Kliping

Lima Gedung Bersejarah Selesai Direnovasi

JAKARTA, KOMPAS — Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta terus dilanjutkan. Sejak 2014, sudah lima gedung tua di kawasan itu selesai direnovasi. Selain renovasi gedung, lalu lintas dan lingkungan hidup di kawasan bersejarah itu juga akan dibenahi.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Tampak depan bangunan Gedung Jiwasraya atau Gedung OLVEH (cat putih) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, yang telah selesai direvitalisasi, Rabu (9/3). Peluncuran kembali Gedung OLVEH tersebut akan dilakukan pada Kamis pekan depan. Hingga saat ini sudah lima gedung tua di kawasan Kota Tua Jakarta yang telah selesai direvitalisasi.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Tampak depan bangunan Gedung Jiwasraya atau Gedung OLVEH (cat putih) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, yang telah selesai direvitalisasi, Rabu (9/3). Peluncuran kembali Gedung OLVEH tersebut akan dilakukan pada Kamis pekan depan. Hingga saat ini sudah lima gedung tua di kawasan Kota Tua Jakarta yang telah selesai direvitalisasi.

Sejumlah gedung yang saat ini sudah selesai direnovasi adalah Kantor Pos, Apotek Chung Hwa, Gedung Jiwasraya, eks Galeri Jeans, dan Rotterdam Loyd. Gedung Rotterdam Loyd yang berada di belakang Café Batavia kini difungsikan sebagai kedai kopi.

“Revitalisasi gedung-gedung tua masih terus berjalan. Kita semua tahu, proses renovasi gedung cagar budaya tak mudah karena banyak tahapan yang harus dilalui,” ujar Project Manager PT Jakarta Old Town Revitalization Corp (JOTRC) Yayat Sujatna, Selasa (8/3).

Menurut Yayat, pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyewa gedung dan merenovasinya. Salah satu perusahaan BUMN yang diajak bekerja sama adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Gedung-gedung itu disewa selama 20 tahun dan akan dikelola oleh PT JOTRC.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Untuk mendukung proses revitalisasi kawasan Kota Tua secara menyeluruh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menerapkan sistem pembatasan lalu lintas kendaraan bermotor (traffic calming system).

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Norviadi S Husodo, Minggu (6/3), menjelaskan, sistem tersebut tidak akan membatasi jumlah kendaraan yang lewat kawasan, tetapi membatasi laju kendaraan. Kendaraan bermotor yang lewat Kota Tua nantinya diatur hanya boleh berjalan dengan laju 10-30 kilometer per jam.

“Jadi tidak bisa ngebut seperti sekarang, tetapi diatur agar kendaraan lewat dengan pelan dan bisa menikmati view atau suasana,” ujar Norviadi.

Kendaraan umum yang boleh masuk ke Kota Tua juga akan dibatasi pada KRLcommuter line, bus transjakarta, dan bus-bus pariwisata.

Baca juga :  Turun, Jumlah Populasi Miskin Ekstrim di Dunia Mencapai 736 Juta

Selain itu, sistem pencahayaan atau penerangan juga akan diatur dan sungai kali yang melintasi kawasan juga dibersihkan.

Bukan polesan

Arsitek Budi Lim, yang terlibat dalam revitalisasi Kota Tua, menjelaskan, konsep revitalisasi yang ia rancang berdasarkan pada konsep manusia hidup dengan alam. Konsep penataan luar ruang lebih dikedepankan, tetapi bukan sekadar polesan untuk mempercantik (beautification) kawasan.

Sungai, misalnya, dibersihkan agar airnya tidak hitam dan bau sehingga tanaman dan ikan bisa tumbuh kembali di dalamnya. Dilanjutkan dengan pengaturan penerangan, pedagang kaki lima, toilet umum, dan penataan jembatan-jembatan.

Norviadi menambahkan, revitalisasi menyeluruh tersebut ditargetkan bisa dimulai tahun ini. Dana untuk revitalisasi diperkirakan mencapai Rp 200 miliar dan menurut rencana diperoleh dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut Norviadi, proses revitalisasi ini adalah proses yang berkelanjutan. Jadi, setelah gedung-gedung tua selesai direnovasi dan difungsikan lagi, akan dilakukan perbaikan jalan di depannya dan dipikirkan bagaimana mengisi berbagai aktivitas untuk menghidupkan lagi gedung-gedung tersebut.

Menurut Yayat, PT JOTRC terus mengejar target untuk bisa menyelesaikan 17 gedung yang harus direvitalisasi. Apalagi, pada tahun 2017, UNESCO akan mengumumkan apakah Kota Tua layak mendapatkan predikat World Heritage Site atau tidak. Saat ini Kota Tua masuk daftar 45 nominasi.

“Pada April nanti, gedung Menara Kembar akan selesai. Saat ini sedang diperbaiki oleh arsitek dan timnya. Untuk gedung Dharma Niaga, Mei menurut rencana bisa masuk atap,” ujar Yayat.

Pertengahan Maret ini, PT JOTRC juga akan meresmikan Gedung Jiwasraya yang sudah selesai direnovasi.

Ia menambahkan, tantangan utama merenovasi bangunan di Kota Tua adalah penurunan muka tanah di kawasan itu yang terus terjadi. Akibatnya, gedung-gedung kerap tergenang air saat hujan dan banjir.

Baca juga :  2016, Warga Jakarta Rugi Rp 51,2 Triliun karena Pencemaran Udara

(DEA/HLN)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button