Spasial

Peta Sumatera Utara Lengkap Kabupaten Dan Kota

Provinsi Sumatera Utara merupakan sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatra bagian utara berbatasan dengan Provinsi Aceh, yang beribukota Medan. Di provinsi ini juga memendam catatan sejarah Indonesia, mulai dari zaman kerajaan sampai zaman kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Sumatra Utara terdapat danau terluas bukan saja di Indonesia, tetapi danau terluas se-Asia Tenggara. Sumatra Utara memiliki lagu khas daerah, seperti : Butet, Dago Inang Sare, Lisoi, Meriam Tomong, dan Rambadia.

Di dalam peta Sumatera Utara terdapat beberapa gunung, seperti Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Gunung Sihabahu, Gunung Tanpolo-nanjing, dan Gunung Sarik Merapi.

Kumpulan Peta Sumatera Utara

Bagi anda yang sedang mencari bagaimana penampakan Peta Sumatera Utara berikut kami lampirkan gambar atau peta provinsi tersebut. Untuk melihat lebih jelas, silahkan klik gambar peta maka anda akan melihat peta dalam ukuran penuh.

Baca juga: Kunjungi ngundang.com situs penyedia undangan digital online terbaik di Indonesia
Peta Sumatra Utara
Peta Sumatra Utara

Provinsi yang berbatasan dengan Sumatera Utara

  • Aceh
  • Riau
  • Sumatera Barat
Peta Atlas Sumatera Utara
Peta Sumatera Utara Atlas

Pada peta Sumatera Utara di atas tampak bahwa provinsi tersebut di sisi barat dan timur berbatasan langsung dengan laut. Di sebelah barat dengan Samudera Indonesia dan sebelah timur dengan Selat Malaka. Bagian utara berbatasan dengan Provinsi Aceh dan sebelah selatan dengan Provinsi Sumatra Barat.

Karena wilayahnya yang cukup luas, hingga admin menuliskan ini Sumatera Utara dibagi dalam 25 kabupaten dan 8 kota. Jika dengan peta mungkin saja anda bisa membaca dan melihat letak masing-masing kota dan kabupaten, namun rasanya kurang praktis, karena anda harus menulisnya sendiri satu-persatu.

Baca juga: XPLORE.ID Menampilkan Destinasi Wisata Terbaik diKota Anda

Kabupaten dan kota di Sumatera Utara

Untuk itu, bersama peta Sumatera Utara ini kami lampirkan daftar nama kabupaten dan kota yang ada di provinsi tersebut lengkap dengan nama ibukotanya seperti di bawah ini:

Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan , Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Kota Binjai, Kota Gunungsitoli, Kota Medan, Kota Padangsidempuan, Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga, Kota Tanjungbalai, Kota Tebing Tinggi.

Sejarah Sumatera Utara

Pada jaman pemerintahan Belanda, Sumatera Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement Van Sumatera yang meliputi seluruh Sumatera yang di kepalai oleh seorang Gubernur berkedudukan di Medan.

Sumatera Utara terdiri dari daerah-daerah administratif yang dinamakan karesidenan. Pada Sidang I Komite Nasional Daerah (KND) Provinsi Sumatera diputuskan untuk dibagi menjadi 3 sub Provinsi yaitu sub Provinsi Sumatera Utara (yang terdiri dari Karesidenan Aceh, Karesidenan Sumatera Timur dan Karesidenan Tapanuli), sub Provinsi Sumatera Tengah dan sub Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948 tanggal 15 April 1948 pemerintah menetapkan Sumatera menjadi 3 Provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Provinsi Sumatera Selatan dan pada tanggal 15 selanjutnya ditetapkan menjadi hari jadi Provinsi Sumatera Utara.

Awal tahun 1949 diadakan reorganisasi pemerintahan di Sumatera. Dengan keputusan Pemerintah Darurat RI tanggal 17 Mei 1949 Nomor 22/Pem/PDRI jabatan Gubernur Sumatera Utara ditiadakan, selanjutnya dengan ketetapan Pemerintah Darurat RI tanggal 17 Desember 1949 dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatera Timur yang kemudian dengan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan ini dicabut dan kembali dibentuk Provinsi Sumatera Utara.

Tanggal 7 Desember 1956 diundangkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Provinsi Aceh dan perubahan peraturan pembentukan Provinsi Sumatera Utara yang intinya Provinsi Sumatera Utara wilayahnya dikurangi dengan bagian-bagian yang terbentuk sebagai Daerah Otonomi Provinsi Aceh.

