Kliping

Warga Belum Aman Berjalan Kaki

JAKARTA, KOMPAS — Warga belum merasa aman berjalan di Jakarta karena kendaraan bermotor masih naik ke trotoar dan juga okupansi pedagang kaki lima. Masih belum terjaminnya hak-hak pejalan kaki ini menambah faktor keengganan warga untuk berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik.

Mendesaknya hak pejalan kaki dalam perebutan ruang di Jakarta disuarakan dalam kampanye 2 Kaki Punya Jalan di ajang Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/12). Peserta berdandan seperti zombie dalam serial The Walking Dead.

Evi Noviana (19), panitia acara, mengatakan, jumlah pejalan kaki di Jakarta memang tak banyak karena lebih banyak orang memilih menggunakan alat transportasi. “Meski sedikit, kami masih ada dan membutuhkan area yang aman untuk berjalan,” katanya seusai kampanye.

Terenggutnya hak dan rasa aman berjalan kaki ini di antaranya karena banyak pedagang kaki lima, orang yang nongkrong di trotoar terutama di malam hari, zebra cross yang justru dipenuhi sepeda motor saat lampu merah, trotoar yang justru digunakan untuk parkir liar, hingga kendaraan bermotor yang melaju di trotoar dan menghalau orang-orang yang berjalan kaki.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Michele Tamara (19), panitia kampanye 2 Kaki Punya Jalan, mengisahkan pengalamannya dibentak untuk minggir atau terserempet kendaraan bermotor saat berjalan kaki di trotoar. “Keselamatan pun rasanya terancam. Padahal, kami sudah berjalan kaki di tempat yang benar. Ini terutama di jalan-jalan ramai waktu jam macet,” katanya.

Komunitas ini melakukan survei ruas-ruas jalan yang berbahaya untuk berjalan kaki di Jakarta pada jam-jam macet, seperti di Matraman, Sudirman, Palmerah, dan Arteri Pondok Indah. Ketidaknyamanan dan ketiadaan rasa aman itu turut membuat orang memakai kendaraan yang akhirnya menambah faktor kemacetan Jakarta.

Baca juga :  Pemerintah Belum Menetapkan Harga

Keadaan tersebut seolah dibiarkan berlarut-larut karena minimnya upaya pemerintah ataupun aparat untuk menegakkan peraturan dan menerapkan sanksi bagi pelanggaran di trotoar ataupun lintasan penyeberangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan upaya pelebaran trotoar. Namun, trotoar yang dilebarkan biasanya diokupansi pedagang kaki lima.

Ketua Panitia Kampanye 2 Kaki Punya Jalan Didiet Wahyu Nugraha mengatakan, penggunaan tema zombie dalam kampanye tersebut sebagai refleksi hak pejalan kaki di Jakarta yang seolah-olah sudah mati. Kampanye ini diharapkan mengedukasi pengguna jalan bahwa hak pejalan kaki harus dihargai. (IRE)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button