Kliping

Pekerjaan Konstruksi Segera Dilakukan

JAKARTA, KOMPAS — Badan Pertanahan Nasional Kota Tangerang mempercepat pembayaran ganti rugi atas lahan yang belum dibebaskan untuk kereta api Bandar Udara Soekarno-Hatta, yakni sebesar 11,4 persen atau 104 bidang tanah.

Pembayaran ganti rugi atas sisa lahan yang belum dibebaskan akan dilakukan pada Rabu, Kamis, dan Jumat pekan ini. “Diharapkan setelah selesai proses ganti rugi ini, proyek pembangunan konstruksi bandara segera dilakukan,” kata Kepala BPN Kota Tangerang Badrusalim di Kota Tangerang, Selasa (31/1).

Awalnya, BPN menargetkan pembayaran ganti rugi ini selesai akhir Desember 2016. Berdasarkan data BPN, sampai November 2016, realisasi pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek ini sudah mencapai 80,29 persen atau 608 bidang dari total 871 bidang. Selama Desember dan Januari sudah dibebaskan 8,31 persen atau 159 bidang.

Operasi bertahap

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengatakan, KA Bandara Soekarno-Hatta dioperasikan bertahap pada Juni-Juli 2017. Sebagian besar rute yang digunakan KA bandara adalah rute yang selama ini dipakai oleh KRL commuter line.

KA bandara ditargetkan mampu mengangkut 274 penumpang dalam satu kali perjalanan atau 33.976 penumpang dalam sehari. Infrastruktur dan prasarana yang andal dibutuhkan untuk itu.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan, persiapan pembelian kereta dari perusahaan manufaktur Bombardier di Swedia saat ini sudah mencapai 70-80 persen. PT Railink, anak perusahaan PT KAI, akan menjadi operator KA bandara ini.

Tahap awal, PT Railink membeli 10 rangkaian kereta. Kereta akan datang secara bertahap pada Maret-April nanti. Kereta bandara ditargetkan berangkat setiap 15 menit sekali.

Baca juga :  Jumat, Revitalisasi Lapangan Banteng Dimulai

PT Railink juga mengembangkan sistem tiket tanpa uang tunai dan kartu. Sistem ini akan menggabungkan pelayanan kereta jarak jauh dan KRL. Pelanggan hanya perlu membeli tiket melalui gawai ataupun mesin tiket. Saat pembelian, pelanggan akan mendapatkan barcode yang bisa digunakan untuk masuk ke peron. (PIN/DEA)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button