Tata Ruang

FGD Pengembangan Wilayah Sumatera Utara Integrasi Aerotropolis Kualanamu dan Hub Port Kuala Tanjung

Medan, (4/11). Beberapa tahun terakhir ini telah berkembang konsep Aerotropolis yang diperkenalkan oleh Prof. John Kasarda dari Amerika Serikat. Konsep Aerotropolis ini diterjemahkan sebagai upaya mengembangkan wilayah dengan memanfaatkan keberadaan bandara sebagai penggerak pertumbuhan suatu wilayah. Pada konsep ini diperkenalkan 4R yaitu Runway (bandara), Road (jalan tol), Railway (kereta) dan River (pelabuhan) sebagai pendukung utama.

Menyikapi hal ini, Direktorat Transportasi Bappenas saat ini menginisiasi upaya mengembangkan konsep Aerotropolis Kualanamu. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan FGD Pengembangan Wilayah Sumatera Utara Integrasi Aerotropolis Kualanamu dan Hub Port Kuala Tanjung bertempat di Medan pada Rabu, 4 November 2015.

Salah satu pembicara adalah Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas, Oswar Mungkasa. Pembicara lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PT. Pelindo I, PT. Angkasa Pura, dan Kementerian Perindustrian.

Sebagai kesimpulan disarankan agar konsep Aerotropolis dapat segera diakomodasi dalam RTRW baik di tingkat kabupaten/kota, propinsi maupun Rencana Rinci Tata Ruang. Selain itu, konsep Aerotropolis Kualanamu juga perlu dintegrasikan dengan keberadaan pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei. (OM)

Baca juga: Kunjungi ngundang.com situs penyedia undangan digital online terbaik di Indonesia

Artikel terkait

Leave a Reply

Baca juga: Temukan Tempat Makan dan Tempat Hangout Terbaik di Kota Anda

Back to top button