Kliping

Noda Tertinggal di Taman yang Sepi

Taman seharusnya menjadi ruang interaksi warga. Akan tetapi, ketika kehadiran taman seolah diabaikan karena tidak terkelola dengan baik, besar kemungkinan berbagai perbuatan tidak sepantasnya terjadi di sana.

Peristiwa memilukan terjadi di Taman Kota II (disebut Taman Tekno) di Jalan Tekno Widya, Bumi Serpong Damai, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Di penghujung tahun lalu, Jumat (30/12), MR (15)-siswi sebuah SMP di wilayah Kecamatan Serpong, Tangsel-diperkosa AW alias Mandor (30), seorang tukang kayu, dan PF alias Ambon (32), pengemudi taksi online. Kejahatan itu terjadi di rumah kosong di dalam taman itu.

Setelah lebih dari seminggu kemudian, Polres Tangsel menangkap kedua pelaku.

Wakil Kepala Polres Tangsel Komisaris Bachtiar Alponso mengatakan, kedua tersangka terjerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Sementara korban masih trauma akibat peristiwa itu.

Tidak ada rasa memiliki

Kriminolog Universitas Indonesia, Mohammad Kemal Dermawan, menilai, perbuatan tidak baik terjadi karena pembangunan taman tidak sesuai kebutuhan warga atau komunitas serta jauh dari permukiman.

“Akibatnya, tidak ada perasaan memiliki sehingga orang lain dengan bebasnya masuk ke dalam taman tersebut. Taman menjadi tidak terkelola dengan baik, minimnya pengawasan, dan pada akhirnya menjadi wadah atau tempat yang mendorong orang melakukan hal-hal tidak baik,” tutur Kemal.

Selain itu, manajemen pengelolaan taman masih buruk dan pengawasan di taman juga minim. Kemal mengatakan, jika sebuah taman dikelola pemerintah daerah, seharusnya mereka memfungsikan semua unsur terkait, termasuk petugas pengelola taman dan keamanan. Dengan begitu, peluang orang melakukan perbuatan tidak baik di taman bisa diminimalkan.

Baca juga :  Setuju Nggak Becak 'Dihidupkan' Lagi di DKI?

Taman Tekno II berada di kawasan pergudangan dan industri. Sejauh pengamatan, Rabu (11/1), taman yang dikelola Pemerintah Kota Tangsel ini terbuka untuk umum. Taman ini tergolong sepi dan menjadi tempat anak muda menghabiskan waktu saat jam sekolah ataupun setelah pulang sekolah. Sebagian lagi datang ke situ untuk pacaran.

Petugas keamanan hanya terlihat di pintu masuk, tetapi tak terlihat berjaga di dalam taman. Semakin ke dalam, suasana makin sepi.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, sejak 2016, pihaknya sudah menginstruksikan satuan polisi pamong praja membuat tim petugas taman. Tahun ini, pihaknya menganggarkan pemasangan CCTV di setiap taman yang dikelola Pemkot. Namun, sebelum semua program itu terealisasi, taman telah ternodai.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button