Kliping

Pemadam Tak Bisa Jangkau Seluruh Lantai

JAKARTA, KOMPAS — Hingga berita ini diturunkan, Kamis (10/11), pukul 00.30, belum diketahui penyebab kebakaran hebat yang melanda gedung apartemen dan perkantoran Neo Soho di Jalan S Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

39a4c18c588b44fc9fd2a4b690b4f5ec

Api yang melalap bagian luar gedung setinggi 42 lantai itu sebagian besar sudah padam sekitar pukul 23.10. Hanya sesekali terlihat cahaya api dari bagian atas gedung.

Sebelumnya, api membesar dan merambat ke sejumlah lantai sejak kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 20.30. Puing-puing yang masih terbakar berjatuhan dari titik api.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Menurut keterangan resmi Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, api berasal dari lantai 4 dan merambat hingga lantai 42 gedung tersebut. Sedikitnya 27 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Sejumlah mobil pemadam kebakaran yang dilengkapi tangga (skylift) terlihat hanya bisa menjangkau api hingga lantai 10. Petugas juga menyemprotkan air dari gedung sebelah, tetapi air tak mampu menjangkau titik api karena tertiup angin kencang.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo mengakui, kemampuan mobil pemadamnya maksimal hanya bisa menjangkau ketinggian 90 meter atau sekitar 20 lantai.

Salah satu saksi mata, Rosita Dewi (46), mengatakan, pertama kali melihat api sekitar pukul 20.00. ”Pertama kali melihat api masih sangat kecil. Api itu ada di luar kamar apartemen,” ujar penghuni Apartemen Royal Mediterania di samping gedung Neo Soho itu.

Lokasi kamar Rosita tepat di depan asal api, hanya berjarak sekitar 20 meter. ”Panasnya terasa sampai ke kamar saya. Pengelola apartemen akhirnya meminta semua penghuni kamar turun dan menyelamatkan diri,” ujarnya.

Rohmat (28), salah satu pekerja di proyek pembangunan gedung itu, mengatakan, apartemen yang dibangun sejak tahun 2014 itu belum berpenghuni. Hanya bangunan dari lantai 9 ke bawah yang sudah sepenuhnya jadi. Di setiap lantai di atas lantai 9, katanya, terdapat setidaknya 7-10 pekerja.

1f160940f1fc42ed8920d92a58401064 253a0cd8e7f94c19b2960296bb6e3053

Justini Omas, Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Land—pengembang gedung Neo Soho—mengatakan dalam wawancara kepada Kompas TV, semalam, bagian gedung yang terbakar masih dalam tahap pembangunan sehingga masih kosong. Menurut dia, api berasal dari lantai parkir P9.

Justini menambahkan, yang terbakar adalah bagian fasad atau lapis terluar gedung. ”Kebakaran terjadi di bagian fasad, bukan bagian dalam gedung,” katanya.

Menurut Justini, sesuai namanya, gedung itu difungsikan sebagai pusat perkantoran dan hunian (small office, home office).

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiono di lokasi mengatakan, tim pemadam masuk ke dalam gedung dan memadamkan api dari lantai ke lantai sampai lantai 30. Menurut Awi, tim pemadam terbantu dengan sudah aktifnya saluran air di setiap lantai.

Awi mengatakan, pihaknya belum mengetahui ada tidaknya korban dalam peristiwa ini. Petugas akan menyisir lantai demi lantai setelah api padam. Meski demikian, ia mendapat informasi tak ada orang terjebak di dalam gedung. Penyebab kebakaran, ujar Awi, juga belum diketahui.

Baca juga :  DKI Punya Jakarta Investment Center

Subejo mengatakan, ada satu pekerja yang terluka dalam peristiwa itu. Namun, ia menambahkan, api sudah dikendalikan.

Bengkel terbakar

Sebelumnya, sekitar pukul 19.35, kebakaran juga melanda sebuah bengkel di wilayah Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara. Sebanyak 5 mobil dan 1 sepeda motor terbakar.

Api mulai membesar sekitar pukul 19.35 dari sebuah kios tak jauh dari gedung WTC Mangga Dua. Kepala Suku Dinas Penyelamatan dan Penanggulangan Kebakaran Jakarta Utara Satriadi Gunawan menyampaikan, kebakaran juga menghanguskan sebuah bangunan semipermanen berukuran 24 meter x 12 meter.

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button