Kliping

Menghindari Kemacetan

Mudik dengan kendaraan bermotor atau moda transportasi bus, yang terbayangpasti perjalanan sangat melelahkan, dengan kemacetan panjang yang bakal memakan waktu berjam-jam. Menghadapi kondisi tersebut, jelas membuat stres dan lelah.

Namun, kini, kehadiran sejumlah aplikasi digital pemandu perjalanan setidaknya dapat memberikan informasi awal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Aplikasi itu di antaranya Google Maps dan Waze. Dengan kedua aplikasi tersebut, pengendara di jalur mudik setidaknya dapat memperoleh gambaran di titik mana terjadi kemacetan parah. Dengan demikian, pengemudi dapat menghindarinya.

Dengan memanfaatkan kedua aplikasi itu, pengemudi dapat memperoleh jalur-jalur alternatif yang bisa dilalui guna menghindari kemacetan di jalur utama.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Tak sebatas itu, aplikasi Waze juga menawarkan informasi yang lebih lengkap. Dengan aplikasi tersebut, siapa pun dapat mengetahui jika terjadi kecelakaan di jalan. Kecelakaan dapat berujung pada kemacetan yang tentu bakal dihindari oleh pengguna kendaraan bermotor.

Informasi di aplikasi-aplikasi ini bersumber pada pengemudi sendiri. Jadi, singkat cerita, melalui aplikasi itu, pengemudi bertukar informasi dengan pengemudi lainnya.

Melihat kedua aplikasi itu sangat banyak manfaatnya, tidak sedikit di Indonesia yang berupaya membuat aplikasi yang tujuannya mirip.

Salah satunya yang dibuat oleh Teknik Sipil Kelompok Keahlian Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat dan Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Dosen Program Studi Teknik Sipil Kelompok Keahlian Transportasi ITB, Idwan Santoso, mengemukakan, Jumat (1/7), aplikasi sengaja dibuat untuk memberikan informasi seputar arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Hanya saja informasinya masih sebatas Jawa Barat.

Baca juga :  Rencana Masa Depan TPST Bantargebang

Layanan aplikasi itu diupayakan memberikan data dan informasi sebanyak mungkin. Ini seperti kondisi jalan, lalu lintas anjungan tunai mandiri (ATM), rumah ibadah, area istirahat, rumah makan, dan stasiun pengisian umum bahan bakar.

Aplikasi yang dikembangkan itu menempel pada aplikasi yang sudah ada sebelumnya di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar, yakni SIMOBO (SIM Mobile Order). Aplikasi yang tujuannya memudahkan masyarakat melakukan permohonan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) secara mandiri.

Mungkin salah satu dari aplikasi itu bisa membantu Anda menghindari kemacetan saat mudik. (SEM)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button