Agraria

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah dengan Pembayaran Bertahap yang Baik dan Benar

Memahami Apa Itu Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah dengan Pembayaran Bertahap

Banyak orang yang berpendapat bahwa tanah merupakan instrumen investasi terbaik. Karena bersamaan berjalannya waktu, harga tanah akan semakin meningkat. Sehingga anda dapat menjual tanah dengan harga lebih mahal.

Kondisi peningkatan harga tanah terjadi karena jumlahnya yang cenderung terbatas. Sementara kebutuhan terhadap tanah akan selalu ada. Sehingga mengikuti hukum supply-demand, harganya akan cenderung selalu naik.

Selain menjadi alat investasi, tanah juga dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari membangun tempat tinggal, perkebunan, sawah hingga beberapa kebutuhan lainnya. Karena itulah banyak orang yang membeli tanah.

Memahami contoh surat perjanjian jual beli tanah dengan pembayaran bertahap sangat penting ketika anda hendak transaksi jual beli tanah. Karena surat perjanjian ini merupakan bukti transaksi yang anda lakukan.

Baca juga: Kunjungi ngundang.com situs penyedia undangan digital online terbaik di Indonesia

Ketika membicarakan transaksi jual beli tanah, pasti nominalnya tidak sedikit. Proses transaksi jual beli tanah dapat dilakukan dengan uang belasan juta hingga ratusan juta rupiah.

Sehingga proses jual beli tanah tidak dapat disamakan dengan jual beli barang pada umumnya. Dibutuhkan suatu dokumen yang menjadi tanda bukti serta mengikat secara hukum bahwa transaksi telah dilakukan.

Tanpa adanya legalitas tersebut, maka dapat saja proses transaksi tidak diakui. Sehingga baik pihak pembeli ataupun penjual akan mengalami masalah di sesudah itu hari terkait tanah tersebut.

Baca juga: XPLORE.ID Menampilkan Destinasi Wisata Terbaik diKota Anda

Hal ini juga yang membuat surat jual beli tanah mempunyai rincian perinci. Karena surat ini merupakan bukti yang sah serta authorized secara hukum agar menjamin keamanan proses transaksi.

Sehingga jangan sampai anda keliru ketika membuat surat perjanjian jual beli tanah. Karena kekeliruan tersebut dapat berakibat buruk di sesudah itu hari serta memberikan masalah baik untuk pihak pembeli ataupun penjual.

Pentingnya Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Memahami contoh surat perjanjian jual beli tanah dengan pembayaran bertahap begitu penting agar tidak keliru saat membuatnya. Secara umum mungkin anda telah memahami pentingnya hal ini dari penjelasan di atas.

Namun anda tetap perlu mempertegas pemahaman mengenai pentingnya surat perjanjian jual beli tanah. Berikut adalah beberapa nilai penting dari adanya surat perjanjian jual beli tanah.

1. Menghindarkan Dari Penipuan

Surat perjanjian jual beli tanah mempunyai fungsi untuk menjamin keamanan setiap pihak yang bertransaksi. Sehingga kemungkinan terjadinya tindakan penipuan dari proses transaksi jual beli tanah dapat dihindari.

Karena dengan adanya surat perjanjian jual beli tanah, seluruh data mengenai tanah tersebut dapat anda pahami. Mulai dari kepemilikan tanah, batasan tanah serta berbagai hal lainnya.

2. Membikin Seluruh Data Jernih

Anda akan lihat bahwa di dalam contoh surat perjanjian jual beli tanah dengan pembayaran bertahap mencakup data yang sangat perinci. Hal ini bermaksud untuk membuat seluruh data tanah menjadi jelas.

Sehingga tidak ada kesalahpahaman antara pihak penjual serta pembeli tanah. Karena salah satu sumber masalah dari proses transaksi jual beli tanah adalah perbedaan pemahaman di antara penjual serta pembeli.

3. Menjadi Jaminan Tanah Milik Pribadi

Perlu anda ketahui bahwa ada beberapa kondisi pada sebidang tanah. Selain menjadi milik pribadi, tanah juga dapat menjadi tanah sengketa, tanah wakaf ataupun tanah milik pemerintah.

