Kliping

Warga Terus Khawatir

Pemerintah Diminta Cepat Atasi Ancaman Banjir

8fa621fda5ac4e4ba92a71019796f7d1

JAKARTA, KOMPAS — Warga di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan, mulai membersihkan lumpur sisa banjir. Namun, menghadapi cuaca yang tak juga membaik, warga masih waswas. Diharapkan ada penanganan segera yang bersifat sementara ataupun permanen agar ada jaminan keamanan bagi warga.

Kendati sudah mulai surut, Senin (25/7), warga sekitar khawatir banjir akan terus terulang. Yessy Rianti (30), warga Perdatam, Ulujami, Jakarta Selatan, mengatakan, jebolnya tanggul itu merupakan yang kedua kali dialaminya. Sebelumnya, tanggul yang jebol pada 2003 juga mengakibatkan banjir besar.

Banjir di perkampungan Haji Ipin Bawah, Pondok Labu, masih di Jakarta Selatan, mengakibatkan tembok dua rumah roboh karena kuatnya terjangan luapan Sungai Grogol. Tembok rumah itu milik Siti Hasanah (70) dan Udin (65). ”Semalam air mulai naik sekitar maghrib. Arus sangat deras,” kata Hasanah.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Saat ini, Hasanah dan 77 keluarga di daerah itu terus waspada karena khawatir banjir kembali menerjang. Meski sudah diturap, daerah itu hampir selalu banjir setiap hujan cukup deras. Hal ini karena daerah itu berupa cekungan. Banjir juga menggenang hingga jalan raya sehingga memutus arus lalu lintas antara Karang Tengah dan Lebak Bulus.

Terkait banjir di Ulujami, menurut Lurah Ahmad Hasan Husaini, Senin, banjir yang melanda sebagian kawasannya sejak akhir pekan lalu merupakan kiriman dari kawasan hulu Sungai Pesanggrahan. Kondisi diperparah hujan yang turun hampir setiap hari di wilayah itu.

Banjir mulai surut pada Senin siang setelah dua pompa air digunakan untuk membuang air kembali ke sungai. Belasan petugas Pelayanan Prasarana dan Sarana Umum Ulujami dikerahkan untuk membangun beronjong di lokasi yang jebol.

Di Jalan Lebak Bulus V, Cilandak Barat, turap yang roboh pada Minggu malam mengakibatkan tebing setinggi 5 meter longsor. Material longsoran menimbun saluran air dan jalan di kawasan permukiman itu. Akibatnya, air sempat menggenang di sepanjang jalan di RT 014 RW 004. Senin pagi, material longsoran diangkut dan banjir surut.

Baca juga :  Menghindari Kemacetan

Banjir hingga setinggi 1 meter juga menggenangi kompleks Mini Country yang juga terletak di bantaran Sungai Pesanggrahan, Kelurahan Ulujami. Genangan air tak bisa keluar dari pintu air yang dibangun pemerintah.

Para pekerja membuat beronjong untuk menutup tanggul Kali Pesanggrahan di Jalan Perdatam, Ulujami, Jakarta Selatan, yang jebol, Senin (25/7). Hingga kemarin, tim pemadam kebakaran dan Balai Besar Wiayah Sungai Ciliwung Cisadane masih menyedot air yang menggenangi perumahan di kawasan yang dilanda banjir.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPara pekerja membuat beronjong untuk menutup tanggul Kali Pesanggrahan di Jalan Perdatam, Ulujami, Jakarta Selatan, yang jebol, Senin (25/7). Hingga kemarin, tim pemadam kebakaran dan Balai Besar Wiayah Sungai Ciliwung Cisadane masih menyedot air yang menggenangi perumahan di kawasan yang dilanda banjir.

Warga setempat, Luthfie Eddy Suyanto (50), menduga pintu air yang tak berfungsi semestinya itu turut memperparah banjir di sana. ”Seharusnya pintu air dari besi yang putaran seperti biasanya, tapi ini hanya dari material apa dan tanpa putaran. Hanya yang model flap,” ujarnya.

Menurut Luthfie, banjir selalu melanda perumahan seluas 5.000 meter persegi di tepian Sungai Pesanggrahan itu setiap musim hujan. Permukaan tanah di kawasan yang kini padat permukiman itu terlihat lebih rendah daripada permukaan Sungai Pesanggrahan. Dulunya, kawasan itu merupakan daerah empang serta rawa-rawa.

Pondok Cabe

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Tangerang Selatan Retno Prawati mengatakan, ada kemungkinan tidak lancarnya air mengalir di kawasan Bandara Pondok Cabe turut memicu genangan selain tingginya debit air Sungai Pesanggrahan. Tidak lancarnya aliran air karena pihak bandara kini membangun pagar dari beton sebagai ganti pagar kawat. Namun, ia mengatakan masih akan mencari tahu penyebab pasti genangan air yang terjadi pada Minggu lalu.

Selain di dekat Bandara Pondok Cabe, Pamulang, banjir juga terjadi di Cirendeu Permai, Ciputat. Menurut Retno, hal ini karena belum terselesaikannya normalisasi Sungai Pesanggrahan yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane.

Di Kota Bekasi, Bambang Widiyanto, warga RW 008 Kompleks Pondok Gede Permai, waswas dengan kondisi tanggul yang membatasi Kali Bekasi dengan perumahan tersebut. Sebab, tanggul sepanjang lebih dari 20 meter itu belum ditinggikan.

(IRE/UTI/PIN/ILO)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button