KegiatanLingkungan HidupTata Ruang

Presentasi PK-RTRW dan RTH dari Dinas Cipta Karya,Tata Ruang dan Pertanahan kepada DepGub TRLH

IMG-20170426-WA0013 IMG-20170426-WA0014

Jakarta 27 April 2017.  Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan melakukan pemaparan mengenai PK-RTRW (Peninjauan Kembali- Rencana Tata Ruang Wilayah), RDTR-PZ (Rencana Detail Tata Ruang – Peraturan Zonasi) dan RTH (Ruang Terbuka Hijau) kepada Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang bahwa ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat. Proposi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota. Sedangkan proposi ruang terbuka publik pada wilayah kota paling sedikit 20 (dua puluh) persen dari luas wilayah kota. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sebuah Grand Design pendataan RTH yang merupakan acuan dalam pencapaian target RTH.

Dinas CKTRP melakukan pemaparan RTH Kecamatan Cengkareng, dimana peta Dasar yang dimiliki oleh Dinas CKTRP berbeda dengan peta dasar yang dimiliki oleh BPN. Saat ini akan dilakukan prioritas untuk PK-RTH terhadap 14 Kecamatan.

Pinjaman Online

Bappeda turut pemaparkan Laporan Progress penyusunan peninjauan kembali RTRW Jakarta

Peninjauan kembali  Kawasan Perkotaan yang dilakukan harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan dan perkembangan kawasan perkotaan dan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan. Peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan meliputi kegiatan pemantauan, penelaahan, dan diselenggarakan dengan menghormati hak perorangan atau lembaga berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali atau review rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala dalam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, baik yang disebabkan karena faktor internal, maupun faktor eksternal.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button