Kliping

Pengelolaan Parkir di Pasar Belum Berubah

JAKARTA, KOMPAS — Pengelolaan parkir di 15 pasar di Jakarta, Selasa (2/8), belum berubah meskipun sudah diambil alih dari PD Pasar Jaya ke Unit Pengelola Perparkiran DKI mulai 1 Agustus. Pengelolaan parkir masih dilakukan secara manual.

Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dishub DKI Tiodor Sianturi mengatakan, awalnya parkir kendaraan di 15 pasar itu dikelola PD Pasar Jaya. PD Pasar Jaya lalu bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti PT Rapik Karya Mandiri, CV Barsos, dan CV Tiara Sigma. Setelah kontrak kerja sama dengan pihak ketiga berakhir pada 31 Juli, UP Perparkiran harus mengambil alih pengelolaan parkir pada 1 Agustus.

”Fasilitas milik swasta, seperti gerbang masuk-keluar, sudah dibongkar oleh pihak swasta. Sekarang yang kami punya tinggal posko saja. Pelan-pelan kami sesuaikan sistemnya,” ujar Tiodor.

Dalam masa transisi, UP Perpakiran masih mempekerjakan 4-6 petugas per pasar. Mereka bertugas menata kendaraan, menarik karcis parkir, dan mendata jumlah kendaraan yang masuk-keluar tempat parkir.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Ke depan, UP Perparkiran menerapkan sistem parkir elektronik dan pembayaran nontunai.

UP Perparkiran juga mengambil alih sistem parkir di Taman Ismail Marzuki (TIM). Mulai Selasa (2/8), parkir di TIM sudah menggunakan sistem nontunai dengan kartu Jakcard.

Tarif berbeda

Dengan sistem manual yang masih berlaku di pasar tradisional, tarif sekali parkir untuk sepeda motor dipatok Rp 2.000 dan untuk mobil Rp 4.000-Rp 5.000.

Di Blok G Pasar Tanah Abang, Selasa, pengendara sepeda motor membayar uang parkir kepada petugas parkir. Padahal, area parkir di pasar ini termasuk satu dari 15 lokasi yang diambil alih UP Perparkiran.

Baca juga :  Anies Pastikan Akan Ikuti Perintah MA untuk Stop Swastanisasi Air

Berdasarkan pantauan Kompas, Selasa pukul 16.00, tiga petugas parkir berjaga di area parkir bagian depan Blok G. Adapun area parkir bagian belakang diawasi enam petugas.

Pengendara mendapat kertas tiket parkir yang berisi informasi tanggal, pelat nomor, dan jam masuk. Seluruh informasi ditulis petugas dengan spidol hitam.

Apin (36), pedagang di Blok G, mengatakan, ia membayar Rp 6.000 untuk parkir di Blok G. Sebesar Rp 2.000 dikeluarkannya saat masuk, Rp 2.000 untuk petugas parkir, dan sisanya saat keluar. ”Saya berharap hanya perlu membayar tiket masuk dan keluar,” ujar Apin.

Joni (25), pengunjung Blok G, menuturkan, ia tak merasakan perbedaan setelah pengelolaan parkir diambil alih UP Perparkiran DKI. (C04/DEA)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button