Kliping

Pengerjaan Tol Becakayu Berpotensi Ganggu Pemudik Motor

JAKARTA, KOMPAS — Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu di pinggir Jalan Raya Kalimalang akan dihentikan sementara mulai lima hari menjelang Lebaran (H-5) hingga lima hari setelah Lebaran (H+5). Pemudik yang melintasi Jalan Raya Kalimalang saat pengerjaan jalan tol masih berlangsung perlu mewaspadai dampak pembangunan di sekitar proyek.

KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS Kendaraan antre dari arah Plumpang ke Cilincing, Jakarta Utara, Senin (27/6), yang di jalur bawahnya tampak pengerjaan Tol Tanjung Priok Seksi E2. Pengerjaan tol ini sudah 74 persen. Meski begitu, pengguna jalan berharap pekerjaan dipercepat agar segera terbebas dari kemacetan akut di wilayah ini.
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS
Kendaraan antre dari arah Plumpang ke Cilincing, Jakarta Utara, Senin (27/6), yang di jalur bawahnya tampak pengerjaan Tol Tanjung Priok Seksi E2. Pengerjaan tol ini sudah 74 persen. Meski begitu, pengguna jalan berharap pekerjaan dipercepat agar segera terbebas dari kemacetan akut di wilayah ini.

Pembangunan Jalan Tol Becakayu mulai dari Cipinang, Jakarta Timur, hingga Jatibening, Kota Bekasi, yang memakan sebagian bahu jalan kerap memicu kemacetan di Jalan Raya Kalimalang karena beberapa jalur menyempit. Pembangunan jalan tol ini juga membuat sejumlah ruas Jalan Kalimalang rusak karena kerap dilintasi alat berat, seperti terpantau Senin (27/6).

Direktur Operasional PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) Purma Yose Rizal mengungkapkan, proyek Tol Becakayu baru dihentikan pada H-5 hingga H+5 karena pembangunan jalan tol ini sedang dikebut.

“Proyek Tol Becakayu untuk Seksi 1 ditargetkan rampung pada 2017,” ujar Purma, Senin.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

PT KKDM adalah pelaksana proyek pembangunan Tol Becakayu. Adapun Tol Becakayu Seksi 1 terbentang dari Jalan Casablanca, Jakarta, hingga Jakasampurna, Kota Bekasi.

Purma mengakui, masih berlangsungnya pembangunan jalan tol saat sebagian warga Jabodetabek mulai mudik itu akan mengganggu kenyamanan pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Raya Kalimalang.

Untuk itu, Purma berkoordinasi dengan kepolisian jika terjadi kemacetan parah di Jalan Raya Kalimalang. Hingga kini, Jalan Raya Kalimalang merupakan jalur utama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota Komisaris Bayu Pratama mengatakan, polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik di Jalan Raya Kalimalang yang berpotensi macet akibat pembangunan Tol Becakayu.

Baca juga :  Proyek MRT Capai Lebih dari 50 Persen

“Jika kemacetan sudah parah, kami akan memanfaatkan jalan inspeksi di sisi selatan Kalimalang untuk mengalihkan arus lalu lintas,” ucap Bayu.

Riza (35), warga kompleks Billy Moon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, menghindari Jalan Raya Kalimalang untuk menuju tempat kerjanya di Jakarta Pusat. Selain macet, jalan itu juga rusak dan tidak rata.

“Sudah hampir dua tahun ini saya tidak lagi lewat Jalan Raya Kalimalang. Padahal, kompleks rumah saya ada di pinggir jalan itu,” katanya.

Riza lebih memilih melalui jalan sepanjang Kanal Timur yang tembus ke Jalan Casablanca. Melalui jalan itu, lanjutnya, sudah pasti terjebak macet, tetapi kondisi jalan jauh lebih mulus.

Tol Tanjung Priok

Potensi kemacetan juga ada di sekitar lokasi pengerjaan akses Tol Tanjung Priok. Seperti pada kemarin siang, antrean kendaraan terlihat di jalur Jampea ke arah Cilincing meskipun arus kendaraan tak padat. Penyebabnya adalah penyempitan jalan sebelum pertigaan Cilincing sehingga kendaraan harus antre.

Menurut Ilham (36), warga Bekasi yang bekerja di daerah Tanjung Priok, kemacetan panjang tiap hari terjadi, terutama pada sore hari. Karena itu, dia berharap pekerjaan tol bisa segera selesai sehingga kendaraan di atas roda empat bisa melaju di jalur atas.

“Mengendarai motor di jalur ini juga waswas kalau padat. Apalagi sudah sangat sering kecelakaan yang melibatkan antara motor dan kontainer,” ucap ayah tiga anak ini.

Pengerjaan Tol Tanjung Priok dengan total panjang 11,4 kilometer dimulai sejak tahun 2009. Tiga dari lima seksi telah selesai, sedangkan dua, yaitu Seksi E2 dan Seksi E2A, dalam proses penyelesaian.

Seksi E2 merupakan seksi yang paling lambat dan diprediksi selesai pada 2017 karena sekitar 70 pilar harus dibongkar lantaran ketidaksesuaian mutu. Saat ini, progres seksi sepanjang 2,74 kilometer itu telah mencapai 74,93 persen. “Sejauh ini masih di atas target yang kami tentukan. Semua pilar telah berdiri dan saat ini pemasangan gelagar telah mencapai setengah dari pekerjaan,” ucap Vidi Ferdian, Pejabat Pembuat Komitmen Akses Tol Priok Seksi E2.

Baca juga :  PAM Jaya Perbaiki Pipa Bocor di Kuningan

Terkait dengan kemacetan, Vidi mengatakan, pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah. (MDN/UTI/JAL/ILO)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button