Logo dan Maknanya

Seperti provinsi lainnya di negara Indonesia, Sumatera Utara juga memiliki logo atau lambang yang unik yang didominasi dengan warna hijau dengan rangkaian ikon gunung yang menggambarkan bukit barisan. Secara jelas dapat anda lihat pada gambar di bawah ini:

Lambang atau logo di atas memiliki makna atau arti tersendiri sesuai falsafah kehidupan masyarakat Sumatera utara, selengkapnya sebagai berikut:

  • Kepalan tangan yang diacungkan ke atas dengan menggenggam rantai beserta perisainya, adalah lambang kebulatan tekad perjuangan rakyat Provinsi  Sumatera Utara melawan imperialisme, kolonialisme, feodalisme dan komunisme.
  • Batang bersudut lima, perisai dan rantai, melambangkan kesatuan masyarakat di dalam membela dan mempertahankan Pancasila.
  • Pabrik. pelabuhan, pohon karet, pohon sawit, daun tembakau, ikan. daun padi dan tulisan “SUMATERA UTARA”, melambangkan daerah yang indah permai, mashur dengan kekakayaan alamnya yang berlimpah-limpah.
  • Tujuh belas, kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empat puluh lima butir padi menggambarkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan RI.
  • Tongkat di bawah kepalan tangan,  melambangkan watak kebudayaan yang mencerminkan kebesaran bangsa, patriotisme, pencinta dan pembela keadilan.
  • Bukit barisan yang berpuncak lima, melambangkan tata kemasyarakatan yang berkepribadian luhur, bersemangat persatuan, kegotong-royongan yang dinamis.
  • Motto Daerah, adalah Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya.

Baca juga: Peta Pulau Sumatera Lengkap dengan Keterangan Provinsi

Nilai Budaya Sumatera

Susunan masyarakat Sumatera Utara adalah berdasarkan geneologis teritorial seperti Batak Toba, Mandailing dan Nias. Sedangkan suku Melayu berdasarkan teritorial.

Bila ditinjau dari garis keturunan maka suku Batak dan Nias adalah patrilinial, sedang suku Melayu adalah parental (keturunan kedua belah pihak bapak dan ibu).

Pada masyarakat suku Batak, Nias maupun Melayu ada upacara adat siklus kehidupan dari lahir, masa dewasa sampai kematian, seperti upacara turun mandi, pemberian nama, potong rambut, mengasah gigi, perkawinan dan upacara pemakaman jenazah.

Di masyarakat Batak dikenal upacara memberi makan oleh anak kepada orang yang lanjut usia (sulang-sulang). Terdapat juga upacara penggalian/pemindahan tulang belulang kesuatu tempat atau tugu yang disebut (mangongkal holi).

Setiap upacara-upacara adat masyarakat Batak selalu disertai dengan pemberian Ulos dan tarian (Manortor).

Falsafah masyarakat Batak

Dalihan Natolu sebagai hukum adat Batak yang mempunyai arti  tumpuan yang tiga yang dimaknai sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan masyarakat Batak. Dalihan Natolu meliputi:

  • Dongan Sabutuha (saudara semarga).
  • Hula-hula (ipar, baik adik atau kakak laki-laki dari istri).
  • Boru (keluarga dari pihak laki-laki).

Ringkasan

Provinsi Sumatera Utara
Pulau Sumatera
Ibu Kota Medan
Kota Besar Lainnya Kota Binjai, Pematang Siantar, Gunung Sitoli, Padangsidimpuan, Tanjung Balai, Sibolga, dan Kota Tebing Tinggi
Hari jadi 15 April 1948
Dasar Hukum UU 10/1948, UU 24/1956
Luas wilayah 72.981,23 km2
Semboyan Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya
Bendera Bendera Sumatra Utara
Lambang Lambang Sumatera Utara
Peta Wilayah Peta Sumatra Utara
Pembagian administratif 25 kabupaten dan 8 kota, 402 kecamatan, 5.867 desa/kelurahan
Kode BPS 12
Kode ISO ID-SU
Kode kendaraan BB, BK
Kode telepon 0620-0639, 0601
Kode pos 20111-22998
Zona waktu Waktu Indonesia Barat WIB (UTC+7)
Kebudayaan 1. Pakaian Adat
2. Senjata tradisional
3. Rumah Adat
Lagu Daerah Butet, Cikala Le Pongpong, Dago Inang Sarge, Ketabo, Leleng Ma Hupaima, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, O’pio, Piso Surit, Rambadia, Say Selamat Masinegar, Sengko-sengko, Sigulempong, Sik Sik Sibatumanikam, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Sitara Tillo, Sory Ya Katulla, Tano Niha, Tarutung Na Uli
Obyek wisata 10 Obyek Wisata Unggulan
Flora Kenanga (Cananga odorata)
Fauna Beo Nias (Gracula religiosa robusta)
Produk domestik regional bruto per kapita Tidak ada data
Situs web resmi www.sumutprov.go.id
Situs BPS www.sumut.bps.go.id

Artikel terkait

Artikel terkait

Baca juga: Temukan Tempat Makan dan Tempat Hangout Terbaik di Kota Anda

Back to top button