Kliping

DKI Siapkan 91 Truk Pemadat Sampah

BEKASI, KOMPAS — Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 91 truk compactor yang mampu memadatkan sampah dan mengurangi tetesan air limbah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

“Truk ramah lingkungan ini kapasitasnya tiga kali lebih besar dari truk sampah biasa. Kami akan optimalkan itu sambil mengurangi truk-truk yang selama ini menciptakan tetesan dari sampah atau lindi,” kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adji seusai memimpin apel kerja bakti massal di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu (24/7).

Setiap harinya, ada 1.100-1.200 truk sampah dari DKI yang masuk Bantargebang. Berat total sampah berkisar 6.500-7.000 ton per hari. Dalam perjalanan, truk-truk itu masih kerap menimbulkan lindi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan DKI Hari Nugroho menuturkan, 91 truk compactor yang disiapkan berdasarkan anggaran pada APBD 2016. Pengoperasian truk itu akan dilakukan bertahap, dimulai pada Agustus 2016 dengan 18 truk. “Bulan depannya lagi 20 truk. Seperti itu setiap bulannya, hingga akhir tahun total ada 91 truk,” ujar Hari.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Saat ini, DKI baru memiliki 10 truk compactor. Dinas DKI juga berencana mendatangkan 15 refuse compactor untuk memadatkan sampah di Bantargebang.

Saat ini, Dinas DKI telah mengoperasikan 15 ekskavator, 6 shovel, dan 2 buldoser di TPST Bantargebang. Alat berat tersebut dioperasikan di empat titik buang yang telah dibuka, yakni tiga titik di zona I dan satu di zona III.

Libatkan 600 orang

Kerja bakti massal di TPST Bantargebang, kemarin, melibatkan sekitar 600 orang. Para personel merupakan gabungan dari pekerja di TPST Bantargebang dan petugas kebersihan di DKI.

Dalam kegiatan tersebut, para pekerja menyapu jalan, mengecat ulang pembatas jalan, melakukan penyemprotan jalan, dan melaksanakan pembersihan drainase.

Sejumlah titik lokasi pembersihan antara lain di gerbang, eks kantor PT Godang Tua Jaya (GTJ), dan sepanjang jalan dekat zona I hingga zona III TPST. Tumpukan sampah yang sebelumnya ada di bahu jalan juga dibersihkan sebelum diangkut dan diturunkan di titik buang.

Menurut Isnawa, kerja bakti massal merupakan bagian dari rencana Dinas Kebersihan DKI mengoptimalkan pengelolaan TPST Bantargebang.

Saat ini, Dinas Kebersihan DKI masih melakukan inspeksi bersama dengan PT GTJ hingga 30 hari ke depan sebelum benar-benar lepas dan DKI mengelola sendiri TPST Bantargebang. (C03)

Artikel terkait

Leave a Reply

Cek juga
Close
Back to top button