Kliping

Kondisi Darurat, Kontak Saja 112

Inovasi Transportasi, Tata Taman, dan Kota

TANGERANG, KOMPAS — Kementerian Komunikasi dan Informatika memilih Kota Tangerang, Banten, sebagai kota percontohan dalam menerapkan layanan nomor tunggal panggilan darurat 112. Layanan tersebut diberlakukan sejak Kamis (1/12).

Adanya layanan ini, masyarakat dapat melaporkan keadaan gawat darurat kepada pemerintah daerah, baik melalui telepon rumah maupun telepon seluler. Nomor 112 ditetapkan sebagai nomor tunggal panggilan darurat agar dapat mempermudah masyarakat dalam mengingat dan menghubungi layanan darurat.

Selain Kota Tangerang, layanan publik cepat dan tanggap ini juga akan diberlakukan di kota lainnya, yakni Batam, Depok, Bogor, Bandung, Surakarta, Balikpapan, Denpasar, Mataram, dan Makassar. Menkominfo Rudiantara meresmikan pengoperasian nomor tunggal panggilan darurat (NTPD) 112 di Tangerang Live Room Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (1/12). Ia didampingi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Sebelum meresmikan pengoperasian layanan itu, Arief mengajak Rudiantara melihat dan berdialog dalam Live Room. Live Room adalah ruangan kontrol seluruh aktivitas dan kegiatan di Kota Tangerang bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas. Mereka melihat kegiatan operator 112 di sebelah Live Room. Di kota ini sudah ada 154 aplikasi untuk peningkatan pelayanan publik, bagian dari program kota cerdas.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Dengan pengoperasian di Kota Tangerang sebagai pilot project, kami berharap dapat meningkatkan semangat pemerintah daerah lainnya untuk segera menerapkan program serupa, terutama dalam hal kegawatdaruratan,” kata Rudiantara.

NTPD 112 ini menghimpun seluruh layanan kedaruratan seperti kebutuhan mobil ambulans, mobil jenazah, dan mobil pemadam kebakaran, hingga petugas dinas perhubungan dan kepolisian. Dalam penggunaannya, masyarakat bisa menggunakan telepon rumah, kantor, dan seluler melaporkan kejadian kedaruratan ke 112. Petugas NTPD 112 akan meneruskan laporan itu kepada petugas perwakilan satuan kerja perangkat daerah atau instansi terkait dan selanjutnya diteruskan kepada petugas lapangan untuk ditindaklanjuti.

Baca juga :  DKI Raih Banyak Penghargaan karena Pasukan Warna, Pembangunan Rusun dan RPTRA

Ada beberapa jenis layanan kedaruratan yang direspons seperti kebakaran, kecelakaan, kesehatan, kriminal, bencana alam, gangguan keamanan dan ketertiban, kerusuhan, serta keadaan darurat lainnya seperti kekerasan anak dan perempuan. Layanan ini bebas pulsa. Masyarakat juga bisa menghubungi 112 dengan telepon genggam tanpa ada kartu telepon.

BRT dan taman

Setelah tertunda karena beberapa kali gagal lelang operator, Dinas Perhubungan Kota Tangerang akhirnya melakukan uji coba transportasi massal dalam kota, yakni bus rapid transit (BRT), kemarin. Bus sedang bernama Trans Kota Tangerang ini melayani rute Terminal Poris Plawad sampai Jatiuwung. Bus ini akan melewati dan singgah di 20 halte. “Dalam tahap uji coba sebulan ini, empat dari 10 unit yang dioperasikan. Saat uji coba selama sebulan ini, masyarakat tidak dipungut biaya,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin.

Di Tangerang Selatan, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Taher Rochmadi mengatakan, ada 43 taman besar dan kecil yang akan direstorasi pada 2017. Restorasi meliputi penambahan fasilitas permainan untuk anak-anak, olahraga, dan lainnya. “Jadi, taman tidak sekadar penghias, tetapi benar-benar berfungsi. Orang bisa berkumpul, melakukan hobi mereka, berolahraga, bahkan mengadakan kegiatan,” katanya.

Sejauh ini, taman yang sudah memiliki fungsi seperti itu sebatas di Taman Kota 1 dan Taman Kota 2 di BSD City, Serpong. Kini, di kolong Jalan Layang Ciputat, komunitas Orang Indonesia (OI) sejak 2013 merawat tempat yang sebelumnya kumuh, kotor, dan rawan kejahatan menjadi lebih indah. Di kolong jalan layang ini ada tanaman hias dan taman baca yang memanfaatkan pos Satpol PP.

Ketua OI Tangsel Syabana (27) mengatakan, komunitas ini memulai dengan gerakan sapu lidi, yaitu membersihkan kawasan itu dari sampah. Komunitas lalu menata tanaman hias dan akhirnya dibantu pemerintah kota. Kini, selain Dinas Kebersihan dan Pertamanan, mulai awal 2016, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mendirikan taman baca di lokasi tersebut.

Baca juga :  Warga Sayangkan Rencana Penghentian Pembangunan RPTRA

“Sampai sekarang, ada saja orang tiba-tiba datang bawa buku untuk disumbangkan ke sini. Kami beberapa kali mengadakan kegiatan untuk warga juga, seperti penyuluhan tentang demam berdarah,” kata Syabana.

Penertiban di Bekasi

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Tata Kota Bekasi Krisman Irwandi mengungkapkan, pembongkaran hunian liar di Margajaya salah satu yang ditargetkan rampung tahun ini. Terdapat 191 bangunan yang akan dibongkar. “Kami masih mendata dulu warga yang ada di sana, termasuk akan ada pemindahan PAUD,” katanya.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button