Kliping

Delapan Pompa Rusak di Jakarta Barat

JAKARTA, KOMPAS — Delapan dari total 100 pompa di Jakarta Barat rusak ringan hingga berat. Suku Dinas Jakarta Barat terpaksa mengoptimalkan pompa bergerak (mobile) untuk menyedot air.

Petugas jaga rumah pompa Taman Ratu, Jakarta Barat, menunjukkan panel listrik yang rusak, Senin (18/7). Perawatan mesin pompa yang teratur akan meminimalkan kerusakan sehingga pompa air dapat berfungsi optimal untuk pengendali banjir.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Petugas jaga rumah pompa Taman Ratu, Jakarta Barat, menunjukkan panel listrik yang rusak, Senin (18/7). Perawatan mesin pompa yang teratur akan meminimalkan kerusakan sehingga pompa air dapat berfungsi optimal untuk pengendali banjir.

Di rumah pompa Taman Ratu, Jakarta Barat, ada dua pompa besar berkapasitas 2.500 liter per detik. Satu pompa rusak pada bagian substationpanel listrik. Akibatnya, pompa itu tidak bisa digunakan. Pompa Taman Ratu berperan untuk mengendalikan banjir dan genangan di Kelurahan Kebon Jeruk dan Duri Kepa. Menurut Dwi Teguh (28), petugas rumah pompa, kinerja pompa air pada musim kemarau basah ini cukup berat karena harus mempertahankan air di ketinggian normal 270 sentimeter. Pada saat hujan sedang hingga lebat, ketinggian air bisa mencapai 380-390 sentimeter.

Meskipun salah satu pompa besar rusak, Dwi mengklaim satu pompa masih berfungsi optimal untuk menyedot air dari saluran penghubung ke Kali Sekretaris. Kinerja satu pompa itu dibantu oleh pompa bergerak berkapasitas 300 liter per detik.

“Kerusakan sudah kami laporkan ke Sudin Tata Air Jakbar. Substation di panel listrik segera diperbaiki oleh PT Patri Mandiri,” ujar Dwi, Senin (18/7).

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Dwi menambahkan, dua unit pompa besar tersebut dibuat oleh PT Ruhaak Phala Industri sejak 2006. Beberapa waktu lalu, pompa juga pernah rusak di bagian dinamo karena beban terlalu berat. Namun, kerusakan dinamo itu sudah selesai diperbaiki. Selain karena masalah beban yang terlampau berat, pompa air juga kerap rusak karena sampah. Meskipun sudah dipasang penyaring atau filter di beberapa titik, sampah kerap mengganggu operasional pompa. Setiap hari, petugas harian lepas (PHL) bertugas membersihkan sampah yang masuk ke filter pompa.

Baca juga :  Kasus Polusi Udara Jakarta, Apa yang Digugat Koalisi Ibukota?

Di rumah pompa Tomang Barat, ada delapan pompa berkapasitas 1,74 meter kubik per detik. Agus Sumeno Putro, penanggung jawab rumah pompa Tomang Barat, mengatakan, delapan pompa itu berfungsi dengan baik dan bertugas menjaga ketinggian air di bawah 200 sentimeter. Waduk 6 hektar di lokasi tersebut untuk menjaga kawasan seluas 200 hektar di Tanjung Duren dan sekitarnya.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat Imron mengatakan, delapan pompa bermasalah itu sedang diperbaiki. Enam pompa rusak berat diduga akibat sampah dan harus diangkat serta diperbaiki oleh pemegang merek. Dua pompa yang rusak ringan diharapkan cepat diperbaiki. Anggaran pemeliharaan pompa di 2016 ini Rp 2,6 miliar.

Sindang dan Pluit

Di Jakarta Utara, sejumlah mesin pompa masih belum bisa difungsikan. Satu di antaranya berada di rumah pompa Sindang, Koja, yang mengalami rusak di saringan.

Dari 14 rumah pompa yang dikelola suku dinas, hanya ada satu pompa yang mengalami kerusakan. Itu pun sudah masuk dalam tahap perbaikan. “Dari 14 rumah pompa yang ada, hanya ada satu yang rusak. Kami upayakan semuanya bisa kembali normal sebelum hujan semakin besar,” kata Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara Herning Wahyuningsih.

Meski demikian, tambahnya, salah satu kesulitan dalam perbaikan mesin pompa adalah belum tercatatnya semua jenis dan merek mesin pompa. Saat mesin rusak, butuh waktu untuk mengetahui jenis mesin, merek, tahun pembuatan, juga kapan mesin terakhir dibuat.

Selain 14 rumah pompa yang dikelola suku dinas, terdapat 20 rumah pompa lainnya di wilayah Jakarta Utara. Total jumlah mesin pompa di wilayah Jakarta Utara 98 unit mesin.

Selain di pompa Sindang, empat mesin pompa di rumah pompa Pluit, Penjaringan, belum bisa difungsikan enam bulan terakhir. Padahal, permasalahannya hanya pada korsleting kabel yang telah diketahui sejak awal kerusakan. Kepala Bidang Aliran? Sungai dan Pantai Sistem Aliran Tengah Dinas Tata Air DKI Jakarta? Robert Rajaguguk yang membawahkan rumah pompa ini tak mau menjawab pertanyaan. (JAL/DEA)

Baca juga :  Mengenal Lebih Jauh "Pasukan Kuning" dari Dinas Bina Marga DKI

Artikel terkait

Leave a Reply

Cek juga
Close
Back to top button