Kliping

Koridor 13 Dilayani 100 Bus

Di Bogor, Pemkot Masih Urus Surat Bus Wisata Uncal

JAKARTA, KOMPAS — PT Transportasi Jakarta memastikan 100 bus akan beroperasi di jalur layang Koridor 13 yang memiliki panjang 9,4 kilometer. Kapasitas angkut bus mencapai 40.000 penumpang per hari dan akan beroperasi dari kawasan Ciledug ke tengah Jakarta.

ef2943a7e1a34632b76d556be361bd85

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Budi Kaliwono, Senin (9/1), dalam keterangan pers, mengatakan, bus yang akan dioperasikan adalah bus ukuran single dan maxi.

Jalur layang ini dikhususkan untuk transjakarta. Dengan demikian, pergerakan bus akan lebih lancar. “Target waktu tempuh diperkirakan sekitar 30 menit,” ujar Budi.

Pinjaman Online

Selain itu, Transjakarta bisa mengembangkan delapan rute yang terhubungkan dengan jalur layang ini.

Yusmada Faisal, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, menambahkan, Koridor 13 merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 103 Tahun 2007 tentang Pola Transportasi Makro. Dengan dasar pergub tersebut, ada 15 koridor transjakarta yang mesti dibangun.

Sebanyak 12 koridor sudah dibangun. Koridor 13, 14, dan 15 direncanakan dibuat jalur melayang karena situasi Jakarta yang memiliki keterbatasan lahan.

“Koridor 13 ini mulai dibangun sejak Desember 2014. Saat ini konstruksi sudah 98 persen. Ditargetkan Februari 2017 sudah selesai pembangunan konstruksi dan diikuti uji coba jalur oleh Transjakarta,” ujar Yusmada.

Masdes Arroufy, Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, menuturkan, sebagai bagian dari pengembangan bus rapid transit di Jakarta, Transjakarta akan melayani angkutan penumpang di Koridor 13 tersebut. “Sistem PSO tetap diberlakukan di koridor tersebut,” ujarnya.

Uncal Bogor

Di Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya memastikan bus wisata Uncal baru bisa melayani wisatawan setelah kelengkapan dokumen sudah diterima dari kepolisian.

“Sekarang ini baru uji coba untuk memastikan bus berjalan dengan baik sebagaimana dijanjikan (perusahaan karoseri) dari Bandung,” katanya, Senin.

Pemkot juga memastikan rute bus, kondisi jalan, dan obyek wisata yang dilewati bus ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kota Bogor Komisaris Bramastyo mengatakan, pihaknya masih memproses permohonan Dinas Lalu Lintas Kota Bogor atas BPKB dan STNK bus wisata itu. Sambil proses administrasi berjalan, kepolisian juga mengizinkan bus diujicobakan untuk memastikan bus laik jalan.

“Ketika STNK belum keluar karena masih dalam proses administrasi, kendaraan menggunakan STCK (surat tanda coba kendaraan) dan pelat nomornya warna putih yang namanya TCKP (tanda coba kendaraan bermotor). Pelat putih itu yang sekarang dipakai Uncal karena masih dalam proses uji coba sambil menunggu BPKB dan STNK resmi selesai. Jadi, kendaraan itu sah berjalan di jalan raya,” papar Bramastyo.

Mengenai surat uji tipe (SUT) Uncal, Bramastyo keheranan kalau hal itu dipermasalahkan.

Adapun Kepala Dinas Lalu Lintas Kota Bogor Rachmawati mengemukakan, pihaknya sudah melaporkan dan mengajukan permohonan SUT kepada Kementerian Perhubungan.

“Sertifikat ini sedang kami urus. Yang mengeluarkannya Kementerian Perhubungan. Karena itu, polisi hanya kasih izin uji coba. Mobilnya ini nanti akan dibawa untuk dilihat. Kementerian sudah punya spesifikasinya karena mobil ini juga dibuat untuk Semarang, Bandung. Jadi, Uncal kami tinggal menunggu SUT-nya,” tuturnya.

Tol Desari

Sementara Tim Panitia Pengadaan Tanah Jalan Tol Depok-Antasari Jakarta Selatan menuntaskan pembebasan lahan hingga sekitar 98 persen.

Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah Jakarta Selatan Alen Saputra mengatakan, ganti rugi 20 bidang lahan sudah dibayarkan Desember.

Tiga bidang lahan dibayarkan Senin (9/1) senilai Rp 22 miliar. “Semua di Jalan Fatmawati, nantinya untuk jalan akses,” ucapnya.

Adapun 11 bidang di halaman rumah susun terpaksa ditempuh konsinyasi. Ganti rugi seharusnya diserahkan kepada forum pemilik unit rumah susun. Namun, karena forum itu belum terbentuk, ganti rugi belum bisa diberikan.

Pembebasan lahan Tol Depok-Antasari-Bogor (Desari) sempat terhenti pada Januari 2015 hingga pertengahan tahun lalu karena adanya sejumlah perubahan peraturan. Untuk wilayah Jakarta Selatan, lahan yang masih harus dibebaskan sekitar 90 bidang. Namun, lahan ini untuk jalan pengantar ke dalam tol, bukan untuk konstruksi utama.

Ketua Tim Pembebasan Tanah Jalan Tol Desari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ambardi Effendy mengatakan, ada juga kendala dana dari negara untuk pembebasan. Dana Rp 1,3 triliun yang digunakan kini adalah dana talangan Badan Usaha Jalan Tol.

Ambardi menambahkan, dari seluruh rentang Antasari-Bogor, baru sekitar 40 persen berhasil dibebaskan. Tahun ini ia menargetkan pembebasan selesai dari Antasari-Sawangan, Depok. Salah satu kontraktor dari Wijaya Karya, Widi, mengatakan, lahan yang belum bebas menjadi kendala utama pembangunan. (IRE/HLN/RTS)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button