Buat tanah sengketa, tanah wakaf serta tanah milik pemerintah tentu tidak dapat begitu saja diperjualbelikan. Surat perjanjian jual beli tanah berfungsi untuk menjamin tanah tersebut adalah milik pribadi.

Elemen Krusial di dalam Surat Jual Beli Tanah

Di dalam contoh surat perjanjian jual beli tanah dengan pembayaran bertahap, anda akan melihat beberapa elemen. Elemen tersebut harus anda pahami dengan baik karena beberapa di antaranya harus ada.

Tanpa adanya elemen-elemen tersebut di dalam surat perjanjian akan menjadi masalah di sesudah itu hari. Berikut adalah beberapa elemen penting yang harus ada dalam surat perjanjian jual beli tanah.

1. Bukti diri Komplit Penjual & Pembeli

Di dalam surat perjanjian jual beli tanah harus memasukkan bukti diri lengkap dari pihak penjual serta pembeli. Pihak penjual disebut dengan pihak pertama serta pembeli adalah pihak kedua.

Data ini sangat penting untuk mengikat setiap pihak agar memenuhi seluruh hak serta kewajibannya masing-masing. Selain nama lengkap, bukti diri yang diperlukan seperti NIK, alamat, tempat tanggal lahir serta pekerjaan.

2. Data DP Serta metode Pembayaran

Karena saat ini sedang membicarakan contoh surat perjanjian jual beli tanah dengan pembayaran bertahap, maka di dalamnya ada data DP. Karena cocok namanya, pembayaran dalam transaksi ini dilakukan bertahap.

Selain data besaran DP yang dibayarkan oleh pembeli, harus juga menyertakan infromasi tentang tenggat pembayaran serta besaran cicilan. Sehingga seluruh metode pembayaran transaksi jual beli tanah menjadi jelas.

3. Pasal Pengikat

Di dalam surat perjanjian jual beli tanah juga mencakup pasal yang mengikat kedua belah pihak. Pasal tersebut seperti tentang harga, metode pembayaran, statment tanggungan serta beberapa hal lainnya.

Hal ini sangat penting agar seluruh proses transaksi jual beli tanah dapat dilakukan secara lancar. Karena pasal tersebut akan menjadi acuan bagi kedua belah pihak dalam memenuhi hak serta kewajiban.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Dengan Pembayaran Bertahap

Setelah memahami pengertian, nilai penting serta elemen di dalamnya, maka anda dapat melihat contoh surat perjanjian jual beli tanah. Namun jadikan contoh tersebut hanya sebagai referensi ketika membuatnya.

Karena pembuatan surat perjanjian jual beli tanah juga perlu disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dari proses transaksi yang terjadi. Silakan gunakan contoh ini sebagai referensi membuat surat perjanjian jual beli tanah.

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Pada hari ini, Rabu tanggal Tujuh belas bulan Maret  tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Ronny A
Tempat tanggal lahir: Bandung, 25 Agustus 1982
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jl. Salak, RT 15, Kel. Tanjung Selor Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kab. Bulungan
Selanjuntnya disebut pihak pertama (penjual).
2. Nama : H. Kosasih
Tempat tanggal lahir: Jakarta, 17 Januari 1979
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jl. Katamso, RT 22, Kel. Tanjung Selor Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kab. Bulungan
Selanjutnya disebut pihak kedua (pembeli)

Pembeli dan penjual menerangkan lebih dahulu bahwa berdasarkan sertifikat tanah  Nomor 1234569,  pihak pertama menguasai sebidang tanah seluas 500 M2 yang terletak di Jl. Sabanar lama No. 14 tanjung selor.Tanah sebagaimana dimaksud letaknya adalah menurut gambar situasi bermeterai cukup yang batas-batasnya telah ditentukan dan ditanda-tangani oleh kedua belah pihak dan dilekatkan pada perjanjian ini.Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian jual beli tanah dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:Pihak pertama bermaksud untuk menjual tanah tersebut kepada pihak kedua dan bermaksud untuk membelinya dari pihak pertama.

