Kliping

KNKT Fokus pada Sistem Kelistrikan KM Zahro Express

JAKARTA, KOMPAS — Hingga Senin (2/1) malam, polisi memeriksa 10 orang terkait terbakarnya Kapal Motor Zahro Express di Teluk Jakarta, Minggu (1/1). Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan pemberhentian Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Muara Angke Deddy Junaedi.

8ded1342832c4413afba43b084b8a704

Direktur Polisi Perairan (Polair) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Hero Bachtiar mengatakan, 10 orang yang diperiksa meliputi nakhoda KM Zahro Express, Mohammad Nali (52); kepala kamar mesin; dan petugas KSOP Muara Angke.

“Hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Besok (hari ini) semoga sudah ada hasilnya,” kata Hero, Senin.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan, kemarin, mengatakan, hari Selasa ini bangkai kapal akan diangkat ke darat dan diperiksa tim Identifikasi Mabes Polri.

Pemberhentian Kepala Kantor KSOP Muara Angke dilakukan karena dianggap lalai dalam pengawasan KM Zahro Express. “Syahbandar sudah kami bebas tugaskan. Namun, syahbandar akan kami klarifikasi dan tanya sejauh mana kebijakan dan SOP (prosedur standar operasi) dijalankan,” ujar Budi seusai menjenguk korban di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin siang.

d3569d847cff483e88126f48d6583da7

Dalam perkembangan lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan mendalami sistem kelistrikan pada mesin penyejuk ruangan (AC) kapal yang sementara diduga menjadi sumber api.

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT, yang menjadi ketua investigasi terbakarnya KM Zahro Express, Aldrin Dalimunte menyampaikan, dugaan sementara itu diperoleh setelah dilakukan simulasi kondisi kapal di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara.

Dari simulasi diketahui, KM Zahro Express berbeda dengan kapal penyeberangan lain karena dilengkapi AC. Menurut Aldrin, dari pengalaman selama ini, kecil kemungkinan api muncul dari mesin utama.

Baca juga :  Hanya Satu IPAS yang Beroperasi di TPST Bantargebang

“Kalaupun mesin utama itu pecah, tidak akan menimbulkan api. Sementara kelistrikan (AC) bisa menimbulkan percikan api ketika terjadi hubungan pendek arus listrik. Di sisi lain, keberadaan AC juga membuat udara panas atau api terkungkung di dalam ruangan,” kata Aldrin.

Seorang nakhoda kapal ojek tujuan Pulau Harapan, Abdul Kusnun (40), menyatakan, letak mesin dan generator KM Zahro Express diketahui ditempatkan satu ruang di dalam kamar mesin di dek bawah. “Kalau kapal lain, termasuk kapal saya ini, gensetnya di atas biar tidak mengganggu mesin karena hawa panas dari genset. Apalagi ada bahan bakar di dalam mesin itu,” kata nakhoda KM Miles I ini.

Informasi itu juga telah diperoleh KNKT. Aldrin mengatakan, pihaknya akan menyelidiki lebih jauh soal fungsi mesin-mesin di dalam kamar mesin ini.

Sementara itu, 3 dari 20 korban yang tewas terbakar sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Senin. Ketiga korban itu adalah Dewi/Ailing (36), Nia Kurniawati (30), dan Tjung Tho Kie (65).

(MDN/ZAK/JAL/DEA)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button