Kliping

Sebagian Unit Rusun Diduga Salah Sasaran

JAKARTA, KOMPAS — Pembagian unit rusunawa untuk warga Kalijodo ditengarai ada yang tidak tepat sasaran. Beberapa unit diberikan kepada pengontrak, sementara sejumlah pemilik bangunan belum mendapatkan unit.

Hingga Selasa (23/2) siang, sebanyak 112 warga telah mendapatkan unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda, Blok A 11, Cilincing, Jakarta Utara. Pada Selasa sore, 36 warga datang untuk pengundian unit. Sebelumnya, dua warga mengundurkan diri dengan alasan mendapatkan unit di lantai paling atas.

Supriyanto (47) telah mendaftar untuk mendapatkan unit rusunawa sejak Minggu. Dia mengaku memiliki surat-surat lengkap, baik KTP, kartu keluarga, maupun bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Akan tetapi, hingga hari ini, ia belum mendapatkan unit. “Sudah tiga hari mengurus sendiri, sampai sekarang belum ada kejelasan. Disuruh menunggu terus. Padahal, kita, kan, kerja,” ucap ayah satu anak ini.

SY (45), pemilik bangunan di Kalijodo, menghitung, ada belasan hingga puluhan warga pengontrak yang telah mendapatkan unit. Mereka juga telah memasukkan barang-barang hingga menempati unit rusunawa.

Pinjaman Online Baca juga: Erek erek 2d Bergambar Lengkap

“Saya tahu tetangga saya, tahu yang mana warga asli dan mana pengontrak. Kok bisa mereka (pengontrak) dapat unit, sementara ada warga pemilik bangunan belum dapat,” ujarnya.

Dia menduga sejumlah pengontrak mendapatkan unit karena pada hari Minggu lalu warga berbondong datang tanpa diverifikasi dahulu.

Di Blok A 11, terdapat 80 unit kamar. Blok empat lantai ini memiliki unit 20 buah setiap lantai. Satu unit seluas 2,5 meter x 3 meter, dengan dua kamar, sebuah kamar mandi, dan beranda belakang.

Di setiap lantai, sejumlah unit terlihat telah terisi barang-barang. Beberapa unit lain telah ditinggali warga yang telah mendapatkan unit.

Lurah Marunda Hilda Damayanti menuturkan, pihaknya menerima daftar yang telah diisi sebelumnya dari posko pendaftaran. Daftar ini lalu diverifikasi agar sesuai KTP dan kartu keluarga warga yang berhak.

“Kalau dibilang ada pengontrak yang dapat unit, mungkin memang ada, tetapi hanya beberapa. Kami di sini hanya menerima data dari pendataan di posko. Jelasnya, pemilik pasti diprioritaskan dan nanti tetap akan dicek ulang,” tuturnya.

400 unit

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta Ika Lestari Aji, Selasa, menyebutkan, 76 keluarga asal Tambora, Jakarta Barat, telah mendapatkan unit di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur. Sementara di Penjaringan, Jakarta Utara, ada 149 keluarga yang dipindah ke Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara.

Ada sekitar 400 unit rusun yang disiapkan untuk menampung warga Kalijodo. Sejauh ini, jumlah rusun kosong yang ada cukup untuk menampung warga yang bersedia pindah. Dinas perumahan dan gedung pemerintah juga tengah menyisir unit rusun kosong untuk menampung warga eks-Kalijodo.

Dalam rapat bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta, Senin sore, Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi dan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi memastikan pengosongan lahan sesuai jadwal semula, yakni Senin mendatang. Keduanya menjamin pengosongan lahan tanpa kekerasan dan kebutuhan warga akan dipenuhi, baik tempat tinggal, sekolah, maupun transportasi.

Sebanyak 15-20 bus pengumpan dan bus sekolah dioperasikan untuk melayani penghuni Rusunawa Marunda dan Pulogebang. Bus sekolah dijadwalkan mengantar-jemput siswa eks-Kalijodo pergi-pulang sekolah sebagaimana permintaan warga yang tidak menginginkan anaknya pindah sebelum tahun ajarang baru. Mereka khawatir konsentrasi anak menjelang ujian akhir terganggu jika pindah ke sekolah baru di dekat rusun.

Beberapa warga Kalijodo, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mulai mengangkut perabot rumah tangga mereka ke Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, kemarin.

Karisma Ajiseno (26), salah satu warga Kalijodo, mulai pindah ke rusunawa. “Untuk sementara, ibu dan adik saya tinggal di rumah saudara. Sebab, masih ada barang-barang yang masih mau diangkut,” kata Karisma yang berencana menempati unit rusunawa pada pekan ini.

Karisma mengatakan, dia dan keluarganya dapat menerima relokasi karena memahami bahwa mereka menempati lahan ruang terbuka hijau di Kalijodo. “Hanya waktu yang diberikan untuk relokasi ini sangat singkat,” ucapnya.

Kepala Unit Pengelola Rusunawa Pulogebang Ageng Darmintono mengatakan, saat ini sudah ada 75 keluarga yang mengambil kunci unit. Untuk relokasi warga Kalijodo, disediakan 86 unit.

Total ada 640 unit di Rusunawa Pulogebang yang tersebar di delapan blok. Saat ini, tingkat hunian di rusun itu sudah mencapai 97 persen.

Enam hari menjelang penertiban, sekitar 500 aparat gabungan masih bersiaga di Kalijodo, Selasa. Di setiap posko keamanan terdapat 15 hingga 30 personel kepolisian dan TNI.

Beberapa kafe disegel dengan garis polisi. Sebanyak dua kamera pemantau (CCTV) juga dipasang di jalan. Sekitar pukul 15.30, belasan orang dari kepolisian, Satpol PP, PLN, dan pengurus RT mencabut listrik di sejumlah kafe.(MDN/JAL/MKN/C09/C10)

Artikel terkait

Leave a Reply

Back to top button