PASAL 1
HARGA

Pembeli dan penjual sepakat bahwa harga tanah ditetapkan sebesar Rp 4.500.000 (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) per meter persegi atau Rp 2.250.000.000 (Dua Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk 500 meter persegi.

PASAL 2
BIAYA AKTE DAN BALIK NAMA

Pembeli dan Penjual sepakat bahwa harga tanah sebagaimana tersebut pada pasal 1 di atas tidak termasuk biaya akte jual beli dan balik nama sertifikat atas nama pihak pembeli. Biaya-biaya tersebut seluruhnya ditanggung oleh pembeli.

PASAL 3
CARA PEMBAYARAN

Pembayaran harga tanah oleh Pembeli kepada Penjual sebagaimana disebut pada pasal 1 perjanjian ini dilakukan secara bertahap.
Jumlah pembayaran setiap tahapan ditetapkan sebagai berikut:
a.       Pembayaran tahap pertama sebesar Rp 750.000.000 (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) pada saat perjanjian ini ditandatangani dan perjaajian ini sebagai tanda penerimaannya.
b.      Pembayaran tahap Kedua sebesar Rp 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah) akan dibayarkan pada tanggal 9 Mei 2014 yang dibayarkan dengan cara ditransfer melalui nomor rekening penjual pada Bank ABC No. rekening : 123456789.
c.       Pembayaran tahap ketiga sebesar Rp 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) pada tanggal 9 Juli 2014 yang dibayarkan dengan cara langsung.

PASAL 4
PENYERAHAN TANAH

1.    Penjual menjamin bahwa tanah sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini akan diserahkan kepada pembeli dalam keadaan kosong, selambat’lambatnya tanggal 9 juli 2014.
2.    Apabila penjual tidak menyerahkan tanah tersebut kepada pembeli pada waktu yang ditentukan sesuai dengan perjanjian ini, maka penjual telah dianggap melakukan kelalaian, sehingga suatu peringatan dengan surat juru sita atau surat’surat lain serupa itu tidak diperlukan lagi, maka pihak penjual dikenakan denda setiap hari sebesar 1% (satu persen) setiap hari atas jumlah uang yang telah diterima olehnya dari pihak pembeli terhitung sejak uang tersebut diterima oleh penjual.
3.    Apabila sampai dengan tanggal yang ditentukan dalam perjanjian ini tanah yangdiperjanjikan dalam jual beli ini tidak diserahkan dalam keadaan kosong, maka dengan lewatnya waktu tersebut penjual berhak untuk melakukan berbagai upaya untuk mengosongkan tanah tersebut atas biaya penjual.
Dengan diterimanya jumlah uang oleh penjual dari pembeli sesuai dengan harga tanah yang diperjanjikan dalam jual beli ini, maka penjual tidak berhak lagi dan dilarang untuk menjual tanah tersebut kepada pihak lain dan segala tindakan pemindah-tanganan tanah tersebut yang dilakukan oleh pihak penjual adalah tidak sah dan batal menurut hukum.

PASAL 5
STATUS HUKUM KEPEMILIKAN TANAH

1.    Penjual menjamin bahwa tanah sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini adalah benar-benar miliknya sendiri dan hanya Penjual yang berhak penuh untuk menjualnyai
2.    Penjual menyatakan bahwa tanah yang dimaksudkan dalam perjanjian ini tidak tersangkut sesuatu perkara atau sengketa, tidak sedang menjadi obyek sitaan, baik yang berupa sitaan penjualan maupun sitaan penjagaan dan tidak sedang dibebani suatu jaminan hutangi
3.    Penjual menjamin bahwa sejak saat perjanjian ini dibuat maupun di kemudian hari pembeli tidak akan mendapat suatu tuntutan dari pihak siapa pun juga yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas tanah tersebut.

