KegiatanLingkungan HidupTata Ruang

Gated Community Workshop

DSC03864

 

 

 

Pinjaman Online

 

 

 

 

Jakarta, 25 April 2017.

Workshop mengenai perkembangan Gated Community atau komunitas berpagar di Indonesia diselenggarakan oleh The University of Queensland yang bekerja sama dengan Universitas Tarumanegara. Workshop ini dihadiri oleh unsur dari Universitas Tarumanegara, University of Queensland, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Mercubuana, Universitas Trisakti, dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan.

DSC03885

 

 

 

 

 

 

 

Workshop ini merupakan bagian dari riset yang dilakukan oleh Dr. Sonia Roitman, yaitu akademisi dari School of Earth and Environmental Sciences, The University of Queensland. Tujuan dari workshop ini adalah membahas gambaran umum dan analisa awal dari perkembangan Gated Community atau komunitas berpagar di Indonesia. Adapun para narasumber dalam workshop ini diantaranya adalah:

  1. Sonia Roitman, dosen di School of Earth and Environmental Sciences, The University of Queensland
  2. Oswar Mungkasa, Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
  3. Bapak Suryono Herlambang, Ketua Program Studi Perencanaan Kota dan Perumahan, Universitas Tarumanegara
  4. Bapak Hari Ganie, Ketua Divisi Penelitian, Real Estate Indonesia
  5. Bapak Dhani Muttaqin, Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia

DSC03887

 

 

 

 

 

 

 

Workshop ini terdiri dari dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi dan sesi diskusi. Dari hasil workshop, hal-hal mengemuka yang dibahas adalah:

  • Identifikasi karakteristik utama Gated Community di Indonesia dalam hal lokasi, ukuran, fasilitas yang disediakan serta karakteristik sosial ekonomi penghuninya. Karakteristik gated community di Indonesia ada dua tipe, yaitu tipe tertutup (biasanya luasan tidak terlalu besar, tidak tersedia fasilitas publik, berbentuk enclave/cluster) dan tipe setengah tertutup (luas kawasan relatif besar, tersedia fasilitas publik, dan termasuk kawasan permukiman umum).
  • Identifikasi faktor-faktor yang terkait dengan pertumbuhan Gated Community di Indonesia, diantaranya adalah faktor struktural dan faktor subyektif. Faktor struktural meliputi ketimpangan sosial, peningkatan investasi asing dan pengaruh pengembang, serta meningkatnya kriminalitas perkotaan. Faktor subyektif meliputi beberapa hal seperti meningkatnya ketakutan terhadap kriminalitas, lifestyle yang lebih baik semakin diinginkan, mencari sense of community, serta mencari status sosial yang lebih tinggi.
  • Evaluasi efektifitas kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengendalikan dampak negatif Gated Community dan memaksimalkan kontribusi positifnya. Beberapa narasumber menyampaikan bahwa sesungguhnya kebijakan pemerintah sudah ada dan lengkap, terkait peraturan tentang perkembangan gated community, namun implementasi di lapangan seringkali menemui kendala.
  • Evaluasi efektifitas Gated Community dalam berkontribusi terhadap kepentingan publik di kota-kota di Indonesia, dan secara khusus meningkatkan kualitas hidup warga miskin di sekitarnya. Beberapa dampak positif gated community diantaranya adalah adanya perbaikan ekonomi lokal dengan pelayanan dan infrastruktur untuk penghuni, penyediaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar atau masyarakat luar gated community, meningkatkan pendapatan pajak pemerintah, serta dapat menciptakan lingkungan yang kualitasnya lebih baik.

DSC03896

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil penelitian mengenai Gated Community di Indonesia ini diharapkan dapat ditindak lanjuti dengan menjadikannya dasar untuk usulan kebijakan pemerintah, terkait dengan perencanaan kota ke depannya sehingga dapat berperan dalam mengurangi ketimpangan sosial.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button