Kliping

Hujan Angin, Pohon Bertumbangan

JAKARTA, KOMPAS — Belasan pohon tumbang seusai hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Jakarta, Kamis (10/11) sore. Pohon-pohon tumbang ini menutup sejumlah ruas jalan, menyebabkan kemacetan parah hingga malam hari di sekitar kawasan Senayan dan Simprug.

Salah satu titik terparah adalah pohon beringin tumbang menimpa kabel listrik dan tiga mobil di Jalan Hang Lekir II, Kelurahan Gunung, Jakarta Selatan. Pohon beringin yang diperkirakan berusia 25 tahun itu tercerabut bagian akarnya sekitar pukul 16.30 dan menimpa kabel listrik yang masih dialiri arus, satu tiang lampu penerang jalan, dan rambu-rambu, serta tiga mobil.

Tak ada korban dalam kejadian tersebut. Tiyur Maerosita (45), salah satu penumpang mobil yang tertimpa, mengatakan, dirinya dan kakaknya, Novelina (50), sempat menyelamatkan diri karena pohon tersebut sempat tertahan kabel listrik sebelum benar-benar jatuh. ”Waktu kejadian lalu lintas padat, mobil kami tak bisa ke mana-mana,” katanya, di lokasi kejadian.

Hingga malam, petugas belum berani mendekati pohon itu karena masih teraliri listrik dari kabel yang sempat mengalami korsleting. Arus lalu lintas menuju Senayan dialihkan. Penanganan pohon baru bisa dilakukan setelah aliran listrik diputus pada pukul 20.15.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Lurah Gunung Noor Muchyadi mengatakan, PPSU Kelurahan Gunung sempat mencoba memotong-motong pohon ini segera setelah kejadian. Namun, arus pendek pada kabel listrik yang tertimpa sempat mengeluarkan api, sehingga upaya itu dihentikan. ”Setelah api nyala, pohon itu juga kalau dipegang nyetrum. Jadi tak bisa diapa-apakan,” katanya.

Pohon tumbang juga menimpa bagian depan rumah di Jalan Simprug Golf III, Jakarta Selatan. Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Selatan M Iqbal mengatakan, para petugasnya dikerahkan sejak sore untuk menangani pohon-pohon tumbang. Namun, lalu lintas yang sangat padat menghambat mobilitas para petugas.

Belasan pohon tumbang dan dahan patah mengakibatkan kemacetan parah hingga lebih dari 2 kilometer di dua lajur, dari perempatan Permata Hijau hingga Jalan Teuku Nyak Arief. Hingga pukul 22.10, lalu lintas di Jalan Tentara Pelajar ke arah selatan masih macet.

Hujan badai kemarin juga menyebabkan banjir setinggi lebih dari 50 sentimeter di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Tak sedikit pengendara yang terjebak dalam genangan itu.

”Hujannya tidak lama, sih, tetapi sangat deras dan anginnya kencang sekali. Pandangan kami juga terbatas karena saking lebatnya hujan,” kata Ira (39) yang sedang dalam perjalanan pulang kerja di Jalan DI Panjaitan.

Masih akan terjadi

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang seperti ini diprediksi masih akan terjadi di Jakarta dan sekitarnya hingga 10 hari ke depan. Masyarakat diimbau waspada karena kondisi ini bisa memicu bencana hidrometeorologi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, hingga 20 November, suplai uap air sebagai pembentuk awan hujan di wilayah Sumatera dan Jawa relatif tinggi. Potensi hujan pun akan terus meningkat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto, kemarin, menyampaikan, ada potensi cuaca ekstrem meningkat di kawasan Indonesia bagian barat, berupa hujan deras hingga hujan badai (thunderstorm). Kondisi itu dipicu beberapa fenomena, antara lain kondisi atmosfer yang labil di wilayah Indonesia dan pertemuan angin.

Menurut Yunus, tingginya tingkat pemanasan memicu peningkatan intensitas hujan badai hingga akhir November. Potensi hujan badai ini diprediksi terjadi pada sore hari. ”Warga sebaiknya berhati-hati, meningkatkan kewaspadaannya jika beraktivitas di sore hari,” katanya.

Baca juga :  Menghindari Kemacetan

Daerah perkotaan dan dataran tinggi perlu mewaspadai potensi cuaca buruk ini secara khusus. Sebab, meski terjadi dalam durasi singkat, hujan badai ini dapat menyebabkan genangan dan banjir bandang.

Yunus menambahkan, puncak musim hujan diprediksi akan terjadi awal 2017. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button