Kliping

Gedung Tua Tak Boleh Jadi Gudang PKL

JAKARTA, KOMPAS — Aparat gabungan kembali menertibkan kawasan Kota Tua di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (21/9). Gedung-gedung tua yang selama ini dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan barang milik pedagang kaki lima dirazia. Gedung-gedung ini akan dikembalikan fungsinya menjadi benda cagar budaya.

Ratusan petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP), polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Transportasi, dan pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum menyisir 14 gudang di sekitar Kota Tua, tepatnya di Jalan Kali Besar Timur dan Jalan Nelayan. Gedung-gedung itu selama ini untuk menyimpan barang-barang milik PKL, seperti tenda, kotak pendingin, dan gerobak.

Sekretaris Kecamatan Tamansari Rumiyati mengatakan, sebelum melakukan razia, aparat sudah mengirimkan surat peringatan kepada para PKL. Namun, PKL tetap menyimpan barang-barangnya di gedung-gedung tua tersebut.

Karena peringatan tak diindahkan, aparat gabungan mengambil paksa barang-barang tersebut. Barang diangkut dengan truk dan dibawa ke gudang satpol PP di Cakung, Jakarta Timur.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Ini, kan, gedung bersejarah dan masuk dalam daftar cagar budaya. Kami akan dorong supaya dikembalikan ke fungsinya,” kata Rumiyati, kemarin.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menuturkan, pemanfaatan gedung sebagai gudang tak sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Sesuai aturan itu, lokasi yang disasar dialokasikan untuk perkantoran dan rumah tinggal.

“Meskipun PKL sudah membayar sewa terhadap pemilik gedung, mereka tetap salah karena melanggar aturan. Jika mau, mereka bisa menyimpan barang di Jalan Cengkeh,” ungkap Tamo menyebut lokasi pemindahan PKL Kota Tua yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI.

Menurut Tamo, penertiban PKL liar di Kota Tua terus dilakukan dalam rangka penataan kawasan yang tengah diusulkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO itu.

Baca juga :  Tiga Proyek di Kelapa Gading

Ia menambahkan, pedagang yang ingin mengambil barang-barangnya yang disita petugas bisa mengajukan surat kepada Satpol PP DKI Jakarta. Surat itu bisa digunakan untuk mengambil barang di Cakung.

Lokasi wisata baru

Setelah gudang-gudang liar ini ditertibkan, Unit Pengelola Kawasan Kota Tua juga akan merangkul para pemilik gedung tua itu untuk merevitalisasi bangunannya. Pemprov DKI berharap gedung-gedung tua di kawasan itu bisa dimanfaatkan sebagai lokasi wisata baru. Namun, selama ini para pemilik gedung enggan merevitalisasi asetnya karena alasan biaya tinggi.

Selain penataan kawasan, DKI juga tengah merevitalisasi Kali Besar. Revitalisasi sungai itu dilakukan menggunakan dana tanggung jawab sosial korporasi (CSR). Revitalisasi Kali Besar dimulai dari Kali Blandongan, Tambora, Jakarta Barat.

Nantinya, air yang masuk ke Kali Besar dari Kali Blandongan sudah diolah sehingga lebih jernih. Air jernih itu akan mengalir dalam jarak sekitar 1 kilometer dari Jalan Kali Besar Timur hingga ke Jalan Pakin, Jakarta Utara. Konsep penataan di Kali Besar diadaptasi dari Kali Cikapundung, Bandung, Jawa Barat.

(DEA)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button