Kliping

Ganjil-Genap Mulai Diuji Coba

Ganjil-Genap Mulai Diuji Coba

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Evaluasi Pelaksanaan Setiap Hari

JAKARTA, KOMPAS — Uji coba pembatasan kendaraan dengan aturan pelat nomor ganjil-genap dimulai hari ini, Rabu (27/7). Di hari pertama, mobil berpelat nomor ganjil diperbolehkan melewati kawasan pembatasan, yakni di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin dan sebagian Jalan Gatot Subroto.

e46083d55a4d402bac5a08ce49cdde11

Pembatasan kendaraan hanya berlaku hari Senin-Jumat pukul 07.00-10.00 dan 16.00-20.00. Di tanggal ganjil, kendaraan yang diperbolehkan melintas di kawasan pembatasan adalah kendaraan dengan angka terakhir ganjil di pelat nomornya. Di tanggal genap, kendaraan dengan angka terakhir genap di pelat nomornya diperkenankan melewati kawasan pembatasan.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta tidak akan menindak pelanggar selama masa uji coba yang dijadwalkan berlangsung hingga 26 Agustus.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Syamsul Bahri, dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, kemarin sore, mengatakan, untuk uji coba hari pertama, petugas gabungan dari polisi, Dishubtrans, dan Satpol PP diinstruksikan menyebarluaskan informasi soal aturan ganjil-genap dan tidak menilang pelanggar.

“Dasar aturannya sudah ada, yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, terutama soal rambu lalu lintas. Pelanggar ganjil-genap bisa dikenakan pasal pelanggaran rambu. Namun, kami tidak akan tilang selama uji coba,” ujarnya.

Menurut Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah, pihaknya menambah jumlah bus transjakarta hingga 80 unit untuk mengantisipasi lonjakan pengguna. Antisipasi dilakukan khususnya di Koridor 1 Blok M-Kota dan Koridor 9 Pluit-Pinang Ranti.

content

Pengawasan pelaksanaan kebijakan ganjil-genap akan dilakukan 90 petugas Dishubtrans dan Satpol PP DKI Jakarta serta 60 personel Polda Metro Jaya.

Baca juga :  Air di Saluran Sekunder Kota Bekasi Kembali Tercemar

Kebijakan ini akan dievaluasi setiap hari. Jika dinilai efektif mengurai kemacetan, pembatasan kendaraan dengan aturan pelat ganjil-genap akan diteruskan. Sebaliknya, jika justru memicu kemacetan, kebijakan akan dihentikan sambil mempercepat pelaksanaan sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP).

Sekretaris Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) David Tjahjana menyatakan, pemberlakuan ganjil-genap menjadi momentum bagi angkutan umum untuk meningkatkan penumpang.

“Apakah ganjil-genap akan mengurangi kemacetan atau tidak sangat bergantung pada reaksi masyarakat pengguna mobil pribadi. Berdasarkan perhitungan, kebijakan ini paling banyak mengurangi 40 persen lalu lintas kendaraan,” ujarnya.

Sejumlah anggota Komisi B mendorong pemerintah mempercepat pelaksanaan ERP. Program pembatasan kendaraan pribadi dengan ERP dianggap sebagai solusi paling ideal untuk mengurai kemacetan sekaligus membangun angkutan massal di Ibu Kota Jakarta.

Kepadatan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi menuju Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (26/7). Mulai hari Rabu (27/7) akan diberlakukan uji coba pembatasan kendaraan dengan pelat nomor ganjil-genap di sejumlah jalan protokol di Jakarta.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Kepadatan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi menuju Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (26/7). Mulai hari Rabu (27/7) akan diberlakukan uji coba pembatasan kendaraan dengan pelat nomor ganjil-genap di sejumlah jalan protokol di Jakarta.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Rute alternatif

Berdasarkan informasi Polda Metro Jaya, ada sejumlah jalur alternatif yang bisa digunakan pengguna kendaraan pribadi untuk menghindari jalur yang terkena pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil-genap.

Dari arah Cawang ke arah Slipi, masyarakat dapat menggunakan rute Jalan Gatot Subroto-HR Rasuna Said-Dr Satrio-KH Mas Mansyur-Penjernihan-Pejompongan, dan masuk lagi ke Jalan Gatot Subroto menuju Slipi. Arah sebaliknya pun dapat menggunakan rute yang sama.

Sementara itu, pengendara dari arah Blok M ke Kota dapat menggunakan rute Panglima Polim-Bulungan-Patiunus-Pakubuwono VI-Hang Lekir-Asia Afrika-Gelora-Tentara Pelajar-Penjernihan-Mas Mansyur-Cideng dan seterusnya.

Dari arah utara ke selatan, rute yang dapat ditempuh adalah Jalan Gajah Mada-Juanda-Veteran III-Medan Merdeka Utara-Perwira-Lapangan Banteng Barat-Pejambon-Medan Merdeka Timur-Arief Rahman Hakim-Menteng Raya-Cut Mutia-HOS Cokroaminoto-HR Rasuna Said-Tendean-dan seterusnya.(MKN/C01/*)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button