Kliping

Proyek MRT Dipercepat Masyarakat Berhak Tahu Kendala Pembangunan

Jakarta, KompasKendati terdapat 57 box girder atau gelagar yang salah cetak, pembangunan jalur layang kereta MRT tetap berlanjut. PT MRT Jakarta berusaha mempercepat pengerjaan dan memperketat pengawasan agar semua proses berjalan sesuai target.

Dari pantauan di lapangan, Selasa (29/3), pengerjaan jalur layang MRT terus berlangsung di Jalan Fatmawati, tepatnya antara Jalan Madrasah dan Jalan Haji Nawi. Sejak sepekan lalu, belum terlihat adanya penambahan pemasangan gelagar di ruas ini.

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah, melalui siaran pers, tidak secara langsung mengomentari adanya 57 gelagar yang salah cetak. Dia mengatakan, pemasangan gelagar dan fondasi viaduct di ruas Jalan Fatmawati, pada bentangan ke-2 jalur layang MRT sepanjang lebih kurang 80 meter ke arah selatan, tengah dilakukan. Pekerjaan ini dimulai sejak 18 Februari.

Sementara di koridor Lebak Bulus-TB Simatupang, pemasangan gelagar direncanakan mulai Mei 2016. Adapun di koridor Sisingamangaraja-Haji Nawi direncanakan mulai pada Agustus 2016.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Pengerjaan ini akan dipercepat untuk mengejar tenggat. Percepatan dilakukan dengan menambah alat kerja serta mengubah metode dan urutan tahapan pekerjaan.

Di ruas-ruas itu juga tengah berlangsung relokasi utilitas. Pemindahan dilakukan oleh pemilik utilitas. “Proses ini terus dimonitor agar kendala yang ada segera dapat teratasi,” katanya.

Pengerjaan jalur bawah tanah pun masih terus berlangsung, yaitu dari Patung Senayan menuju Istora dan dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Dukuh Atas. Untuk jalur Patung Senayan-Istora, pengeboran menggunakan mesin bor Antareja I telah menggali sepanjang 658,5 meter, sedangkan Antareja II 354 meter.

Mesin bor Mustikabumi I, yang menggali terowongan dari Bundaran HI sejak 24 Februari lalu, kini sudah mencapai 37,5 meter. Adapun Mustikabumi II menurut rencana mulai melakukan pengeboran pada pertengahan April 2016.

Baca juga :  Sistem Antisipasi Banjir Rapuh

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan dua kali teguran kepada direksi PT MRT Jakarta terkait 57 gelagar yang salah cetak. Kesalahan itu menuntut pengerjaan ulang yang memakan waktu sehingga operasional kereta MRT diperkirakan molor.

Menurut Guru Besar Transportasi Institut Teknologi Bandung Ofyar Z Tamin, masyarakat berhak tahu dinamika pembangunan MRT, termasuk kendala pembangunan fisik yang dihadapi kontraktor mulai sebelum pembangunan, saat pembangunan berlangsung, hingga pembangunan usai.

“Masyarakat, utamanya di sekitar lokasi pembangunan, berhak mengetahui perkembangan pembangunan MRT. Karena ini adalah proyek pemerintah untuk kepentingan publik,” ujarnya, seusai jadi pembicara dalam kuliah umum tentang transportasi publik di Sekolah Tinggi Manajemen Trisakti, Jakarta Timur, Selasa.

Hanya, menurut Ofyar, pemerintah tak perlu sampai memberikan penalti kepada kontraktor karena adanya kesalahan konstruksi sehingga harus ada pembongkaran. Menurut dia, setiap pembangunan sarana angkutan publik telah didahului dengan analisis dampak lalu lintas.

Tol BIRR

Di Kota Bogor, pemda setempat menerima tanah hibah seluas 77.300 meter persegi untuk pembangunan proyek Jalan Lingkar Dalam Bogor (Bogor Inner Ring Road/BIRR). Proyek yang sempat terkendala pembebasan lahan ini terbantu oleh pemberian tanah dari PT Graha Nuansa Anggun sehingga dapat mempercepat pembangunan BIRR.

“Selama ini, pembebasan lahan masih jadi kendala. Intinya, BIRR ini harus ada percepatan. Kami sangat terbantu dengan tanah hibah ini untuk keperluan proyek BIRR,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya seusai menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Direktur PT Graha Nuansa Anggun Hartono Tanudireja, di Bogor, Selasa.

Pembangunan BIRR menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor 2011-2031.

Berdasarkan MOU, PT Graha Nuansa Anggun akan menghibahkan tanah seluas 63.000 meter persegi di Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Mulyaharja. Tanah itu merupakan tanah terbuka. Perusahaan ini juga akan membebaskan tanah sekitar 14.300 meter persegi. Total seluas 77.300 meter persegi hibah tanah yang didapat Pemerintah Kota Bogor untuk BIRR.

Baca juga :  92 PJU Dipasang di Lokasi Bedah Rumah Cilincing

Adapun panjang lintasan BIRR 12,3 kilometer. Beberapa lokasi yang terdampak pembangunan BIRR merupakan permukiman padat penduduk sehingga dibutuhkan dana yang tidak kecil untuk pembebasan lahan.

(C07/HLN/IRE/MDN)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button