Kliping

187 Bus Operasi Hari Ini

Armada Pengumpan Belum Dilengkapi Halte Memadai

JAKARTA, KOMPAS — Untuk memperkuat angkutan umum pada masa perpanjangan uji coba penghapusan program 3 in 1, 187 bus dioperasikan hari ini, Senin (18/4). Dengan tambahan itu, 246 bus siap didistribusikan ke koridor-koridor transjakarta yang membutuhkan tambahan bus.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, Minggu (17/4), menjelaskan, dinas perhubungan terus berupaya meningkatkan pelayanan angkutan umum pada masa perpanjangan uji coba penghapusan program 3 in 1. Andri memastikan sebanyak 187 bus sudah bisa dioperasikan mulai Senin ini.

“Ini tambahan baru yang administrasinya sudah selesai, termasuk uji KIR. Awalnya, kan, 59 unit dari 600 unit yang siap. Lalu, dilakukan uji KIR dan penyelesaian administrasi secara bertahap sehingga tambahan baru ada 187 unit. Dengan 59 unit sebelumnya, total ada 246 unit yang bisa beroperasi mulai Senin ini,” papar Andri.

Sebanyak 246 bus itu bagian dari 600 bus hibah Kementerian Perhubungan yang dioperasikan oleh Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Bus-bus itu untuk melayani penumpang di jalur transjakarta. Bus-bus selebihnya, kata Andri, saat ini tengah dalam proses penyelesaian administrasi. Ia menargetkan, akhir April, seluruh bus yang dihibahkan ke PPD sudah bisa beroperasi, baik di jalur transjakarta di Jakarta ataupun di kawasan sekitarnya.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Sekitar 50 bus di antaranya menurut rencana akan dioperasikan di kawasan Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sekarang ini kami masih melakukan konsultasi hukum terkait bus-bus yang akan dioperasikan di tiga wilayah itu karena ini nanti sistem pengoperasiannya melalui anggaran pelayanan publik,” ujar Andri.

Baca juga :  400 Ton Sampah Setiap Hari Diangkut dari Badan Air

Dengan penambahan jumlah angkutan umum itu pun, ujar Andri, dinas perhubungan tetap akan melakukan evaluasi terkait kecepatan waktu tempuh dan kemampuan melakukan pengangkutan penumpang supaya bisa terkait dengan rencana penghapusan program 3 in 1. Sementara program 3 in 1 juga masih terus dievaluasi.

Penambahan armada itu terkait hasil evaluasi dinas perhubungan dengan jajaran kepolisian, juga dewan transportasi kota pada 13 April lalu. Hasil evaluasi itu adalah dinas perhubungan memperpanjang uji coba penghapusan3 in 1 dan secara beriringan akan menambah jumlah armada angkutan umum di jalur-jalur transjakarta dan nantinya juga penambahan armada yang terintegrasi dengan daerah pinggiran.

Kepala Humas PT Transportasi Jakarta Prasetia Budi menjelaskan, pihaknya masih menunggu kesiapan PPD dalam hal penambahan armada. Secara operasional, pihak PT Transportasi Jakarta sudah siap dengan rencana operasional untuk bus-bus tambahan tersebut.

Masih amat kurang

Namun, penambahan bus transjakarta ini belum ditunjang halte bus. Untuk bus pengumpan yang menghubungkan halte transjakarta dengan stasiun kereta api, misalnya, belum dilengkapi fasilitas halte memadai. Sopir bus pengumpan masih menurunkan penumpang di pinggir jalan, juga berhenti di dekat jembatan penyeberangan orang.

Rute bus pengumpan Stasiun Tebet-Jalan Dr Satrio yang melalui sejumlah pusat perbelanjaan hanya tersedia tiga halte bus. Salah satu halte, Halte Palbatu di Jalan Kasablanka, berada di ruas pertemuan lajur jalan layang dan jalan reguler. Akibatnya, bus yang lewat lajur jalan layang harus berbelok tajam agar bisa menjangkau halte. Agar tak menyebabkan kemacetan, ada kalanya penumpang diturunkan di tengah jalan.

Kondisi halte lain, Halte SMU 79 dihadang tanaman di bibir trotoar sehingga penumpang harus melompati deretan tanaman itu. Hanya Halte Sekolahan arah Jalan Kasablanka yang bersih dari gangguan. Namun, tak demikian pada Halte Sekolahan di jalur sebaliknya, halte itu dipenuhi sepeda motor ojek.

Baca juga :  5.000 Karung Pasir Disiapkan untuk Antisipasi Banjir di Jakut

Menurut ahli transportasi publik Institut Teknologi Bandung, Ofyar Z Tamin, setiap kawasan regional negara memiliki batas ideal jarak berjalan kaki untuk menjangkau antar-halte. Kawasan Asia Tenggara dengan iklim tropis, jarak antar-halte maksimal 200 meter karena cuaca yang panas dan lembab. “Di Eropa, walking distance lebih panjang lagi karena cuaca dingin,” ujar Ofyar.

Sementara, menurut Andri, tahun ini memang ditargetkan pendirian 1.000 halte bus di Jakarta. Namun, sekarang masih menunggu pengalihan pengurusan halte bus dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI kepada Dinas Perhubungan DKI. “Selanjutnya, pembangunan halte menjadi tanggung jawab pusat perbelanjaan dan pengelola gedung di sepanjang jalan. Mereka yang membangun,” kata Andri.

Menurut dia, paling tidak dalam waktu sebulan ini seluruh pengelolaan halte sudah berada di Dinas Perhubungan DKI. Dua sampai tiga bulan ke depan, halte-halte bus mulai terbangun.

HBKB

Selain mendamba adanya sistem transportasi publik yang baik dan kelengkapan fasilitasnya terjangkau oleh seluruh masyarakat, warga Jakarta kini juga makin mengapresiasi program hari bebas kendaraan bermotor (HBKB). HBKB pun kini telah mewabah, tidak hanya dilakukan di ruas Sudirman-MH Thamrin, tetapi juga di kota lain di Jakarta dan daerah di sekitar Ibu Kota.

HBKB di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang diberlakukan mulai Minggu kemarin, misalnya, direspons cukup baik oleh warga. Wisnu (29), salah seorang warga, senang ada perluasan wilayah HBKB. “Programnya bagus untuk menambah kawasan HBKB. Kebetulan saat olahraga melewati sini. Lumayan juga masih sepi jadi tidak terlalu sesak buat olahraga. Namun, saya menuju ke Gelora Bung Karno ini karena di sana ada sekalian makanan dan lebih ramai,” katanya.

Baca juga :  Kilas Metro

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyelenggarakan HBKB di Jalan Sisingamangaraja pukul 06.00-11.00 sepanjang 1,1 kilometer. Pengguna kendaraan pribadi diarahkan ke jalur-jalur alternatif. Selama pelaksanaan HBKB, kendaraan bermotor kecuali transjakarta dilarang melewati ruas itu mulai dari perempatan Centrale Stichting Wederopbouw yang berpotongan dengan Jalan Trunojoyo dan Jalan Kyai Maja. (HLN/MDN/C07)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button