Kliping

Sebanyak 14 Bidang Disetujui Dibebaskan

JAKARTA, KOMPAS — Proses pembebasan lahan untuk proyek transportasi cepat massal (MRT) Jakarta di wilayah Jakarta Selatan terus berjalan. Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI memastikan, dari kewenangan pembebasan 25 bidang lahan, sampai pekan ini sudah 14 bidang disetujui untuk dibebaskan.

Sekretaris Dishubtrans DKI Jakarta Budi Setiawan, Sabtu (10/12), mengatakan, untuk pembebasan lahan MRT di kawasan Lebak Bulus yang menjadi kewenangan Dishubtrans, ada 25 bidang yang mesti tuntas dibebaskan sampai dengan 31 Desember 2016. Dari proses pembebasan yang sudah berlangsung, mulai dari penaksiran (appraisal) hingga musyawarah dengan warga sejak pekan lalu, sudah 14 bidang yang nilai taksirannya disetujui warga dan siap dibayarkan. “Ke-14 bidang itu terbagi atas tanah milik dan tanah negara,” ujar Budi.

Sebanyak 25 bidang lahan yang menjadi kewenangan Dishubtrans DKI Jakarta untuk dibebaskan itu terdiri dari 7 bidang bersertifikat, 5 bidang girik, dan 13 bidang tanah negara. “Sebanyak 14 bidang yang sudah setuju itu kombinasi dari tanah milik dan tanah negara,” ujar Budi.

Sebanyak 11 bidang sisanya, lanjut Budi, ditargetkan bisa dituntaskan sampai dengan akhir Desember 2016. Ke-11 bidang tersebut dimiliki atau dikuasai oleh dua orang.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Sesuai regulasi, apabila ada warga yang tidak setuju dengan nilai taksiran, pembayaran lahan akan dilakukan melalui konsinyasi, yaitu cara pembayaran melalui pengadilan. Meski begitu, tim pembebasan lahan untuk MRT masih akan mengupayakan perundingan kembali dengan warga. “Selasa (13/12) ini masih akan diupayakan musyawarah,” lanjutnya.

Secara terpisah, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan, lahan MRT yang akan dibebaskan total sebanyak 127 bidang. Sebanyak 25 bidang dibebaskan oleh Dishubtrans DKI. Sementara Dinas Bina Marga DKI mesti membebaskan 102 bidang.

Dari upaya perundingan atau musyawarah dengan warga sejak pekan lalu, sudah 40 bidang yang disetujui untuk dibayarkan. “Para pemilik dari 127 bidang itu sudah diundang semua dalam musyawarah. Yang datang adalah pemilik 109 bidang. Nah, dari 109 bidang itu, 40 bidang sudah disetujui untuk dibayar,” kata Tri.

Meski begitu, Tri optimistis pembebasan lahan bisa lancar karena harga taksiran yang dipakai pada 2016 ini lebih tinggi dari harga taksiran tahun lalu. Badan Pertanahan Nasional akan terus memanggil warga untuk perundingan pembebasan lahan tersebut. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, ujarnya, sudah menyetujui untuk tetap melakukan pembayaran pembebasan lahan MRT sampai dengan 31 Desember meski anggaran akan tutup buku per 15 Desember 2016. (HLN)

Artikel terkait

Leave a Reply

Cek juga
Close
Back to top button