Kliping

Kualitas Sungai Menurun

Dibutuhkan Minimal 4 Truk Angkut Sampah di Satu Titik Mookervaart

JAKARTA, KOMPAS — Jernihnya air Sungai Mookervaart tinggal cerita. Kondisi sungai ini merana sekitar 30 tahun terakhir. Pencemaran air tidak terelakkan lagi setelah permukiman warga kian padat dan industri menjamur di sepanjang sungai.

Petugas membersihkan Sungai Mookervaart di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (25/5).
KOMPAS/RADITYA HELABUMI.
Petugas membersihkan Sungai Mookervaart di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (25/5).

Muhidin (52), Ketua RT 008 RW 004, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, mengatakan, Mookervaart masih jernih hingga awal tahun 1980-an. Begitu pula dengan sungai kecil yang mengalir di wilayahnya. Sungai kecil yang oleh warga disebut Kali Semanan ini bermuara di Mookervaart.

Kini, baik Sungai Mookervaart maupun Kali Semanan tidak bisa lagi untuk makan-minum warga. Anak-anak tidak lagi diperbolehkan berenang di kedua sungai itu. “Tahun 1983, sungai mulai tercemar. Banyak sampah dari hulu. Industri juga mulai tumbuh di sini,” katanya, akhir Mei lalu.

Jumlah penduduk Jakarta juga terus meningkat. Kawasan di tepi Mookervaart pun semakin ramai.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Mengutip data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk di DKI Jakarta tumbuh 50 persen dalam kurun 30 tahun. Tahun 1980, jumlah penduduk Jakarta tercatat 6,5 juta jiwa. Adapun berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Jakarta sudah mencapai 9,6 juta jiwa. Berdasarkan angka proyeksi tahun 2014, jumlah penduduk sudah menembus 10 juta jiwa.

Angka ini belum termasuk penduduk Kota Tangerang, tempat hulu Mookervaart berada. Sejumlah sungai kecil yang melintasi Kota Tangerang bermuara di Mookervaart.

Beban Mookervaart pun terus bertambah. Mulyadi (31), koordinator lapangan kebersihan Sungai Mookervaart di Warung Pojok, Semanan, Jakarta Barat, menuturkan, dalam kondisi normal, butuh empat truk untuk mengangkut sampah dari Mookervaart setiap hari. “Kalau air sedang tinggi saat hujan, bisa sampai enam atau bahkan delapan truk per hari,” ujarnya.

Bersama empat rekannya dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Mulyadi bertanggung jawab mengangkut sampah di lokasi sepanjang 500 meter, mulai dari perbatasan Jakarta Barat hingga Kota Tangerang. Sebelum masuk Jakarta, ada titik pertemuan Mookervaart dengan saluran Situ Cipondoh. Selain lokasi itu, sedikitnya ada tiga tempat lain di Mookervaart yang juga dibersihkan petugas saban hari.

Baca juga :  Lintas Wilayah Mulai Hari Ini

Untuk mencegah sampah hanyut sampai ke tengah kota Jakarta, petugas memasang jaring-jaring. Sampah yang tersangkut jaring lalu dipinggirkan dan diangkut ke truk sampah.

Sungai kecil yang disebut Kali Semanan dan berfungsi sebagai saluran pembuangan ini berada di permukiman warga di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (26/5). Aliran sungai yang sering meluap saat hujan ini terhubung dengan Sungai Mookervaart.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Kondisi aliran saluran Mookervart yang terhubung dengan Cengkareng Drain, Jakarta Barat, pada Kamis (26/5).

Menurut Mulyadi, empat tahun lalu, Sungai Mookervaart menjadi tempat buang sampah. Airnya berwarna hitam dan bau. Kini, air Mookervaart sudah lebih baik. Warna air rata-rata coklat meskipun masih ada yang hitam di beberapa lokasi.

Ia mengatakan, dua tahun lalu, Mookervaart dangkal dan sebagian titik membentuk pulau akibat endapan lumpur dan sampah. Badan sungai ini sempit karena okupasi. “Setelah dinormalisasi, pulau-pulau itu berkurang. Sudah dibersihkan. Lebar sungai juga sampai 40 meter,” katanya.

Petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah di sungai.

Upaya bersama

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Teuku Iskandar mengatakan, kualitas air sungai tak bisa dilepaskan dari kondisi sekitarnya. Pertambahan penduduk dan industri bisa berdampak pada kualitas air sungai.

“Kalau kita lewat sungai dan mencium bau tidak sedap, pasti ada yang tidak beres di sekitar area sungai itu,” ucapnya.

Salah satu cara untuk menekan pencemaran di sungai, menurut Iskandar, dengan pengecekan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pabrik di sekitar sungai. Selain itu, pemda juga harus memfasilitasi tempat pembuangan sampah agar warga tidak buang sampah di sungai.

Adapun pemerintah lewat BBWSCC dan pemda berupaya memperbaiki kualitas sungai, antara lain, dengan melakukan penurapan dan membangun jalan inspeksi. Tujuannya, untuk mengoptimalkan kapasitas sungai dan mencegah okupasi ruang sungai. (PIN/WIN/ART)

Karena tidak tersedia tempat penampungan sementara, sampah ditumpuk di jalur jalan inspeksi saluran Mookervart yang belum dibangun di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (26/5).
KOMPAS/RADITYA HELABUMI.
Karena tidak tersedia tempat penampungan sementara, sampah ditumpuk di jalur jalan inspeksi saluran Mookervart yang belum dibangun di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (26/5).

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button