Kegiatan

Dimensiasi Kebijakan Sekolah/Madrasah Aman Bencana dan Peningkatan Kapasitas Pengurangan Resiko Bencana di Lingkungan Sekolah Provinsi DKI Jakarta

20161205_090500

Pada Hari Senin 5 Desember 2016 Telah dihadiri seminar mengenai Dimensiasi Kebijakan Sekolah/Madrasah Aman Bencana dan Peningkatan Kapasitas Pengurangan Resiko Bencana di Lingkungan Sekolah Provinsi DKI Jakarta yang berkaitan dengan Kebijakan Pemerintah mengenai Kota Tangguh dan Sekolah aman di Gedung Dinas Pelayanan Pajak, Aula Lantai II, Jln. Abdul Muis No. 66.

Kota tangguh sendiri dapat di artikan menjadi Kota Berketahanan yang memiliki definisi sebagai sebuah kota yang mempunyai kapasitas individu, komunitas, institusi, pelaku bisnis dan sistem didalamnya untuk bertahan, beradaptasi dan bertumbuh terhadap berbagai bentuk tekanan kronis (chronic stresses) dan guncangan akut (acute shocks) yang dialami.

Kota tangguh/berketahanan memiliki faktor pendukung yaitu Leadership & Strategy, Health & Wellbeing, Infrasreucture & Environtment dan Economy & Society.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Dari beberapa faktor pendukung dapat di kerucutkan bahwa salah satu faktor pendukung ada pada anak-anak dimana kita harus membentuk generasi muda (anak-anak) yang mempunyai kapasitas untuk bertahan, beradaptasi dan tumbuh baik dalam bentuk tekanan  kronis (chronic stresses) dan guncangan akut (acute shocks).

Hal tersebut dapat dimulai dari generasi muda (anak-anak) karena anak adalah korban yang rentan dan tak memiliki kemampuan. Maka dari itu perlu di tindak lanjuti dari segi pendidikan dengan program Sekolah Aman.

Sekolah Aman dibentuk bertujuan untuk (i) Melindungi anak dan pekerja pendidikan  dari kematian dan kecelakaan di sekolah, (ii) Merencanakan keberlanjutan pendidikan dalam menghadapi bencana, (iii) Menjaga Investasi bidang pendidikan, (iv) Memperkuat kesadaran masyarakat terhadap ketahanan bencana pendidikan.

Dengan Harapan pencapaian Sekolah Aman menjadi (i) Sumber informasi dan media alih pengetahuan, (ii) Pintu komunikasi dan akses keterlibatan pemangku kepentingan, (iii) Penggerak terciptannya kota berketahanan, (iv) Menjadi mitra utama dan perekat pemangku kepentingan melalui jejaring/forum pemangku kepentingan yang ada dalam pencapaian kota berketahanan dan (v) menjadi alternatif layanan dalam kondisi darurat.

Baca juga :  Rapat Lanjutan "Taman Hijau Pintar" bersama Alva Energy.

20161205_083408 20161205_083921 20161205_090500 20161205_102515

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button