Kliping

Pemakaman, Tempat Cari Nafkah dan Buang Sampah

Area pemakaman di Jakarta tak hanya menjadi tempat calo kuburan bergentayangan. Area itu menjadi tempat para pengemis mencari nafkah sekaligus tempat warga membuang sampah.

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, setiap hari menjadi “posko” beberapa pengemis, baik yang dewasa maupun anak- anak. Sebagian dari mereka mengaku sudah membersihkan area pemakaman sehingga berhak mendapat imbalan jasa. Para pengemis ini tak segan terus membuntuti peziarah. Mereka meminta dengan sedikit memaksa kepada kerabat yang tengah memakamkan anggota keluarganya atau yang sedang berziarah.

Dimas Aji Prakoso (28), yang baru memakamkan kakaknya, Umi Setyaningsih (30), Jumat (4/3), di TPU Karet Bivak, menjadi sasaran empuk pengemis. Ia dan rombongan keluarga dibuntuti meskipun tengah repot dengan proses pemakaman Umi. Dimas yang masih berduka tak terlalu memedulikan kondisi itu. Namun, dia akui keberadaan pengemis cukup mengganggu. “Tapi, maugimana lagi, pengemis itu juga ada di sini,” ucapnya.

Tak terawat

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

TPU Prumpung di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, tampak tak terawat. Segala macam sampah bertebaran di area pemakaman itu. Besi pegas bekas kasur pun ditemukan teronggok di atas makam.

TPU Prumpung yang menyatu dengan permukiman di sekitarnya membuat makam itu jadi tempat bermain anak-anak hingga dijadikan tempat membuang sampah. Area makam itu juga sebagai areal parkir sepeda motor warga. Aris (29), warga setempat, mengaku, permukiman sesak dan hampir tidak ada tempat untuk parkir sepeda motor.

Setelah ditertibkan oleh pihak Kecamatan Jatinegara setahun lalu, TPU Prumpung kini bersih dari parkir sepeda motor.

Menurut petugas administrasi TPU Prumpung, Ketut, area pemakaman memang perlu dibuat tertutup agar makam tetap bisa bersih. “Pagi, petugas membersihkan makam, siangnya sudah kotor lagi. Sebab, banyak anak-anak yang bermain di makam,” katanya.

Baca juga :  Kolong Flyover Kebayoran Lama Dijadikan Taman

Dikuasai preman

Kepala Bidang TPU Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Siti Hasni mengakui, sebagian besar makam masih dikuasai kelompok preman. Pekerjaan harian lepas (PHL) yang bertugas di TPU harus mengalah. Bahkan, di salah satu makam, PHL diatur masuk pukul 10.00 hingga sore hari. Selebihnya, area pemakaman tersebut dikuasai preman. Duh, kacau!

(DEA/MKN/MDN)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button