Kliping

Tempat Wisata Belum Bebas Sampah

JAKARTA, KOMPAS — Sampah yang berserakan masih terlihat di tempat wisata. Perilaku membuang sampah sembarangan serta keterbatasan pengangkutan sampah menjadi penyebabnya.

Dasmun (44), pekerja lepas Suku Dinas Kebersihan DKI Jakarta, bertugas membersihkan sampah di ruas Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan, Minggu (10/7). Dia memilih untuk tidak pulang ke kampung halaman di Brebes, Jawa Tengah, saat libur Lebaran  ini.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN.
Dasmun (44), pekerja lepas Suku Dinas Kebersihan DKI Jakarta, bertugas membersihkan sampah di ruas Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan, Minggu (10/7). Dia memilih untuk tidak pulang ke kampung halaman di Brebes, Jawa Tengah, saat libur Lebaran ini.

Di taman Museum Seni dan Keramik serta taman Museum Fatahillah, misalnya, sampah masih terlihat bertebaran.

Rusli, salah satu penjaga kebersihan di Museum Seni dan Keramik, menyayangkan pengunjung museum yang masih membuang sampah di taman. Di sisi lain, taman itu dilarang dipakai untuk tempat rekreasi. “Tiba-tiba, para pengunjung sudah membawa tikar dan asal-asalan buang sampah di taman. Padahal, sudah kami larang,” ujarnya, Minggu (10/7).

Ahmad Ruhmana (35), petugas Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, mengatakan, pihaknya menyiapkan 85 tong sampah dan 15 petugas setiap hari untuk menjaga kebersihan di Kota Tua. Namun, ujar Ahmad, hal itu belum cukup untuk menjaga kebersihan Kota Tua yang tidak henti dikunjungi warga selama libur Lebaran ini.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Kalau pengunjungnya penuh seperti ini, kami jadi sulit untuk pantaunya. Apalagi taman ini terbuka 24 jam,” kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad mengatakan, pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan Taman Fatahillah juga berperan atas timbulnya sampah. Padahal, PKL dilarang memasuki kawasan itu.

Koordinator Satuan Petugas Kebersihan UPK Kota Tua, Ari (31), mengatakan, kurangnya gerobak sampah turut menjadi kendala kebersihan di Kota Tua.

“Kami hanya punya dua gerobak. Padahal, sampah ada terus dan sampai menumpuk. Ditambah lagi, sampah bisa lebih dari tiga truk sampai-sampai ada yang tidak terangkut,” tutur Ari.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji, Minggu malam, mengatakan, untuk mengatasi hal itu, ia akan membuat jadwal pembersihan sampah di ruang publik yang lebih banyak dan lebih rapat. Ia juga akan menambah petugas lapangan.

Baca juga :  Empat Hutan Kota di Jakarta Akan Direvitalisasi

“Padahal, di tempat serupa ini, kami sudah mengerahkan patroli mobil pengangkut sampah dan mobil penyapu sampah (roadsweeper). Tapi, ya, itu, pengunjung datang dan pergi membuang sampah sembarangan. Tak ada petugas yang mengontrol dan menegur, seperti di lingkungan mal atau tempat wisata lain yang lebih tertutup dan terbatas ruang kunjungannya,” papar Isnawa.

Untuk di obyek wisata seperti di Kepulauan Seribu, ujar Isnawa, petugas juga rutin melakukan pembersihan pesisir dan pulau-pulau.

Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo memerintahkan setiap pengelola kapal rakyat yang mengangkut pengunjung dari Jakarta untuk menyediakan tempat sampah. Angka kunjungan wisata di Kepulauan Seribu mencapai puncaknya pada 7 Juli, yakni 11.306 pengunjung.

Sampah di trotoar

Tumpukan sampah juga terlihat di trotoar di depan Pasar Tanah Tinggi Poncol, Jakarta Pusat. Tumpukan sampah juga ditemui di seputar gardu listrik dan tiang listrik di sepanjang trotoar Jalan Letjen Soeprapto itu.

Ade (42), anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bungur, Jakarta Pusat, mengatakan, setiap libur hari besar selalu ditemukan sampah berserakan di trotoar.

“Banyak juga orang selain dari warga sini yang buang sampah sembarangan di trotoar. Padahal, sudah ada tempat sampahnya,” ujar Ade.

Hanya 15 persen

Isnawa menambahkan, dari 13.000 personel petugas kebersihan, hanya 15 persen yang mudik saat libur Lebaran. Padahal, sejumlah donatur telah menyediakan bus mudik gratis bagi petugas kebersihan. Pemprov DKI pun tidak memberi bonus tertentu kepada mereka yang tetap bekerja. “Kami cuma memberi paket sembako dan beras 10 kilogram,” ucap Isnawa.

Dinas Kebersihan DKI Jakarta memantau, jumlah sampah selama libur Lebaran menurun dari hari-hari normal. Volume sampah dipastikan kembali naik mulai H+5 hingga H+7, yakni antara 6.500-7.100 ton per hari.

Baca juga :  Lubang Biopori akan Dibuat di Jl Kampung Baru Pulau Tidung

(WIN/HLN/MDN/*)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button