Kliping

Cuaca Buruk hingga8 Desember

Di Kota Bekasi, Ada 4.000 Pohon Rawan Tumbang

JAKARTA, KOMPAS — Hujan lebat disertai angin kencang yang biasa disebut puting beliung oleh warga masih mengakrabi Jabodetabek. Minggu (4/12), tiga pohon tumbang di Jakarta Timur akibat hujan disertai angin. Cuaca buruk diperkirakan berlangsung hingga 8 Desember.

6e97f901b12b48fe8d99a4e52c2d9650

Tiga pohon tumbang di tiga lokasi berbeda di Jakarta Timur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pohon tumbang hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pada saat kejadian.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan, tiga pohon itu tumbang di Jalan Raya Setu, Cipayung; Jalan Bina Marga, Cipayung; dan Jalan Bungur, Ciracas, Kampung Rambutan. Di Jalan Raya Setu, Cipayung, pohon tumbang berdiameter 40 sentimeter menimpa warung tenda milik Zaenal. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 juta.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Di Jalan Bina Marga, pohon tumbang berdiameter 40 cm melintang di jalan raya sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Adapun di Jalan Bungur, Kampung Rambutan, pohon berdiameter 40 cm juga tumbang. Sebanyak 15 personel dikerahkan untuk memindahkan pohon tersebut. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, terutama jika berada di dekat pohon besar pada saat hujan lebat disertai angin kencang.

“Tim kami selalu siap untuk kegiatan penyelamatan jika ada pohon tumbang. Untuk antisipasi, kami serahkan ke Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur,” ujar Gatot.

Imbauan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya mengeluarkan imbauan, yaitu waspada potensi hujan disertai kilat/petir di wilayah Tangerang, Depok, dan Bogor pada siang hingga malam hari. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada potensi angin kencang di wilayah Jabodetabek pada siang hingga malam hari.

Baca juga :  Jika Uang Kompensasi Tak Kunjung Cair, Warga Ancam Tutup TPST Bantar Gebang

Hary Tirto Djatmiko dari BMKG dalam berita terkait cuaca seperti terdapat dalam laman BMKG tanggal 2 Desember mengingatkan bahwa tidak hanya Jabodetabek yang akan diterpa cuaca buruk. Ia menyebutkan, kondisi atmosfer terkini terdapat indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari ke depan.

Selain Jabodetabek, kawasan yang berpotensi diterpa hujan lebat dengan kilat/petir antara lain Aceh, Sumatera Utara bagian timur, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung bagian barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah bagian selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian utara, serta Papua bagian tengah dan utara.

Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin. Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, serta masyarakat di wilayah pesisir diimbau mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian 2,5 meter-3 meter di sebagian kawasan di Indonesia.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam melalui 021-6546318, http://www.bmkg.go.id, Twitter @infobmkg, atau mengakses playstore: info BMKG.

Rawan tumbang

Di Kota Bekasi, terdapat setidaknya 4.000 pohon rindang yang diperkirakan rawan tumbang, terutama akibat cuaca buruk. Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DP3JU) Kota Bekasi terus melakukan pemangkasan.

Kepala DP3JU Kota Bekasi Karto mengatakan, pemangkasan pohon yang rawan tumbang tersebut sudah sekitar 70 persen. Bagian pohon yang dipangkas terutama ranting-ranting yang menjuntai terlalu tinggi karena dikhawatirkan menimpa warga maatauupun kendaraan yang melintas. “Kebanyakan pohon ada di tengah kota,” ujarnya.

Baca juga :  Building a more resilient Jakarta

Untuk memangkas pohon-pohon yang rawan tumbang tersebut, pihaknya menerjunkan puluhan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Pohon Tumbang. Mereka bekerja dibekali alat pemotong ranting dan enam alat berat.

Adapun terkait papan reklame yang ada di Kota Bekasi, kata Karto, kebanyakan dalam kondisi baik sehingga kemungkinan kecil ambruk akibat angin kencang. Terdapat sekitar 1.000 papan reklame yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. “Namun, tetap saja alam tidak bisa diprediksi. Bisa jadi ada juga yang roboh,” ucap Karto.

Patroli Kebun Raya

Kebun Raya Bogor juga mengantisipasi pohon tumbang. Juru bicara Kebun Raya Bogor, Sugiharti, Sabtu, mengatakan, pohon-pohon sudah dicek dan diperiksa kesehatannya. “Ada juga yang dipangkas. Namun, memang, namanya angin kencang, kadang ada juga yang menyebabkan dahan pohon patah,” katanya.

Terkait angin kencang, lanjutnya, petugas patroli kebun raya terus berkeliling kawasan. Ketika angin mulai terlihat tidak seperti biasanya, petugas patroli meminta para pengunjung untuk keluar dari kebun raya, katanya.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman, Sabtu, mengatakan, kebanyakan pohon yang tumbang berjenis akasia, trembesi, dan kapuk.

Kondisi pohon itu sudah rapuh, terlalu tinggi, dan banyak ranting sehingga saat diterpa angin kencang mudah tumbang. “Ke depan, potensi angin kencang masih ada. Untuk itu, kami imbau warga jangan berteduh di bawah pohon jika hujan ataupun saat terjadi kencang,” katanya.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button