar Ikan ini bakal menjadi sentra wisata bahari Jakarta yang terintegrasi dengan Kota Tua.

Baca juga :  Gubernur Bangkok Ingin Belajar Pengelolaan Sungai dari Pemprov DKI

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button