PASAL 6
BUKTI KEPEMILIKAN

1.    Penjual menjamin pembeli bahwa tanah yang diperjanjikan dalam jual beti ini telah mempunyai sertifikat hak milik sesuai d.engan hukum pertanahan yang berlaku di Indonesia.
2.    Apabila di kemudian hari terbukti sertifikat hak milik atas tanah tersebut tidak sesuai d.engan ketentuan hukum pertanahan di Indonesia maka perjanjian ini menjadi batal.

PASAL 7
PEMBATALAN PERJANJIAN

1.    Penjual dan Pembeli sepakat bahwa Perjanjian dapat dibatalkan apabila ketentuan pasal 6 ayat perjanjian ini tidak tiipenuhi oleh Penjual.
2.    Pembatalan perjanjian sebagaimana disebut dalam pasal 6 ayat 2 cukup dinyatakan dengan suatu surat tercatat yang disampaikan kepada pembeli dalam hal ini kedua belah pihak melepaskan segala ketentuan yang tercantum dalam pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang berlaku di Indonesia.
3.    Apabila perjanjian ini menjadi batal karena menurut ketentuan seperti yang diuraikan di atas, maka Penjual harus mengembalikan jumlah uang yang telah diterima olehnya dari pihak pembeli dalam n’aktu 1 (satu) bulan terhitung dari tanggal pembatalan perjanjian oleh pihak pembeli.
4.    Apabila perjanjian ini menjadi batal karena alasan apapun juga, sehingga pihak penjual harus mengembalikan jumlah uang yang telah diterimanya kepada pembeli, maka jumlah uang itu dengan Ini diakui oleh penjual sebagai hutangnya kepada pembeli.
5.    Penjual juga dikenakan bunga atas seluruh uang yang telah diterinaanya sebesar Rp 1% (satu persen) setiap hari terhitung dari hari diterimanya sampai pada hari dibayarnya kembali jumlah uang tersebut.

PASAL 8
BALIK NAMA

Apabila proses pembalikan nama pada sertifikat dari nama Penjual menjadi nama Pembeli belum selesai dilakukan padahal pembeli sudah membayar lunas harga tanah yang diperjanjikan dalam perjanjian jual beli ini maka pembeli untuk dan atas nama penjual menjalankan segala hak dengan nama apapun juga yang ada pada dan/atau yang dapat dijalankan oleh penjual sebagai yang menguasai tanah tersebut, tidak ada yang dikecualikannya, akan tetapi semuanya itu atas tanggungan dan risikonya pihak yang menjalankan hak-haknya itu, dengan membebaskan pihak penjual dari segala tuntutan dari pihak lain mengenai tindakan’tindakan itu.

PASAL 9
SURAT KUASA

Penjual dan Pembeli sepakat bahwa semua surat kuasa yang berhubungan dengan perjanjian jual beli ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjanjian ini dan tidak akan batal atau dapat dibatalkan karena alasan-alasan apapun juga.

PASAL 10
PENYELESAIAN SENGKETA

1.    Apabila terjadi perbedaan penafsiran atas isi perjanjian ini antara penjual dan pembeli dan/ atau tidak atau belum diatur dalam perjanjian ini, maka kedua belah pihak sepakat akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2.    Apabila cara musyawarah untuk mufakat tidak tercapai sebagaimana dimaksud ayat (1) Penjual dan Pembeli sepakat untuk menyelesaikannya secara hokum melalui Pengadilan Negeri Tanjung Selor.

PASAL 11
DOMISILI HUKUM

Pembeli dan penjual dalam kaitannya dengan perjanjian ini memilih tempat kediaman hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri Tanjung selor.

PASAL 12
PENUTUP

Perjanjian ini dibuat dengan bebas tanpa paksaan dari siapa pun dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dalam rangkap 2 (dua) dengan meterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Jakarta, 17 Maret 2022

Pihak Pertama: H. Kosasih

Saksi-Saksi:

Pihak Kedua: Ronny A
Saksi-Saksi

Artikel terkait

Baca juga: Temukan Tempat Makan dan Tempat Hangout Terbaik di Kota Anda

Back to top button