Kliping

Pelayaran dan Wisata Kepulauan Seribu Perlu Dibenahi

JAKARTA, KOMPAS — Keamanan pelayaran dan wisata di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, perlu ditingkatkan. Infrastruktur perlu ditunjang dengan pelabuhan dan manajemen yang mengutamakan keselamatan penumpang. Para pengunjung juga harus terus-menerus diingatkan untuk menjaga keselamatan.

Dalam sepekan, dua kecelakaan kapal terjadi di Kepulauan Seribu. Terakhir, sebuah sampan yang ditumpangi tiga pengunjung terbalik di sekitar Pulau Tidung, Sabtu (7/1). Satu penumpang, yakni Zaski (62), ditemukan tewas pada Minggu. Dua penumpang lain, Sahari (61) dan Darsil (52), selamat meskipun tercebur ke laut. Ketiga penumpang ini adalah pengunjung Kepulauan Seribu yang sedang memancing di laut dengan sampan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu sore, mengatakan, jenazah Zaski ditemukan tim gabungan Polres Kepulauan Seribu, Basarnas, dan Satpol PP sekitar pukul 15.30. “Jenazah mengambang tak jauh dari tempat sampannya terbalik,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo mengatakan, dirinya telah meminta keterangan kepada dua korban selamat. Para korban menyewa sampan nelayan yang sudah bocor.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Mereka memaksa menyewa sampan itu untuk memancing karena para korban ini sudah sering kali memancing di Pulau Tidung,” ujarnya.

Karena bocor, kata Budi, sampan itu kemasukan air terus-menerus. Saat salah satu korban menguras air, telepon selulernya jatuh dan ia berusaha menyelamatkan ponsel sehingga sampan oleng. Sampan itu tak dilengkapi cadik sehingga mudah terbalik.

Menurut Budi, masih perlu banyak pembenahan untuk menjaga keamanan pelayaran dan wisata di Kepulauan Seribu.

Dalam kasus sampan yang terbalik itu, ada kesalahan pengunjung yang tetap memaksa berlayar dengan sampan yang bocor. “Dari kejadian ini, kami akan sering-sering menyampaikan peringatan kepada pengunjung saat mereka tiba di pulau untuk mengutamakan keselamatan,” kata Budi.

Baca juga :  DKI Perkirakan Kebutuhan Dana untuk Kereta Transjakarta Rp 360 Miliar

Pindah dermaga

Sebelumnya, KM Zahro Express terbakar sekitar 3,6 kilometer dari pemberangkatan di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, 1 Januari. Sejumlah 24 penumpang ditemukan tewas dan ada yang dilaporkan hilang.

Menurut Budi, dirinya sudah mengusulkan agar dermaga pengangkutan orang dipindah ke Pelabuhan Bahtera di timur Ancol karena tempat itu memiliki area yang lebih luas. Dermaga Kali Adem akan digunakan sepenuhnya untuk pengangkutan barang.

Hingga saat ini, pengangkutan barang dan penumpang masih dicampur menggunakan kapal tradisional yang disediakan warga setempat, termasuk KM Zahro Express.

“Namun, kami juga akan meminta Dirjen Perhubungan Laut agar kapal bantuan dari pemerintah pusat tidak mematikan usaha kapal pengangkutan barang dan penumpang milik rakyat,” ujar Budi.

Untuk meningkatkan kualitas keamanan penumpang, kata Budi, pihaknya akan mengajak masyarakat untuk melakukannya. “Seperti rompi pelampung, harus ditambah. Itu harus dipatuhi pemilik kapal,” katanya.

Dihentikan

Di tempat lain, Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas Mayjen Heronimus Guru mengatakan, pencarian 16 korban hilang KM Zuhro Express dihentikan, Sabtu (7/1). Namun, pencarian bisa kembali dilakukan jika ada indikasi penemuan. “Kami masih patroli, tetapi areanya tertentu,” tambahnya.

Dari 274 penumpang KM Zahro Express, 24 orang di antaranya tewas, sedangkan 16 penumpang masih dinyatakan hilang.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button