Kliping

Pemprov DKI Dorong Swasta Bangun Jakarta

IQBAL BASYARI Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bermain futsal saat acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Rusun Daan Mogot, Sabtu (5/3/2016). RPTRA tersebut diharapkan bisa menjadi ruang sosialisasi dan interaksi warga rusun.
IQBAL BASYARI
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bermain futsal saat acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Rusun Daan Mogot, Sabtu (5/3/2016). RPTRA tersebut diharapkan bisa menjadi ruang sosialisasi dan interaksi warga rusun.

JAKARTA, KOMPAS — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan meninjau Program Pertanian Perkotaan Terpadu di rumah susun Pesakih, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (5/3/2016). Program tersebut merupakan bantuan dari pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas warga di rumah susun.

Keterlibatan pihak swasta dalam pemberdayaan masyarakat Jakarta diakui oleh Basuki menjadi bagian penting dari kerja Pemprov DKI. Hal tersebut karena pembangunan membutuhkan biaya yang mahal. Mutu pembangunannya pun terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ia menjelaskan, saat ini keterlibatan swasta dalam pembangunan bukan hanya sebagai program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan). Basuki ingin swasta bisa menawarkan program-programnya yang bisa diberikan kepada pemerintah.

“Sekarang bukan lagi CSR, melainkan sudah menjadi kewajiban tambahan untuk swasta,” tutur Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Rusun Daan Mogot.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

Basuki menuturkan, beragam fasilitas yang diberikan kepada warga rusun bukanlah untuk memanjakan warga. Ia menganggap, fasilitas tersebut merupakan upayanya untuk memanusiakan manusia.

Ia mencontohkan, kebijakan Kartu Jakarta Pintar yang memberikan fasilitas pendidikan gratis kepada anak sekolah. Selain itu, KJP juga bisa digunakan untuk membeli fasilitas penunjang sekolah. Dalam waktu dekat, ia juga akan menyediakan tenaga kesehatan. Sebagai bagian pelayanan kesehatan di rusun.

Menurut Basuki, hal tersebut bertujuan agar warga rusun bisa lepas dari kemiskinan. Ia tidak mengharapkan anak cucu penghuni rusun akan tetap tinggal di rusun. Harapannya, dengan berbagai fasilitas yang diberikan tersebut bisa meningkatkan kapasitas warga rusun agar nantinya lepas dari garis kemiskinan.

“Kami ingin warga rusun jadi inkubator agar masyarakat berubah,” tutur Basuki.

Baca juga :  Gubernur DKI Jakarta Kembali Resmikan RPTRA

Ketua Gerakan Kepedulian Indonesia (GKI) Arif Rachmat menuturkan, kemiskinan bukan disebabkan oleh rendahnya sumber daya, melainkan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Masyarakat dirasa kurang berbagi untuk mereka yang membutuhkan.

IQBAL BASYARI Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak swasta membangun  Program Pertanian Perkotaan Terpadu di Rusun Daan Mogot. hal tersebut diharapkan bisa mendorong kemandirian warga rusun agar terbebas dari lingkaran kemiskinan.
IQBAL BASYARI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak swasta membangun Program Pertanian Perkotaan Terpadu di Rusun Daan Mogot. hal tersebut diharapkan bisa mendorong kemandirian warga rusun agar terbebas dari lingkaran kemiskinan.

“Bagaimana kita bisa membantu sesama yang lebih membutuhkan,” tutur Arif.

Hingga sekarang, hampir 100 perusahaan bergabung di GKI. Mereka bersama dengan Pemprov DKI Jakarta melakukan pembangunan komunitas, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan keterampilan kepada warga rusun.

GKI berharap, setelah bantuan diberikan kepada warga rusun, kualitas hidup mereka bisa lebih baik. Warga bisa lebih mandiri, produktif, dan berbudaya agar bisa mengurangi kemiskinan di Jakarta.

Di Rusun Daan Mogot, GKI telah mendampingi warga selama satu tahun. Mereka memberikan fasilitas penunjang seperti RPTRA, pelatihan sepak bola bagi anak-anak, dan membangun Program Pertanian Perkotaan Terpadu.

“Tim Sepak Bola Rusun Daan Mogot selalu menjadi juara dan pernah berlatih di Spanyol,” ujar Arif.

Keterlibatan pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pembangunan dapat mendorong kemandirian warga rusun. Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid menuturkan, tolong-menolong harus dilandasi dengan niat untuk membantu. Hal tersebut penting agar warga bisa terbebas dari lingkaran kemiskinan.

“Budaya gotong royong adalah ciri khas bangsa, penopang kebesaran negara kita,” tutur Yenny.

Ia menambahkan, warga harus mau berusaha menjadi produktif dan mengembangkan keterampilannya. Hal tersebut karena mereka boleh hanya berharap dari bantuan, mereka harus berusaha secara mandiri bangkit dari kemiskinan.

(C09)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button